Penulis : Desviana Dwi Haryani (SaIG, 2207794)
Penyunting : Reva Laelatul Zahra
Perjalanan dimulai pada saat semester 5, tepatnya saat saya mengambil mata kuliah Survei Hidrografi Terapan. Pada saat itu, kami diberikan sebuah tugas yang terkesan layaknya tugas yang biasa diberikan dosen mata kuliah, namun saya memiliki ketertarikan lebih untuk bisa mempelajarinya lebih lanjut. Tugas tersebut adalah terkait analisis harmonik pasang surut menggunakan metode Least Square. Data pasang surut yang awalnya hanyalah kumpulan angka-angka mentah, ketika diproses dengan metode Least Square melalui script algoritma UTide di MATLAB, secara otomatis menghasilkan berbagai hasil, seperti jadi visualisasi grafik, data prediksi, dan informasi-informasi lain yang sangat menarik untuk dianalisis lebih lanjut. Pengolahan data di era teknologi Machine Learning yang semakin masif juga membuat saya ingin bereksplorasi lebih untuk dapat mengembangkan pengolahan tersebut menjadi hasil yang lebih teraplikasi. Ketertarikan ini kemudian membuat saya mulai berpikir: bisakah topik ini saya terapkan untuk skripsi saya nanti?.
Saat itu saya masih memiliki keraguan dalam mempertimbangkan topik skripsi, saya sempat merasa bahwa mengambil topik Survei Hidrografi akan menjadi tantangan yang cukup berat. Pemahaman saya mengenai kelautan masih terbatas, sementara Survei Hidrografi memiliki banyak aspek fundamental yang perlu dipahami dengan baik, salah satunya sistem referensi yang sangat penting apalagi jika dikaitkan dengan daratan, karena jika terdapat kesalahan dapat memengaruhi hasil analisis secara keseluruhan. Akan tetapi, saya melihat bahwa topik penelitian kelautan atau Survei Hidrografi di skripsi mahasiswa SaIG masih relatif jarang, sehingga saya menjadikan hal tersebut sebagai tantangan bagi diri saya sendiri. Saya ingin membuktikan bahwa dengan kemauan untuk belajar, saya tetap dapat memahami dan mengaplikasikan ilmu Survei Hidrografi dalam penelitian. Di sisi lain, saya juga berharap penelitian ini dapat menjadi salah satu kontribusi kecil dalam memperkaya kajian Survei Hidrografi dalam tugas akhir mahasiswa SaIG.
Setelah memutuskan untuk menjadikan Survei Hidrografi sebagai tantangan, muncul tantangan berikutnya: bagaimana mengaplikasikan data pasang surut yang pada dasarnya berupa data deret waktu menjadi suatu analisis yang bersifat spasial dan relevan dengan keilmuan SaIG serta memiliki nilai yang lebih aplikatif dalam mendukung pengambilan keputusan?. Saya perlu menemukan suatu urgensi permasalahan aktual yang dapat memanfaatkan data pasang surut yang terintegrasi dengan data geospasial. Dalam proses pencarian literatur dan diskusi awal, saya menemukan bahwa genangan rob di pesisir merupakan permasalahan yang relevan dan menjadi urgensi di wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura). Namun, pada fase ini, saya masih menghadapi berbagai kebingungan terkait lokasi studi yang mana yang tepat? Latar belakang spesifik apa yang harus diangkat? Bagaimana integrasi antara analisis pasang surut dengan metodologi geospasial dapat benar-benar menambah nilai penelitian? Saya merasa perlu panduan yang lebih konkret.
