Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Pelatihan Modul Ajar IPS Berbasis Deep Learning dan AI Digelar di SMPN 13 Bandung

Bandung – Sebanyak 100 guru IPS dari Kota Bandung mengikuti kegiatan Pelatihan Modul Ajar IPS melalui Pendekatan Deep Learning Berbasis AI dalam Rangka Mencapai Profil Lulusan Peserta Didik pada tanggal 20 Agustus 2025. Kegiatan yang dilaksanakan di SMPN 13 Bandung ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) hasil kolaborasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS Kota Bandung.

Acara resmi dibuka oleh Dr. Edi Suparjoto, M.Pd., selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai upaya peningkatan kompetensi guru IPS dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21. “Guru harus terus berinovasi agar pembelajaran IPS tidak hanya berorientasi pada hafalan, tetapi mampu membentuk peserta didik yang kritis, kreatif, dan berkarakter Pancasila,” ujarnya.

Sesi pematerian diawali oleh Prof. Dr. Neiny Ratmaningsih, M.Pd. yang menekankan pentingnya transformasi dari pembelajaran tradisional menuju deep learning. Ia menyoroti bahwa pembelajaran IPS selama ini cenderung bersifat faktual dan hafalan, sehingga kurang relevan dengan kebutuhan siswa di abad 21. Menurutnya, tiga pilar deep learningmeaningful learning, mindful learning, dan joyful learning – harus menjadi dasar agar siswa lebih kritis, kolaboratif, dan termotivasi.

Selanjutnya, Prof. Dr. Aim Abdulkarim, M.Pd. menyampaikan materi mengenai model-model pembelajaran yang selaras dengan pendekatan deep learning. Ia menekankan pentingnya integrasi 6C (citizenship, character, critical thinking, creativity, collaboration, communication) dalam proses belajar IPS. Prof. Aim memaparkan berbagai strategi seperti discovery-inquiry learning, problem-based learning, project-based learning, values-based learning, dan service learning yang dapat menghubungkan teori dengan praktik nyata.

Materi berikutnya disampaikan oleh Diana Noor Anggraini, M.Pd. yang fokus pada perencanaan pembelajaran dan pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (AI), dalam proses belajar mengajar. Menurutnya, AI dapat membantu guru merancang modul ajar yang mindful, meaningful, joyful serta mendukung asesmen autentik yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. “Dengan memanfaatkan teknologi digital dan AI, guru dapat merancang pengalaman belajar yang lebih interaktif, relevan, dan berdampak langsung pada motivasi siswa,” jelasnya.

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk membekali guru IPS di Kota Bandung agar mampu menyusun modul ajar berbasis deep learning dengan dukungan teknologi digital. Diharapkan, melalui pelatihan ini guru dapat berperan aktif dalam membentuk profil lulusan peserta didik yang sesuai dengan tuntutan kurikulum merdeka dan karakter Pelajar Pancasila.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan Kota Bandung, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendorong inovasi pendidikan IPS. Para narasumber sepakat bahwa implementasi deep learning berbasis AI akan memperkuat kualitas pembelajaran, sekaligus mempersiapkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *