Penulis: Najla Azzahra (SaIG, 2304545) dan Vira Halimatun Azizah (SaIG, 2311584)
Penyunting: Reva Laelatul Zahra (2409434)
Abstrak
Kunjungan lapangan dalam mata kuliah Manajemen Proyek menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk melihat langsung bagaimana teori yang dipelajari di kelas diterapkan dalam dunia kerja. Melalui kunjungan ke PT Geo Stroom Indonesia perusahaan konsultan geosains dan desain teknik mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang bagaimana proyek geospasial dirancang, dikelola, dan dievaluasi. Artikel ini mengulas berbagai aspek manajemen proyek yang diterapkan perusahaan, mulai dari strategi perolehan proyek, pengelolaan biaya dan waktu, hingga pengembangan sumber daya manusia dan kontrol kualitas. Lebih dari sekadar observasi teknis, pengalaman ini memperlihatkan pentingnya pendekatan yang tidak hanya presisi secara data, tetapi juga peka terhadap konteks sosial dan kebutuhan klien. Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang mempertemukan logika akademik dengan dinamika profesional secara langsung.
Abstract
The field visit conducted as part of the Project Management course offered students a valuable opportunity to witness how classroom theories translate into professional practice. By visiting PT Geo Stroom Indonesia a geoscience and technical design consultancy students gained firsthand insights into the real-world dynamics of managing geospatial projects. This article explores key aspects of the company’s project management approach, including acquisition strategies, budgeting, scheduling, human resource coordination, and quality assurance. More than just a technical observation, the experience highlighted the importance of combining data-driven precision with a human-centered mindset. It served as a meaningful learning space where academic understanding met the realities of professional execution.

Pada tanggal 22 Juli 2025 kemarin, kami mendapat kesempatan untuk melakukan kunjungan ke PT Geo Stroom Indonesia. Kunjungan ini bukan hanya sekadar kegiatan akademis, namun juga menjadi peluang kami dalam mengaplikasikan teori yang telah dipelajari ke dalam praktik nyata di lapangan.
- Geo Stroom Indonesia, terletak di Jl. Pinus Raya No.20, Babakan Penghulu, Kec. Cinambo, Kota Bandung. Perusahaan ini dikenal sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang geoteknik, memberikan banyak wawasan mendalam mengenai penerapan teknologi geospasial yang kami pelajari di perkuliahan. Di kunjungan ini juga, kami berkesempatan untuk berdiskusi secara langsung oleh Pak Dr. Ir. Diky Irawan, S, S.Si., M.T selaku direktur utama atau CEO dari PT. Geo Stroom Indonesia.
Diskusi diawali dengan perkenalan kami dan tujuan mengunjungi perusahaan ini. Kemudian dilanjutkan Pak Diky memberikan informasi mengenai PT. Geo Stroom Indonesia. PT. Geo Stroom Indonesia ini berdiri di Februari 2017 di Bandung, Jawa Barat, Indonesia, oleh para
profesional berpengalaman di bidang survei geosains dan desain teknik. Para pendiri Geo Stroom memiliki lebih dari lima belas tahun pengalaman dalam akuisisi, pengolahan, dan interpretasi data geofisika.
Visi mereka cukup ambisius: jadi pelopor integrasi antara sains dan teknologi dalam dunia geospasial. Misinya pun nggak kalah menarik menciptakan solusi yang lebih baik lewat penerapan teknologi, dengan nilai utama berupa kepuasan klien dan pelayanan yang inovatif,
Dalam hal perolehan proyek, PT Geo Stroom punya dua jalur utama:
- On Call (90–95%): Ini jalur yang paling sering dipakai. Klien langsung menghubungi, lalu tim Geo Stroom menyusun penawaran, melakukan negosiasi, dan lanjut ke kontrak. ● Tender (5–10%): Jalur ini lebih formal. Ada pengumuman, pendaftaran, pengambilan dokumen, presentasi, dan akhirnya pengumuman pemenang.
Sampai sekarang, mereka sudah menangani lebih dari 109 proyek, dan masih ada tiga yang sedang berjalan. Menariknya, perusahaan ini sangat fleksibel dalam bernegosiasi. Kalau klien punya keterbatasan anggaran, mereka nggak langsung bilang “tidak bisa” tapi justru cari cara agar proyek tetap jalan, misalnya dengan menyesuaikan jumlah lintasan survei atau skema kerja.
Di balik setiap proyek geospasial yang sukses, ada sistem manajemen yang rapi tapi tetap fleksibel. Selama kunjungan ke PT Geo Stroom Indonesia, kami diajak melihat langsung bagaimana perusahaan ini mengelola proyek dari berbagai sisi mulai dari biaya, waktu, SDM, sampai kualitas. Dan ternyata, semuanya dijalankan dengan pendekatan yang cukup luwes dan responsif.
Soal pembayaran, Geo Stroom nggak terlalu kaku. Klien bisa bayar langsung atau lewat sistem termin, tergantung kesepakatan. Kalau ada keterbatasan anggaran dari klien, perusahaan juga terbuka untuk negosiasi. Yang penting, semua tetap tercatat rapi lewat dokumen seperti KAK, TOR, SOW, dan PO. Jadi, meskipun fleksibel, administrasinya tetap profesional.
Karena sebagian besar proyek datang dari permintaan langsung (on call), tim Geo Stroom harus sigap dan cepat tanggap. Estimasi waktu kerja biasanya disusun sejak awal bareng klien, lalu dievaluasi dalam tiga tahap: saat proyek berjalan, setelah lapangan selesai, dan saat proyek benar-benar rampung. Meskipun nggak pakai Kurva S, ritme kerja mereka tetap terukur dan realistis.
Geo Stroom punya sekitar 25 karyawan dengan latar belakang yang beragam dari geofisika, geologi, geodesi, manajemen, sampai hukum. Perusahaan juga aktif memberi ruang untuk berkembang: ada program magang, pelatihan, sertifikasi, bahkan beasiswa S2. Yang menarik,
warga lokal di sekitar lokasi proyek juga sering diajak terlibat sebagai tenaga teknis. Jadi, proyek bukan cuma soal data, tapi juga soal memberdayakan orang.
Untuk menjaga kualitas, Geo Stroom menerapkan pengawasan lapangan dan laporan harian (daily report). Evaluasi dilakukan setiap hari untuk memastikan semua berjalan sesuai standar. Tim lapangan dan tim kantor saling terhubung, jadi kalau ada kendala, bisa langsung ditangani.