Dari sini, saya memutuskan untuk berdiskusi lebih lanjut dengan Pak Andika, selaku dosen dari mata kuliah Survei Hidrografi Terapan yang kemudian menjadi pembimbing proposal hingga skripsi saya. Dalam diskusi tersebut, kami membahas berbagai aspek penelitian: metodologi yang potensial, lokasi studi yang relevan, dan bagaimana mengidentifikasi research gap yang sebenarnya. Kemudian ditemukan lah Kota Semarang sebagai lokasi studi yang memiliki permasalahan rob yang terjadi setiap tahun karena diperparah oleh penurunan muka tanah yang signifikan. Namun, saat itu saya masih merasa ragu. Dalam pikiran saya muncul kekhawatiran: "Bukankah sudah banyak penelitian tentang rob di Semarang? Apakah topik saya akan menjadi terlalu generik atau tidak memiliki kontribusi yang cukup signifikan?".
Pak Andika memberikan suatu perspektif yang menjawab kekhawatiran saya. Beliau menjelaskan bahwa justru dengan semakin banyak riset yang dilakukan pada lokasi kajian yang serupa menggunakan metode yang berbeda, maka dapat semakin memperkaya literatur untuk mengkaji permasalahan dalam sudut pandang yang berbeda. Ini bukan kekurangan, tetapi sebuah peluang untuk melakukan perbandingan dan validasi terhadap penelitian-penelitian sebelumnya. Selain itu, Pak Andika juga menekankan pentingnya penelitian berkelanjutan pada area dengan permasalahan yang signifikan, karena ini dapat menjadi suatu peringatan kepada pemangku kebijakan karena permasalahan ini masih terus terjadi dan dikaji oleh peneliti, serta diharapkan dapat membantu mereka dalam mengambil tindakan mitigasi yang tepat.
Melalui proses panjang yang melibatkan literature review dan diskusi intensif, saya kemudian mengidentifikasi research gap yang sebenarnya dalam konteks penelitian rob di Semarang: Pertama, terdapat gap dalam aspek metodologi. Penelitian-penelitian sebelumnya belum sepenuhnya mengintegrasikan metode-metode modern (seperti DInSAR dan analisis harmonik pasang surut metode Least Square (Algoritma UTide)) dengan kerangka validasi berdasarkan data historis kejadian rob. Sistem referensi spasial yang digunakan dalam pemodelan perlu diperiksa dengan lebih teliti untuk memastikan konsistensi dan akurasi hasil. Kedua, dari segi cakupan wilayah yang mayoritas penelitian terdahulu hanya mencakup satu kecamatan atau area yang relatif terbatas di Semarang. Penelitian saya bertujuan untuk memberikan pemodelan spasio-temporal yang lebih komprehensif, mencakup seluruh pesisir Kota Semarang yang berbatasan langsung dengan garis pantai. Ketiga, aspek temporal dan validasi. Saya ingin mengintegrasikan analisis dalam jangka waktu lima tahun terakhir (tahun 2021-2025) dengan validasi berdasarkan historis kejadian rob pada periode yang sama, sehingga model yang dihasilkan tidak hanya akurat secara numerik, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara metodologis. Dengan demikian, akhirnya saya merasa lebih yakin dengan topik: "Pemodelan Spasio-Temporal Genangan Rob Berbasis Integrasi DInSAR dan Analisis Harmonik Pasang Surut Metode Least Square di Pesisir Kota Semarang Tahun 2021-2025".
Dalam proses pengerjaan proposal penelitian, secara struktural sudah diajarkan dalam mata kuliah Metodologi Penelitian, namun tantanganya adalah merancang dan menyusun ide penelitian kita dituangkan ke dalam struktural tersebut. Di sini lah awal dari layar laptop harus terus menyala, kopi harus selalu hadir, bahkan jam 12 malam menjadi waktu yang menurut saya "masih siang" untuk istirahat. Hingga pada akhirnya pada tanggal 25 Februari 2026 saya berada di Ruang PJSIG untuk melaksanakan Seminar Proposal Penelitian.


Proses seminar proposal menjadi babak pertama yang cukup menegangkan, dan Alhamdulillah telah berhasil terlewati dengan baik. Namun, ternyata pada fase setelahnya, terutama dalam proses pengolahan dan penyusunan hasil pembahasan nyatanya jauh challenging dan diluar dugaan saya. Diawali dengan permohonan data pasang surut ke BIG dengan surat permohonan yang harus ditandatangani oleh Rektor atau Wakil Rektor, memerlukan proses waktu yang cukup lama. Data pasang surut yang diberikan pun memiliki batasan periode data hanya 3 tahun, lebih dari itu diperlukan kerjasama antar instansi terlebih dahulu. Selain itu, dilakukan juga permohonan data historis kejadian rob di Kota Semarang yang ditujukan kepada BPBD Kota Semarang, yang untungnya kali ini prosesnya relatif lebih mudah karena tersedia mekanisme pengajuan data secara daring, sehingga data dapat diperoleh dengan lebih praktis.
Setelah itu, tantangan datang kembali ketika hasil analisis yang tidak sesuai dengan ekspektasi awal, seperti hasil yang tidak menunjukkan korelasi yang sempurna dan tren yang ternyata tidak linear, harus mengerahkan pemikiran mendalam dan menimbulkan kekhawatiran terhadap hasil yang telah olah. Agar memutus kekhawatiran tersebut, saya memilih untuk langsung mengkonsultasikan setiap kendala dalam penelitian dengan dosen pembimbing saya, yaitu Pak Ihsan dan Pak Andika. Dalam setiap bimbingan, kami berdiskusi untuk dapat memperoleh penyelesaian yang konkret dan solutif untuk menjawab berbagai kendala yang muncul. Ada satu penjelasan dari Pak Andika yang saya ingat, bahwa apapun pilihan yang saya ambil dalam penelitian, berarti itu menjadi tanggung jawab saya sendiri. Penelitian pun tidak harus selalu menghasilkan output yang bagus, ideal, linear, atau berkorelasi sempurna. Hasil yang tidak sesuai dengan ekspektasi bukan berarti merupakan hasil yang buruk. Hal yang membedakan adalah bagaimana saya mampu untuk menganalisisnya dan bagaimana saya bisa melakukan justifikasi setiap keputusan yang saya ambil. Penjelasan tersebut menjadi mindset yang cukup merubah perspektif saya dalam mengerjakan skripsi. Tidak perlu hasil yang sempurna. Tapi yang diperlukan adalah bagaimana saya dapat menjelaskan fenomena tersebut dengan logika dan pemahaman yang kuat.
Saya menyadari bahwa ternyata pengerjaan skripsi ini cukup memakan banyak waktu, tenaga, dan pikiran yang harus lebih dikerahkan. Berbagai tekanan pun mulai saya rasakan, terutama ketika waktu yang tersedia semakin terbatas dan tuntutan untuk segera menyelesaikan skripsi semakin besar. Namun, dengan diiringi doa dan dukungan dari orang-orang terdekat, langkah yang saya jalani terasa lebih ringan. Di sisi lain, beberapa persyaratan sidang yang telah saya cicil sejak jauh hari, seperti sertifikasi, Coursera, dan PTESOL, ternyata sangat membantu ketika saya mulai memasuki tahap pendaftaran sidang dan pada akhirnya saya dapat melakukan sidang hasil skripsi pada tanggal 22 Juli 2026. Fase ini menjadi babak yang lebih menegangkan dari sebelumnya. Namun, dengan persiapan, pemahaman dan kepercayaan diri yang siap untuk menghadapinya, maka kegiatan sidang skripsi pun dapat terlewati dengan baik. Betapa leganya ketika akhirnya saya berhasil melewati proses tersebut. Hal yang selama ini saya bayangkan begitu menakutkan ternyata tidak semenakutkan yang saya pikirkan ketika benar-benar saya jalani. Berbagai tanggapan dan saran dari para Dosen penguji diantaranya Ibu Dr. Nanin Trianawati Sugito, S.T., M.T., Ibu Tiara Handayani, M.Sc., dan Ibu Siti Zahrotunisa, S.Si., M.Sc., menjadi bagian penting dalam penyempurnaan hasil skripsi saya. Masukan yang diberikan membantu saya memperbaiki berbagai bagian penelitian sehingga skripsi yang saya hasilkan dapat menjadi karya akhir yang lebih baik.


Hingga akhirnya, pada 14 Agustus 2026, saya bersama rekan-rekan SaIG lainnya mengikuti kegiatan yudisium. Alhamdulillah, setelah melewati seluruh proses tersebut, saya dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude.


Saya merefleksikan dari seluruh proses perjalanan skripsi ini, bahwa pengerjaan skripsi ini tidak harus selalu sempurna. Justru ketika kita menerima hasil yang tidak linear dan berusaha keras untuk memahami akar dibalik fenomena tersebut, itulah saat pemahaman yang sebenarnya terbentuk dan kontribusi penelitian yang sebenarnya tercipta. Fase skripsi menjadi salah satu perjalanan paling kompleks yang pernah saya alami. Begitu banyak hal terjadi di luar ekspektasi saya, ada rasa lelah, khawatir, bingung, senang, hingga lega yang datang silih berganti. Namun, tanpa terasa, mahasiswa yang dulu datang dengan begitu banyak ketidaktahuan itu kini telah sampai di penghujung perjalanan dan menyandang gelar S.Geo. Tanpa terasa empat tahun berkuliah di SaIG ini tidak hanya sekadar tentang menyelesaikan tugas dan memenuhi kewajiban akademik, banyak pembelajaran, pengalaman, dan cerita yang perlahan di setiap fase yang terlewati dengan suka dan duka, tangis dan tawa, jatuh dan bangkit, serta kebersamaan dengan orang-orang yang membuat perjalanan ini terasa lebih berarti.
Untuk adik tingkat yang akan atau sedang menjalani fase serupa, tetap semangat dalam menghadapi setiap prosesnya. Apa pun kendala yang dihadapi, percayalah selalu ada “jalan” dari setiap kesulitan. Jangan terlalu mengejar kesempurnaan, tetapi kejarlah pemahaman yang mendalam terhadap penelitian yang sedang kamu kerjakan. Memang tidak ada proses yang instan, dan tidak harus selalu melakukan hal besar setiap harinya; cukup pastikan ada progres, sekecil apa pun itu, dan jangan lupa untuk menikmati prosesnya. Dari pengalaman saya, hal-hal yang terlihat sederhana jika mulai dicicil sejak awal justru dapat sangat membantu ketika memasuki tahap akhir, seperti menyelesaikan persyaratan sidang, mengikuti Coursera, tes PTESOL, sertifikasi, maupun berbagai persiapan lainnya. Jadi, lakukan apa yang memang bisa kamu lakukan hari ini, selesaikan satu per satu, dan percaya bahwa kamu akan sampai pada waktunya.
Terakhir dan yang terpenting, semua pencapaian saya tidak dapat terwujud tanpa dukungan dari berbagai pihak yang telah membersamai saya dalam melewati berbagai fase “pasang surut” perjalanan skripsi ini. Saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dr. Andika Permadi Putra, S.T., M.T, selaku Dosen Pembimbing II, yang sejak awal pemilihan topik hingga skripsi ini terselesaikan telah memberikan inspirasi, arahan, bimbingan, dan pemahaman yang begitu berarti bagi saya. Berbagai insight yang Bapak berikan tidak hanya membantu saya dalam menyelesaikan penelitian, tetapi juga mengajarkan saya untuk melihat suatu permasalahan dengan cara berpikir yang lebih mendalam, khususnya dalam memahami topik Survei Hidrografi yang sebelumnya masih sangat terbatas bagi saya. Terima kasih juga saya sampaikan kepada Bapak Dr. Ir. Muhammad Ihsan, S.T., M.T., selaku Dosen Pembimbing I sekaligus Koordinator Akademik Prodi SaIG, yang senantiasa mendukung dan mengusahakan yang terbaik bagi mahasiswanya selama proses perkuliahan hingga penyelesaian skripsi. Berbagai arahan, saran, dan masukan yang Bapak berikan, baik dalam penyusunan skripsi maupun dalam perjalanan akademik saya selama berkuliah, menjadi bagian yang sangat berarti dan turut mengantarkan saya hingga dapat sampai di titik ini.



Selama menjalani perkuliahan dari awal hingga akhir, tak lepas saya berterima kasih kepada Dosen Pembimbing Akademik saya, Ibu Dr. Nanin Trianawati Sugito, S.T., M.T., yang di tengah kesibukannya selalu membantu dan mendampingi berbagai proses akademik yang saya jalani. Terima kasih atas perhatian, arahan, dan waktu yang Ibu berikan selama saya menempuh pendidikan di SaIG. Terima kasih juga saya sampaikan kepada Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Program Studi Sains Informasi Geografi, yang sejak pertama kali saya menginjakkan kaki di Prodi SaIG hingga akhirnya dapat menyelesaikan seluruh proses perkuliahan, telah senantiasa membersamai dan memfasilitasi perjalanan saya sebagai mahasiswa. Berbagai arahan dan masukkan yang Bapak berikan tidak hanya membantu saya melewati berbagai proses akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi saya untuk belajar, berkembang, serta pesan terkait kekeluargaan dan kebersamaan di SaIG menjadikan bagian dari perjalanan yang membuat empat tahun di SaIG terasa begitu berarti. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh staf Prodi dan fakultas yang telah membantu berbagai keperluan administrasi selama perkuliahan hingga penyelesaian studi. Terima kasih atas bantuan dan pelayanan yang telah diberikan selama perjalanan saya sebagai mahasiswa SaIG.
Lalu teruntuk orangtua dan kakak adik saya, terima kasih telah selalu mendoakan tanpa henti, mengupayakan yang terbaik tanpa lelah, memudahkan semua kebutuhan sehari-hari saya, dan selalu mendukung setiap proses perkuliahan saya dari awal hingga akhir. Terima kasih telah menjadi penyemangat dan penghibur dikala suka dan duka yang dialami, serta percaya pada saya bahkan di saat-saat ketika saya meragukan diri sendiri.
Terima kasih saya sampaikan kepada sahabat terdekat saya, yang selalu hadir menjadi bagian dari perjalanan ini sebagai penyemangat, pendengar yang baik, dan tempat berbagi cerita di tengah berbagai hal yang saya lalui selama perkuliahan. Terima kasih untuk setiap dukungan, doa, obrolan, tawa, dan kebersamaan selama diperkuliahan yang begitu berarti. Waktu awal masuk perkuliahan, saya belum mengenal siapa-siapa hingga empat tahun kemudian begitu banyak cerita dan kenangan yang tercipta bersama.
Terakhir, untuk seluruh teman SaIG yang saya kenal, saya mengucapkan terima kasih atas segala cerita, pengalaman, dan kenangan yang tercipta sejak awal kita bertemu hingga akhirnya saya dapat menyelesaikan studi. Sungguh menyenangkan bisa mengenal kalian dengan berbagai latar belakang dan karakter yang berbeda. Terima kasih telah bersama-sama melewati dan merayakan setiap proses yang kita jalani, khususnya bersama Amertaraga SaIG 22, mulai dari kaderisasi, perkuliahan, tugas, praktikum, KKL, magang, himpunan, hingga berbagai pengalaman lainnya. Kebersamaan kalian membuat kehidupan perkuliahan saya tidak hanya berwarna, tetapi penuh dengan keceriaan, cerita, dan kenangan berharga yang akan selalu saya ingat. Sampai jumpa diperjalanan berikutnya:)
