Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Mahasiswa Pendidikan Sosiologi UPI Terpilih sebagai Duta Genre Kota Bandung 2026 dan Raih Best Talent

Semangat untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi bagi generasi muda mengantarkan Dini Febra Auralia, mahasiswa semester 3 Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), meraih prestasi sebagai Duta Genre Kota Bandung 2026 sekaligus raih kategori Best Talent dalam ajang yang diselenggarakan pada Juni 2026.

Pencapaian tersebut menjadi salah satu wujud keberanian Dini dalam mengembangkan potensi diri sekaligus mengambil peran dalam kegiatan yang berorientasi pada pengembangan dan pemberdayaan remaja. 

Ketertarikan Dini terhadap dunia Generasi Berencana (Genre) sebenarnya telah tumbuh sejak dirinya masih duduk di bangku SMA. Saat menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Pringsewu, Dini aktif mengikuti kegiatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Pengalaman tersebut menjadi langkah awal yang memperkenalkannya pada berbagai kegiatan yang berkaitan dengan remaja sekaligus menumbuhkan keinginannya untuk terlibat lebih jauh dalam program Genre.

Ketika melanjutkan pendidikan tinggi di Bandung, ketertarikan tersebut kembali dikembangkan melalui keikutsertaannya dalam pemilihan Duta Genre Kota Bandung 2026. Bagi Dini, kesempatan tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar sekaligus berkontribusi dalam memotivasi dan memberikan dampak positif bagi remaja di Kota Bandung.

Untuk mempersiapkan diri menghadapi rangkaian seleksi, Dini meningkatkan kemampuan public speaking, memperdalam pemahaman mengenai materi Genre, serta berkonsultasi dengan para Duta Genre Kota Bandung. Persiapan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk FORTAPE, Universitas Pendidikan Indonesia, Kecamatan Sukasari, keluarga, dan teman-teman.

Berbagai dukungan yang diterima menjadi salah satu sumber motivasi bagi Dini untuk menjalani setiap tahapan dengan maksimal. Proses tersebut tidak hanya membantunya dalam mempersiapkan diri menghadapi seleksi, tetapi juga memberikan kesempatan untuk terus mengembangkan kemampuan dan membangun kepercayaan diri.

Dalam prosesnya, Dini juga menghadapi tantangan, khususnya dalam mengatur waktu. Aktivitasnya sebagai mahasiswa yang aktif mengikuti kegiatan kampus dan UKM harus berjalan beriringan dengan perkuliahan serta rangkaian kegiatan Duta Genre. Tantangan tersebut semakin terasa karena beberapa rangkaian kegiatan berlangsung bertepatan dengan masa ujian.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat Dini berhenti berusaha. Ia memilih untuk mengatur waktu dengan lebih baik, menentukan prioritas, dan tetap menjalankan setiap tanggung jawab yang dimilikinya. Kemampuan dalam mengelola waktu menjadi salah satu pembelajaran penting yang diperolehnya selama mengikuti rangkaian Duta Genre.

Bagi Dini, mahasiswa berprestasi bukan hanya mereka yang mampu memperoleh penghargaan atau pencapaian tertentu. Lebih dari itu, mahasiswa berprestasi adalah mereka yang memiliki kemauan untuk terus belajar, mencari ilmu, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

Menurutnya, prestasi seharusnya tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Seorang mahasiswa juga diharapkan dapat menjadi sosok yang memberikan pengaruh positif dan memotivasi orang-orang di lingkungannya. Pengalaman yang dilalui Dini dalam ajang Duta Genre Kota Bandung 2026 juga memberikan sebuah pemaknaan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir. Proses selama mengikuti kegiatan justru menjadi bagian penting dalam membentuk kemampuan dan karakter seseorang.

Ia berpesan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi maupun kegiatan pengembangan diri agar tidak terlalu berfokus pada hasil. Setiap proses yang dijalani, menurutnya, merupakan kesempatan untuk belajar dan menjadi pribadi yang lebih baik.

“Pembelajaran yang paling bermakna adalah berproses dengan baik dan menjadi pribadi yang berkembang selama kegiatan. Hasil hanyalah bonus; yang membentuk kita adalah proses,” ungkapnya.

Selain itu, Dini juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak menjadikan pencapaian orang lain sebagai tolok ukur utama dalam menilai diri sendiri. Menurutnya, perkembangan diri dari waktu ke waktu jauh lebih penting untuk diperhatikan.

Perjalanan Dini dalam ajang Duta Genre Kota Bandung 2026 menunjukkan bahwa prestasi dapat tumbuh dari keberanian untuk mencoba, kemauan untuk terus belajar, serta konsistensi dalam menjalani setiap proses. Pencapaiannya sebagai Duta Genre Kota Bandung 2026 sekaligus Best Talent diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Pendidikan Sosiologi UPI untuk terus mengembangkan potensi, berani mengambil kesempatan, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *