BANDUNG – Program Studi Ilmu Pengetahuan Agama Islam (IPAI) terus memperkuat tradisi keilmuan dan spiritualitas melalui dukungan terhadap kegiatan edukasi berkelanjutan. Pada hari Jumat, 27 Februari 2026, pukul 21.00 - 22.30 WIB, telah dilaksanakan Halaqah AWM Mingguan yang mengangkat tema sentral "Dzikir & Fikir Solusi Kehidupan". Forum intelektual-spiritual yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini menghadirkan perpaduan perspektif dari akademisi dan praktisi internasional guna menjawab tantangan kehidupan modern yang kian kompleks.
Sinergi Intelektual dan Spiritual dalam Tradisi Halaqah
Halaqah kali ini menghadirkan dua tokoh utama sebagai pemantik dan pembahas. KH. Abdul Wahid Maktub, seorang President University Lecturer sekaligus diplomat senior, bertindak sebagai pemantik diskusi. Beliau memberikan wawasan mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara kecerdasan batin (dzikir) dengan kecerdasan logika (fikir) dalam menghadapi disrupsi global. Sementara itu, posisi pembahas diisi oleh Prof. Dr. H. Ach. Fathoni Rodli, M.Pd., yang menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Ahli dan Dosen Republik Indonesia (ADRI).
Dalam diskursus pendidikan Islam, integrasi dzikir dan fikir merupakan pilar utama dalam pembentukan karakter Ulul Albab. Merujuk pada artikel dalam jurnal bereputasi seperti Journal of Islamic Studies atau publikasi terakreditasi Sinta, sinergi antara kontemplasi spiritual dan observasi ilmiah merupakan metodologi yang efektif untuk mencapai resiliensi psikologis dan kognitif di era informasi. Pendekatan ini memastikan bahwa kemajuan intelektual tetap berpijak pada nilai-nilai ketuhanan yang substansial.
Kontribusi Terhadap SDG 4 dan SDG 16
Kegiatan rutin ini secara eksplisit mendukung target SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menyediakan akses pendidikan non-formal yang inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat, mulai dari mahasiswa, dosen, ASN, hingga pengusaha. Forum ini menjadi ruang belajar terbuka yang melampaui sekat-sekat akademik formal, memungkinkan terjadinya transfer pengetahuan yang kaya akan nilai etika dan moral.
Selain itu, halaqah ini juga bersinggungan dengan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh). Dengan mempromosikan dialog berbasis "Dzikir dan Fikir", forum ini membantu menciptakan masyarakat yang lebih tenang, bijaksana, dan mampu menyelesaikan konflik atau persoalan hidup secara damai melalui kejernihan berpikir. Kehadiran diplomat dan pimpinan asosiasi dosen dalam satu forum memperkuat kelembagaan pendidikan dalam menyebarkan pesan-pesan perdamaian berbasis ilmu pengetahuan.
Inklusivitas dan Keberlanjutan Edukasi Masyarakat
Salah satu kekuatan utama dari Halaqah AWM Mingguan ini adalah sifatnya yang sangat inklusif. Forum ini tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan akademisi, tetapi juga merangkul Habaib, Guru Besar, praktisi hukum/diplomat, pengusaha, hingga masyarakat umum. Keberagaman peserta ini menciptakan ruang diskusi yang kaya akan sudut pandang, mulai dari teori akademik hingga pengalaman praktis di lapangan.
Pemanfaatan teknologi melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube "Abdul Wahid Maktub" menunjukkan adaptabilitas prodi dan mitra dalam menyebarkan syiar edukatif di era digital. Dengan adanya kegiatan rutin setiap Jumat malam, tercipta sebuah komunitas pembelajar (learning community) yang konsisten dalam melakukan refleksi diri dan peningkatan kapasitas intelektual secara berjamaah.
Halaqah "Dzikir & Fikir" ini memberikan pelajaran berharga bahwa solusi atas segala problematika kehidupan tidak hanya ditemukan di dalam buku-buku teks, tetapi juga dalam kejernihan hati yang senantiasa terpaut pada Sang Pencipta. Keseimbangan antara doa dan kerja nyata, serta antara iman dan ilmu, adalah kunci untuk menjadi pribadi yang tangguh.
Kami mengundang seluruh mahasiswa dan masyarakat luas untuk tidak melewatkan kesempatan berharga ini setiap pekannya. Mari kita jadikan forum ini sebagai sarana untuk mempertajam akal dan melembutkan hati. Karena hanya dengan dzikir yang kuat dan fikir yang cerdas, kita dapat memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa dan agama.
