Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Kuliah Mengajarkan Ilmu, Tetapi Seni Membuat Saya Tetap Hidup

Penulis: Sulthan Raffi Muzakki (SaIG, 2507394)

Penyunting: Tio Noviar

Pendahuluan
Bagi sebagian orang, kuliah mungkin hanya tentang datang ke kelas, mengerjakan tugas, lalu pulang. Namun bagi saya, ada hal lain yang selalu ingin saya kejar di tengah kesibukan akademik, yaitu menciptakan karya. Dunia seni, khususnya film, menjadi ruang bagi saya untuk menerjemahkan emosi, keresahan, dan cara saya memandang kehidupan ke dalam visual. Bagi saya, menjalani hari tanpa proses mencipta terasa seperti kehilangan sebagian dari diri sendiri. Karena itu, berkarya bukan hanya sekadar hobi, melainkan bagian dari cara saya memahami dan menjalani hidup.

Dok. Penulis

Isi
Keinginan untuk terus berkarya membawa saya bertemu dengan tim film A Stranger Lovers. Dalam proyek ini, saya dipercaya menjadi sutradara, sebuah peran yang membuat saya memahami bahwa film bukan hanya tentang kamera atau dialog, tetapi tentang bagaimana perasaan dapat dihidupkan melalui visual dan cerita. Menjadi sutradara mengajarkan saya untuk menyatukan banyak pikiran, emosi, dan visi menjadi satu karya yang utuh.

Di tengah jadwal kuliah, tugas, dan aktivitas lainnya, proses produksi film ini tentu tidak berjalan mudah. Namun justru di tengah kesibukan itulah saya merasa paling hidup. Setiap proses brainstorming, pengambilan gambar, hingga editing menjadi perjalanan yang sangat berarti karena saya dipertemukan dengan banyak orang hebat yang memiliki semangat dan mimpi yang sama dalam dunia kreatif. Bersama tim A Stranger Lovers, saya belajar bahwa passion terhadap seni mampu membuat seseorang terus berjalan, bahkan ketika keadaan terasa melelahkan.

Bagi saya, film bukan sekadar hiburan. Film adalah medium untuk menyampaikan rasa, menyimpan kenangan, dan meninggalkan jejak pemikiran. Karena itu, menyutradarai A Stranger Lovers terasa sangat personal. Saya ingin menciptakan karya yang tidak hanya ditonton, tetapi juga dapat dirasakan oleh orang lain.

Dok. Penulis

Penutup
Melalui pengalaman ini, saya semakin percaya bahwa kesibukan kuliah bukan alasan untuk berhenti mencipta. Justru di tengah rutinitas akademik, seni menjadi ruang untuk tetap hidup, berkembang, dan mengenal diri sendiri lebih jauh. Saya percaya bahwa karya akan selalu menemukan jalannya, bahkan di tengah keterbatasan dan kesibukan. Sebab bagi saya, seni bukan sekadar aktivitas sampingan, melainkan bagian dari tujuan hidup yang ingin terus saya jalani.

Dok. Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *