Dibuat Oleh Tim Publikasi
Kuliah Kerja Lapangan (KKL) II Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) Angkatan 2024 yang mengusung tema OSEANA (Observasi Laut dan Daratan Nusantara) menghadirkan berbagai kegiatan lapangan yang bertujuan untuk mengkaji kondisi wilayah Desa Mayangan, Kecamatan Legonkulon, Kabupaten Subang. Berbagai aspek menjadi fokus pengamatan, mulai dari kondisi sosial masyarakat, pemetaan wilayah, hingga kajian lingkungan yang berkaitan dengan sumber daya alam di kawasan pesisir. Memasuki hari kedua pelaksanaan KKL, Rabu, 20 Mei 2026, mahasiswa SPIG melaksanakan kajian intrusi air asin melalui pengukuran kualitas air tanah dan wawancara langsung dengan masyarakat Desa Mayangan. Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–17.00 WIB tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi sumber air yang dimanfaatkan warga serta mengidentifikasi potensi pengaruh air laut terhadap kualitas air tanah di wilayah pesisir.


Pengumpulan data dilakukan dengan mengunjungi rumah-rumah warga yang tersebar di beberapa titik pengamatan. Sebanyak 10 kelompok mahasiswa diterjunkan ke lokasi yang berbeda untuk mengambil sampel air sekaligus melakukan wawancara mengenai sumber air yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, mahasiswa juga mengumpulkan informasi mengenai kebiasaan penggunaan air, kebutuhan air bersih, serta kondisi sumber air yang tersedia di lingkungan sekitar. Pengukuran kualitas air dilakukan menggunakan parameter derajat keasaman (pH) dan Total Dissolved Solids (TDS). Berdasarkan hasil pengukuran terhadap tujuh sampel air, diperoleh nilai pH berkisar antara 6,19 hingga 6,40 dengan rata-rata sekitar 6,26. Nilai tersebut menunjukkan bahwa air bersifat sedikit asam namun masih mendekati kondisi netral. Perbedaan nilai pH yang relatif kecil antar sampel menunjukkan bahwa kondisi keasaman air pada lokasi pengamatan cenderung seragam. Sementara itu, hasil pengukuran TDS menunjukkan nilai berkisar antara 1160 hingga 1210 mg/L dengan rata-rata sekitar 1183 mg/L. Nilai tersebut mengindikasikan adanya kandungan zat terlarut yang cukup tinggi pada air tanah yang digunakan masyarakat. Meski demikian, berdasarkan hasil pengamatan lapangan, seluruh sampel air umumnya memiliki kondisi fisik yang baik, terlihat jernih dan tidak berbau.
Selain melakukan pengukuran kualitas air, mahasiswa juga melakukan wawancara dengan masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai pemanfaatan sumber air di Desa Mayangan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa sebagian besar warga menggunakan air tanah untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya. Namun, untuk kebutuhan konsumsi, mayoritas masyarakat memilih menggunakan air galon karena air sumur dianggap kurang layak untuk diminum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai salah satu sumber air yang dikenal masyarakat sebagai Sumur Satelit. Sumber air tersebut menjadi salah satu pendukung kebutuhan air bersih bagi warga Desa Mayangan dan berperan penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir. Melalui kegiatan kajian intrusi air asin ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam melakukan pengukuran kualitas air sekaligus berinteraksi dengan masyarakat untuk memahami kondisi sumber daya air di Desa Mayangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa meskipun air tanah yang digunakan warga terlihat jernih dan tidak berbau, nilai TDS yang relatif tinggi serta preferensi masyarakat untuk menggunakan air galon sebagai air minum menjadi informasi penting dalam memahami kondisi kualitas air tanah di wilayah pesisir Desa Mayangan.