Oleh Tim Publikasi SPIG – 24 Januari 2026
Bandung, 2026 – Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (SPIG) kembali melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) di Kampung Malimping sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini dilaksanakan pada 11–13 Januari 2026 dan menekankan peran mahasiswa sebagai volunteer dalam edukasi serta aksi lingkungan, termasuk pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan desa, sekaligus mengembangkan komunikasi, kerja sama tim, kepemimpinan, dan kepekaan sosial. P2M ini juga mendukung beberapa SDGs, khususnya Clean Water and Sanitation, Sustainable Cities and Communities, dan Life on Land.
Kegiatan ini turut bertujuan memperkuat karakter mahasiswa serta meningkatkan kesiapan mereka menghadapi dunia nyata. Melalui tema “Sinergi Ilmu dan Aksi Menuju Kampung Malimping yang Berdaya, Berbudaya, dan Berkelanjutan”, kegiatan ini menekankan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat untuk menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang nyata dan berkelanjutan.

Sumber : Dokumentasi Kegiatan
Mahasiswa SPIG Mendukung Desa Bersih
Kegiatan P2M di Kampung Malingping yang dilaksanakan pada (11/1/2026) berfokus pada edukasi lingkungan sebagai upaya mengurangi permasalahan sampah di desa. Hal ini karena salah satu masalah yang terdapat di Kampung Malingping adalah penanganan mengenai sampah. Salah satu kegiatan utama adalah pembuatan tong sampah organik dan anorganik oleh mahasiswa menggunakan ember cat sebagai media sederhana dan mudah diterapkan. Selanjutnya, sampah-sampah tersebut dapat diolah oleh warga sesuai dengan jenisnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan pemilahan sampah sejak dari sumbernya, sehingga masyarakat dapat memahami perbedaan jenis sampah dan pentingnya pengelolaan sampah yang tertib. Melalui aktivitas ini, diharapkan tumbuh kesadaran masyarakat Kampung Malimping untuk menjaga kebersihan lingkungan desa secara berkelanjutan.

Sumber : Dokumentasi Kegiatan
Kolaborasi Mahasiswa SPIG dengan Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Soreang Dalam Sosialisasi Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran
Mahasiswa SPIG Mengajak Warga Peduli Keselamatan Kebakaran menjadi kegiatan edukatif yang melibatkan masyarakat secara langsung. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pada (12/1/26) pukul 13.00 WIB. Mahasiswa bekerja sama dengan Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Soreang untuk mensosialisasikan keselamatan dan pencegahan kebakaran, termasuk demo langsung untuk mensosialisasikan keselamatan dan pencegahan kebakaran, dengan demo langsung yang menampilkan simulasi gas bocor, sehingga warga dapat mempelajari cara menanganinya dengan aman dan benar. Selain itu, warga mendapatkan edukasi mengenai langkah-langkah preventif dan identifikasi potensi bahaya di lingkungan mereka. Mahasiswa berperan sebagai fasilitator, membantu masyarakat untuk dapat memahami materi dengan mudah dan mendorong partisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran, kesiapsiagaan, dan kebiasaan tanggap darurat warga, sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.

Sumber : Dokumentasi Kegiatan
Plang Kreatif: Durasi Penguraian Sampah
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa SPIG dalam pembuatan plang edukasi tentang lama terurainya sampah, sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan dampak lingkungan. Pelaksanaan kegiatan pembuatan dan pemasangan plang dilakukan pada (11-12/1/26). Plang-plang dibuat dengan desain yang menarik, informatif, dan mudah dipahami, kemudian ditempatkan di lokasi-lokasi strategis yang sering dilalui warga sehingga pesan edukasi dapat tersampaikan secara efektif. Selain itu, mahasiswa juga menambahkan contoh nyata dengan menempelkan sampah asli pada papan, sehingga masyarakat dapat langsung melihat perbedaan waktu terurai tiap jenis sampah, dari organik hingga plastik dan logam.Kegiatan ini tidak hanya menekankan kreativitas mahasiswa, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat, membiasakan pemilahan sampah sejak dari sumbernya, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan desa secara berkelanjutan. Dengan metode visual dan interaktif ini, diharapkan pesan tentang pengelolaan sampah lebih mudah diingat dan diterapkan oleh warga Kampung Malimping.


Sumber : Dokumentasi Kegiatan
Pengenalan Lodong Sesa Dapur (LOSEDA)
Sosialisasi tentang LOSEDA merupakan kegiatan yang melibatkan mahasiswa SPIG untuk mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah di desa. Kegiatan sosialisasi edukasi sampah dilaksanakan pada (11/1/26) pukul 16.30 WIB yang diawali dengan penjelasan mengenai sampah berbahaya, termasuk jenis-jenis sampah yang tidak boleh dibuang sembarangan, seperti pecahan kaca, bahan kimia, dan sampah lain yang dapat menimbulkan bau atau mencemari lingkungan.
Selanjutnya, mahasiswa memperkenalkan alat LOSEDA, yaitu sistem pengolahan sampah sederhana dari paralon yang diberikan lubang, berfungsi untuk menampung dan menguraikan sampah organik secara terkontrol sebelum masuk ke tanah. Warga diajarkan cara menempatkan sampah ke dalam LOSEDA dengan benar, termasuk peringatan agar sampah tertentu tidak dimasukkan sehingga proses penguraian tetap efektif dan tidak menimbulkan bau.
Melalui metode praktek langsung di lapangan, masyarakat tidak hanya memahami konsep LOSEDA, tetapi juga mendapat pengalaman nyata dalam pengelolaan sampah yang aman dan berkelanjutan. Kegiatan ini mendorong partisipasi aktif warga, membiasakan pemilahan sampah sejak dari sumber, dan memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan desa. Kegiatan sosialisasi lapangan ini berlangsung pada (13/1/26) pukul 10.00 WIB.


Penulis : Hilmi Ghaniada & Nadia El Hanun
