KUNINGAN, ipai.upi.edu – Geliat literasi di kalangan generasi muda terus menunjukkan tren positif, terutama dengan lahirnya sosok-sosok inspiratif yang siap menjadi motor penggerak minat baca. Kabar membanggakan datang dari salah satu putra terbaik Program Studi Ilmu Pengetahuan Agama Islam (IPAI) FPIPS UPI, Faiz Firdaus. Mahasiswa angkatan 2023 ini berhasil meraih prestasi prestisius sebagai Juara 2 Putra Duta Baca Kabupaten Kuningan Tahun 2026. Kemenangan ini diraih setelah melalui rangkaian seleksi ketat yang menguji wawasan, kemampuan komunikasi, serta dedikasi dalam memajukan budaya literasi di wilayah Kuningan. Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga merefleksikan kualitas mahasiswa IPAI yang mampu bersinar di berbagai bidang strategis.
Literasi sebagai Pilar Peradaban dan Dakwah
Prestasi yang diraih oleh Faiz Firdaus merupakan cerminan dari penguasaan soft skills yang komprehensif. Sebagai Duta Baca, Faiz mengemban amanah untuk menjadi katalisator bagi masyarakat, khususnya generasi Z, agar kembali mencintai buku dan informasi yang berkualitas. Dalam konteks Program Studi IPAI, literasi memiliki akar yang kuat dalam konsep Iqra’, yakni perintah untuk membaca sebagai kunci pembuka peradaban. Faiz berhasil mengintegrasikan nilai-nilai religius dengan semangat literasi modern, menjadikannya sosok yang unggul dalam penguasaan konten sekaligus retorika di depan publik.
Dukungan penuh diberikan oleh pimpinan Prodi IPAI dan FPIPS UPI atas pencapaian ini. Keberhasilan Faiz membuktikan bahwa mahasiswa IPAI memiliki daya saing tinggi untuk berkontribusi secara nyata bagi daerah asalnya. Hal ini selaras dengan jargon UPI sebagai kampus "Pelopor dan Unggul" yang senantiasa mendorong mahasiswanya untuk berprestasi di kancah regional maupun nasional.
Perspektif Teoritis: Literasi dalam Transformasi Pendidikan Islam
Capaian Faiz Firdaus dalam ajang Duta Baca ini sangat relevan jika ditinjau dari kacamata ilmiah pendidikan. Literasi bukan sekadar keterampilan teknis membaca dan menulis, melainkan sarana transformasi kognitif dan sosial. Secara teoretis, peningkatan literasi pada mahasiswa berhubungan erat dengan kemampuan berpikir kritis (critical thinking) yang menjadi modal utama dalam menghadapi arus disrupsi informasi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang diterbitkan dalam Jurnal Pendidikan Agama Islam (terakreditasi Sinta), yang menyatakan bahwa pengembangan literasi berbasis nilai-nilai Islam berkontribusi signifikan terhadap peningkatan efikasi diri mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai agen perubahan di masyarakat (Hidayat & Aziz, 2023).
Melalui peran barunya sebagai Duta Baca, Faiz diharapkan mampu mengimplementasikan strategi literasi yang inklusif. Di dunia akademis, literasi digital dan literasi informasi kini menjadi kompetensi wajib bagi calon pendidik agama. Dengan memenangkan ajang ini, Faiz telah menunjukkan bahwa ia memiliki landasan yang kuat untuk menjadi pendidik yang tidak hanya mahir dalam ilmu agama, tetapi juga berwawasan luas dalam literasi multidimensional.
Kontribusi Terhadap SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Kemenangan Faiz Firdaus juga menjadi poin penting dalam mendukung pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas). Sebagai Duta Baca, ia berperan langsung dalam meningkatkan akses dan minat terhadap sumber belajar yang berkualitas di masyarakat. Upaya ini merupakan bentuk nyata komitmen institusi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berdampak bagi ekosistem pendidikan di sekitarnya. Dengan literasi yang kuat, kesenjangan pengetahuan dapat diminimalisir, dan masyarakat akan memiliki bekal yang lebih baik dalam menentukan masa depan mereka.
Selain itu, prestasi ini mempertegas peran Program Studi IPAI UPI dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui pilar pendidikan. Sinergi antara prestasi individu mahasiswa dengan visi institusi menciptakan harmoni yang mendorong terciptanya masyarakat yang melek informasi dan memiliki karakter yang kokoh. Faiz kini menjadi representasi nyata dari bagaimana pendidikan di UPI mampu melahirkan individu yang solutif bagi tantangan literasi bangsa.
Prestasi yang diraih oleh Ananda Faiz Firdaus adalah pengingat bagi kita semua bahwa kesuksesan lahir dari perpaduan antara kerja keras, doa, dan semangat untuk memberi manfaat bagi sesama. Menjadi Juara 2 Putra Duta Baca Kuningan hanyalah awal dari pengabdian panjang untuk mencerahkan umat melalui ilmu pengetahuan. Mari kita jadikan pencapaian ini sebagai pelecut semangat bagi seluruh mahasiswa IPAI untuk tidak pernah berhenti berkarya dan mengukir prestasi di bidang apa pun yang ditekuni. Jadilah inspirasi, teruslah menebar manfaat, dan harumkan nama IPAI UPI di mana pun kaki berpijak. Selamat berjuang mengemban amanah, Faiz!
