Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Menjemput Cahaya Ramadhan: Dr. KH. Aam Abdussalam Bedah Makna Cinta dalam Kajian Tafsir Tarbawi

BANDUNG – Menyambut fajar Ramadhan yang penuh keberkahan, Badan Eksekutif Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Ilmu Pengetahuan Agama Islam (BEM Hima IPAI) UPI kembali menyelenggarakan agenda spiritual unggulannya. Pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, pukul 05.00 WIB s.d. Selesai, telah dilaksanakan Kajian Rutin Tafsir Tarbawi melalui platform Zoom Meeting. Kajian edisi spesial ini mengangkat tema yang sangat menyentuh kalbu, yakni "Ramadhan Bulan Penuh Cahaya dalam Buaian Cinta", dengan menghadirkan pakar pendidikan Islam, Dr. KH. Aam Abdussalam, M.Pd. sebagai narasumber utama.

Internalisasi Nilai Tarbiyah dalam Momentum Ramadhan

Kajian Tafsir Tarbawi merupakan agenda intelektual-religius yang bertujuan untuk menggali dimensi kependidikan di balik ayat-ayat suci Al-Qur'an. Dalam pemaparannya, Dr. KH. Aam Abdussalam menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah proses tarbiyah (pendidikan) jiwa yang berbasis pada cinta kepada Sang Khalik. Cahaya Ramadhan dipandang sebagai metafora pencerahan intelektual dan spiritual yang harus mampu mengubah perilaku seorang mukmin menjadi lebih beradab dan berilmu.

Secara teoretis, pendekatan tafsir tarbawi dalam pendidikan karakter selaras dengan prinsip-prinsip pengembangan afektif dalam pedagogi Islam. Merujuk pada studi dalam jurnal bereputasi seperti Journal of Islamic Education atau publikasi terakreditasi Sinta mengenai spiritual pedagogy, integrasi nilai-nilai qur’ani ke dalam kesadaran emosional mahasiswa terbukti efektif dalam membentuk resiliensi moral di tengah tantangan zaman. Pendidikan yang berbasis pada "buaian cinta" ilahiyah ini menciptakan motivasi belajar yang tulus dan berkelanjutan dalam diri mahasiswa.

Relevansi dengan SDG 4: Mewujudkan Karakter Pendidikan Berkualitas

Pelaksanaan kajian rutin ini merupakan kontribusi nyata Prodi IPAI dan BEM Hima IPAI dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDG) Nomor 4 (Pendidikan Berkualitas). Pendidikan berkualitas tidak hanya diukur dari penguasaan sains dan teknologi, tetapi juga dari pemantapan fondasi karakter dan etika. Dengan memberikan akses edukasi spiritual yang konsisten bagi mahasiswa dan umum, program ini memastikan terciptanya lingkungan belajar yang inklusif serta mempromosikan nilai-nilai perdamaian dan toleransi yang bersumber dari pemahaman agama yang benar.

Melalui fasilitas daring, kajian ini mampu menjangkau peserta dari berbagai kalangan tanpa terbatas ruang fisik. Hal ini menunjukkan komitmen institusi dalam memanfaatkan teknologi informasi untuk syiar pendidikan Islam yang moderat dan mencerahkan, sekaligus memperkuat pilar lifelong learning bagi seluruh civitas akademika.

Konsistensi BEM Hima IPAI dalam Membina Spiritual Mahasiswa

Kegiatan yang dikelola oleh Kabinet Baituna BEM Hima IPAI UPI ini mencerminkan dinamika organisasi mahasiswa yang positif dan berorientasi pada nilai. Di tengah kesibukan akademik, mahasiswa IPAI tetap mampu menginisiasi ruang-ruang kontemplatif yang menjaga keseimbangan antara dzikir dan fikir. Kehadiran narasumber kompeten seperti Dr. KH. Aam Abdussalam memberikan garansi kualitas keilmuan yang disampaikan dalam setiap pertemuan.

Partisipasi aktif peserta dalam sesi tanya jawab menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa untuk mendalami tafsir Al-Qur'an dari sudut pandang kependidikan. Harapannya, kajian ini tidak hanya berhenti sebagai rutinitas sabtu pagi, namun mampu menjadi bekal bagi para calon guru agama Islam dalam menyampaikan pesan-pesan ramadhan yang penuh cinta dan kesejukan kepada masyarakat luas kelak.

Kajian Tafsir Tarbawi ini mengingatkan kita bahwa setiap ayat yang kita baca adalah cahaya yang seharusnya menerangi sudut-sudut gelap dalam hati kita. Menjelang Ramadhan, mari kita persiapkan diri bukan hanya secara fisik, tetapi juga melalui penguatan pemahaman ilmu agar setiap ibadah yang kita lakukan berlandaskan kecintaan yang mendalam kepada Allah SWT.

Mari kita istiqomah dalam menuntut ilmu dan menghadiri majelis-majelis ilmu seperti ini. Jadikan setiap kajian sebagai tangga untuk meningkatkan derajat keimanan dan intelektualitas kita. Semoga setiap tetes ilmu yang didapatkan menjadi amal jariyah dan membawa keberkahan bagi perjalanan akademik dan kehidupan kita semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *