Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
KEGIATAN AWAL MAGANG DI PT. HUTAMA KARYA: PERAN SaIG DI BIDANG KONSTRUKSI

Penulis: Adithya Kresna Sumaamijaya (SaIG, 2204418)

Penyunting: Hilmy Nurizky

Senin, 8 Oktober 2025 menjadi hari pertama saya menjalani magang di PT Hutama Karya, salah satu perusahaan konstruksi terkemuka di Indonesia. Hari itu saya berkesempatan untuk berkunjung ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana di Kota Semarang, selaku owner proyek Normalisasi Sungai Wulan. Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk memahami tujuan besar proyek, yaitu mengembalikan fungsi Sungai Wulan agar dapat mengalirkan air secara optimal, mengurangi potensi banjir, dan mendukung pengelolaan sumber daya air yang lebih berkelanjutan.

Dok. Penulis

Pada hari berikutnya, saya melanjutkan kegiatan onboarding di kantor site proyek KSO Hutama Karya – Berkah yang berlokasi di Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak. Pada tahap ini, saya belum turun langsung ke lapangan, melainkan mengikuti penjelasan detail mengenai ruang lingkup pekerjaan proyek, tahapan konstruksi, serta mekanisme koordinasi antar tim teknis. Melalui kegiatan ini, saya mulai memahami bagaimana peran teknologi geospasial diintegrasikan ke dalam proses perencanaan dan pengawasan proyek konstruksi besar seperti normalisasi sungai.

Dok. Penulis

Selama magang, tugas utama saya berfokus pada tiga hal penting. Pertama, analisis posisi cross antara desain dan lapangan, yaitu membandingkan penampang sungai hasil desain perencanaan dengan data pengukuran aktual di lapangan. Kedua, updating kondisi terrain menggunakan fotogrametri, dengan memanfaatkan data foto udara dari drone untuk memperbarui model permukaan tanah secara berkala. Ketiga, perhitungan volume galian dan timbunan di area disposal, tempat penampungan hasil galian dari sungai. Ketiga tugas ini membutuhkan ketelitian tinggi dalam pengolahan data spasial agar hasilnya akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.

Dok. Penulis

Dari pengalaman tersebut, saya semakin menyadari bahwa ketelitian informasi spasial adalah kunci keberhasilan proyek konstruksi. Perbedaan sekecil apa pun dalam koordinat, elevasi, atau volume tanah bisa berdampak signifikan terhadap waktu, biaya, dan mutu pekerjaan. Di sinilah peran lulusan Sains Informasi Geografi (SaIG) menjadi sangat penting — memastikan bahwa setiap data spasial yang digunakan benar-benar presisi dan sesuai kondisi aktual di lapangan.

Dari pengalaman tersebut, saya semakin menyadari bahwa ketelitian informasi spasial adalah kunci keberhasilan proyek konstruksi. Perbedaan sekecil apa pun dalam koordinat, elevasi, atau volume tanah bisa berdampak signifikan terhadap waktu, biaya, dan mutu pekerjaan. Di sinilah peran lulusan Sains Informasi Geografi (SaIG) menjadi sangat penting — memastikan bahwa setiap data spasial yang digunakan benar-benar presisi dan sesuai kondisi aktual di lapangan.

Dok. Penulis

Melalui kegiatan magang ini, saya melihat langsung bagaimana teknologi geospasial seperti fotogrametri, UAV mapping, dan analisis spasial diimplementasikan secara nyata di dunia konstruksi. Dunia konstruksi kini tidak hanya berbicara tentang struktur fisik, tetapi juga tentang keakuratan data spasial yang menjadi dasar setiap keputusan. Sebagai mahasiswa SaIG, saya bangga dapat berkontribusi dalam proses tersebut membuktikan bahwa ketelitian informasi spasial memang menjadi fondasi utama keberhasilan proyek konstruksi di Indonesia.

Dok. Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *