Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
HMPS Ajak Mahasiswa Kritisi Dilema Organisasi dan Akademis melalui DISKURSUS

Diskursus 2025 hadir sebagai wadah intelektual bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan mengasah kepekaan terhadap isu-isu sosial serta politik yang berkembang. Kegiatan ini merupakan program kerja dari Departemen Sosial Politik yang rutin digelar dengan tujuan utama mencerdaskan mahasiswa, membuka ruang diskusi, serta memberikan kesempatan untuk bertukar opini terkait isu-isu aktual baik di tingkat himpunan, universitas, maupun nasional

Pada penyelenggaraan perdana tahun ini, tema yang diusung adalah “Dilema antara Organisasi dan Akademis di Kalangan Mahasiswa”. Topik tersebut dipilih berdasarkan fenomena yang kerap dialami mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, yang sering menghadapi kebingungan dalam menentukan prioritas, aktif berorganisasi atau lebih memusatkan perhatian pada kegiatan akademik.

Diskursus tahap awal ini difokuskan untuk mahasiswa Himpunan Prodi Pendidikan Sosiologi. Walaupun cakupannya masih terbatas, jalannya kegiatan terasa hidup, terbuka, dan penuh semangat. Antusiasme tersebut tampak dari partisipasi peserta yang aktif mengajukan pertanyaan serta menyampaikan tanggapan atas isu yang dipantik dalam diskusi.

Pokok utama yang muncul dalam diskusi ini ialah dorongan agar mahasiswa mampu memainkan peran ganda, berprestasi dalam bidang akademik sekaligus aktif dalam organisasi. Hal tersebut menegaskan bahwa kampus bukanlah tempat yang membatasi pilihan, melainkan arena yang menantang mahasiswa untuk menyeimbangkan  keduanya secara seimbang.

Meski begitu, penyelenggaraan diskursus bukan tanpa tantangan. Salah satunya terletak pada pemilihan isu-isu actual yang benar-benar relevan, sebab tidak semua topic cocok dijadikan bahan pembahasan. Kendati demikian, kualitas acara tetap terjaga berkat kehadiran pemateri yang kompeten. Kehadiran kang Arya, mantan ketua Himpunan sekaligus penerima salah satu beasiswa bergengsi di Indonesia, semakin memperkuat bobot materi yang dibawakan.

Adapun rangkaian kegiatan diskursus berlangsung sederhana, terdiri dari sesi pemaparan materi, diskusi terbuka, serta tanya jawab. Kesederhanaan ini justru menegaskan esensi dari kegiatan, menghadirkan ruang bagi mahasiswa untuk berpikir kritis, menyuarakan pendapat, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya isu sosial-politik dalam kehidupan akademik maupun organisasional.

Diskursus 2025 menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penonton dalam arus perubahan, tetapi juga sebagai agen intelektual yang berperan aktif dalam menggali, mengkaji, dan merumuskan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat maupun bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *