
Tim Enpineas 2025, yang beranggotakan Bilqis Zahra Hanifah (Pendidikan IPS 22), Kayyisah Haura' Rajiyyah Jinan (Pendidikan IPS 24), Nadya Noor Firdaus (Teknik Kimia 24), dan M. Ilham Firmansyah (Pendidikan Teknik Mesin 23) yang dibimbing oleh Dr. Dina Siti Logayah, M.Pd, berhasil lolos ke tahap pameran KMI Expo 2025 di Universitas Tidar (Untidar) Magelang. Keberhasilan ini menandai pencapaian penting bagi tim mahasiswa tersebut dalam upaya memperkenalkan inovasi produk ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal.
Proyek Enpineas berfokus pada pengembangan produk pembersih berbasis ecoenzym dari kulit nanas. Ecoenzym adalah bioproduk yang dibuat melalui proses fermentasi bahan organic kulit buah nanas yang menghasilkan enzim dan zat aktif alami — yang dapat dimanfaatkan sebagai pembersih, antiseptik ringan, dan formulasi ramah lingkungan. Pendekatan ini memanfaatkan limbah kulit nanas yang selama ini kurang dimanfaatkan, mengubahnya menjadi nilai tambah ekonomi sekaligus solusi yang lebih berkelanjutan.
Produk andalan yang dipamerkan Tim Enpineas terdiri dari dua lini utama: sabun multifungsi Enpineas dan Seraphine by Enpineas — sebuah sanitizer berbasis ecoenzym kulit nanas. Sabun multifungsi dirancang untuk kebutuhan bersih-bersih harian dengan kemampuan pembersih pakaian, pembersih piring dan alat makan, serta pembersih lantai serta efektif terhadap kotoran sehari-hari tanpa bahan kimia keras. Sementara Seraphine dikembangkan sebagai sanitizer yang mengutamakan bahan alami, memanfaatkan sifat enzimatis dan antimikroba yang muncul dari proses ecoenzym, sehingga menjadi alternatif yang lebih lembut untuk kulit dan lebih ramah lingkungan dibandingkan produk berbahan dasar alkohol kuat.


Keberhasilan lolos ke KMI Expo 2025 memberi Tim Enpineas kesempatan menampilkan inovasi di panggung nasional, berinteraksi dengan juri, pelaku industri, dan pengunjung yang datang. Selain aspek teknis produk, tim juga menonjolkan nilai keberlanjutan: penggunaan limbah organik lokal, pengurangan bahan kimia sintetis, dan potensi pemberdayaan rantai pasok lokal jika produk ini dikomersialkan lebih luas.
Untuk informasi lebih lanjut, perkembangan, dan dokumentasi kegiatan tim, publik dapat mengikuti akun Instagram resmi: @enpineas.eco. Akun tersebut memuat foto produk, proses pembuatan ecoenzym, serta update kegiatan tim selama persiapan KMI Expo 2025.
Dengan lolosnya Tim Enpineas ke tahap pameran KMI Expo, proyek ini tidak hanya menunjukkan potensi inovasi berbasis sumber daya lokal tetapi juga menegaskan peran mahasiswa dalam menghadirkan solusi ramah lingkungan yang dapat diadopsi oleh masyarakat luas. Semoga langkah ini membuka peluang kolaborasi dan skala produksi yang lebih besar di masa mendatang.