Cianjur – Pada bulan Juni 2026, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Manajemen Industri Katering (MIK), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan kegiatan yang berjudul “Penguatan Kemandirian Ekonomi Warga Binaan Lapas Kelas II B Cianjur melalui Pelatihan Produksi Roti dan Manajemen Bisnis.” PKM merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan produksi bakery dan manajemen usaha sebagai modal untuk meningkatkan kemandirian ekonomi setelah kembali ke masyarakat.

Pelaksanaan pelatihan yang diselenggarakan di Lapas Kelas II B Cianjur mendapatkan sambutan yang sangat positif dari warga binaan. Antusiasme peserta terlihat sejak proses pendaftaran dibuka sebelum pelaksanaan pelatihan. Berdasarkan data dari pihak lapas, jumlah pendaftar mencapai lebih dari 100 warga binaan yang berminat mengikuti kegiatan. Namun, untuk menjaga efektivitas pembelajaran dan pendampingan selama praktik, hanya 20 warga binaan terpilih yang dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan yang dilaksanakan oleh pihak UPI. Tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa program pembinaan berbasis keterampilan masih menjadi kebutuhan penting bagi warga binaan. Selain memberikan aktivitas yang produktif selama masa pembinaan, keterampilan yang diperoleh juga dapat menjadi bekal untuk membuka peluang usaha setelah kembali ke tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Lapas Kelas II B Cianjur, Bapak Dani Diyaul Hak, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pemasyarakatan merupakan langkah positif dalam mendukung program pembinaan warga binaan.
"Pada pagi hari ini kami dari Lapas Kelas II B Cianjur kedatangan teman-teman dari Universitas Pendidikan Indonesia, baik dosen maupun mahasiswa…. Ini merupakan kerja sama yang sangat baik antara lembaga pendidikan dan lembaga pemasyarakatan. Sebagaimana kita pahami bersama, tujuan pemasyarakatan adalah mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan memiliki bekal keterampilan, pengetahuan, serta menjadi pribadi yang lebih baik," ujar Dani Diyaul Hak.
Ia menjelaskan bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya berfokus pada aspek pembentukan karakter dan kedisiplinan, tetapi juga diarahkan pada peningkatan kompetensi dan keterampilan yang dapat mendukung kemandirian ekonomi. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan yang menghadirkan keterampilan praktis dan peluang usaha seperti bidang bakery menjadi salah satu bentuk pembinaan yang sangat relevan dengan kebutuhan warga binaan. Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Manajemen Industri Katering (MIK) FPIPS UPI, Ibu Dolores Silvia, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan keterampilan yang komprehensif kepada warga binaan sebagai bekal untuk membangun kemandirian ekonomi setelah menyelesaikan masa pembinaan.
"Dalam kegiatan ini warga binaan akan diberikan tiga keterampilan utama. Pertama, keterampilan pembuatan roti melalui pelatihan dan praktik pengolahan berbagai produk bakery. Kedua, keterampilan pengelolaan keuangan, khususnya dalam menghitung harga pokok produksi dan keuntungan usaha. Ketiga, keterampilan strategi pemasaran agar produk yang dihasilkan dapat dipasarkan dengan baik dan memiliki nilai ekonomi. Kami berharap ketiga keterampilan ini dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi warga binaan untuk memulai usaha secara mandiri setelah kembali ke masyarakat," ujar Dolores Silvia.
Menurutnya, pembekalan keterampilan yang terintegrasi mulai dari proses produksi, pengelolaan keuangan, hingga pemasaran merupakan aspek penting dalam membangun usaha yang berkelanjutan. Oleh karena itu, pelatihan tidak hanya berfokus pada kemampuan membuat produk, tetapi juga memberikan wawasan mengenai bagaimana mengelola dan mengembangkan usaha secara sederhana.
Dolores Silvia juga mengungkapkan apresiasinya terhadap tingginya antusiasme warga binaan dalam mengikuti kegiatan. Jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 100 orang menunjukkan besarnya semangat untuk belajar dan meningkatkan kompetensi diri. Ia berharap kerja sama antara Universitas Pendidikan Indonesia dan Lapas Kelas II B Cianjur dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga binaan yang memperoleh kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Kegiatan diawali dengan sesi pematerian mengenai dasar-dasar pengolahan produk bakery yang didampingi oleh Dosen Rattikah Fitriyanti., S.Par., M.Par yang memiliki kepakaran dalam pengolahan roti dan bakery dn didampingi oleh dosen Purna Hindayani., S.Pi., MT, Nadhia Maesari., S.Pd., M.Si beserta 3 mahasiswa dan 1 Praktisi. Pada sesi ini peserta diperkenalkan pada prinsip-prinsip dasar pembuatan roti, standar mutu produk bakery, serta faktor-faktor yang memengaruhi kualitas produk. Materi ini menjadi fondasi penting sebelum peserta memasuki sesi praktik. Selanjutnya, peserta memperoleh materi mengenai standar resep dan proses pembuatan roti. Tim dosen menjelaskan pentingnya penggunaan resep yang terstandar, ketepatan penimbangan bahan, proses pencampuran adonan, fermentasi, hingga teknik pemanggangan dan penggorengan yang benar. Pemahaman terhadap proses produksi yang tepat menjadi kunci dalam menghasilkan produk yang konsisten dan berkualitas.
Materi berikutnya membahas bahan-bahan dalam pengolahan roti. Peserta dikenalkan pada fungsi berbagai bahan utama seperti tepung terigu, ragi, gula, telur, susu, margarin, dan garam. Selain memahami fungsi masing-masing bahan, peserta juga diajak mengenali pengaruh bahan terhadap tekstur, aroma, rasa, dan daya simpan produk. Setelah mendapatkan materi teori, peserta mengikuti sesi praktik yang menjadi bagian paling menarik dari kegiatan. Dengan pendampingan langsung dari tim dosen dan instruktur, peserta mempraktikkan pembuatan berbagai produk bakery yang memiliki peluang pasar cukup baik, yaitu donat buah, bomboloni, garlic bread, coffee bun, pizza, roti abon dan sweet bread.


Melalui praktik tersebut, peserta belajar mulai dari proses persiapan bahan, pencampuran adonan, fermentasi, pembentukan produk, hingga teknik pemanggangan dan penggorengan. Selain memperoleh keterampilan teknis, peserta juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai jual dan berpotensi dikembangkan menjadi usaha mandiri. Tidak hanya berfokus pada keterampilan produksi, tim PkM UPI juga memberikan materi mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan keuntungan produk yang diberikan oleh Dolores Silvia , S.Pd., MM. Peserta diajarkan cara menghitung biaya bahan baku, biaya produksi, serta menentukan harga jual yang tepat agar usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.
Materi terakhir membahas strategi pemasaran produk bakery oleh Candra Sari Triyana St.Par., MM beserta Mahasiswa. Dalam sesi ini peserta diperkenalkan pada berbagai metode pemasaran sederhana yang dapat diterapkan oleh usaha mikro, mulai dari pemasaran langsung, promosi dari mulut ke mulut, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi yang efektif dan berbiaya rendah.
Antusiasme peserta juga tercermin dari testimoni salah seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berinisial A yang mengikuti pelatihan. Ia mengaku sangat bersyukur dapat menjadi salah satu dari
20 peserta yang terpilih dari lebih dari seratus pendaftar yang berminat mengikuti kegiatan tersebut.
"Saya sangat senang dan bahagia mengikuti kegiatan ini. Banyak ilmu serta pengalaman yang bisa saya dapatkan dari acara hari ini. Pengetahuan yang sebelumnya saya tidak tahu menjadi tahu, bahkan kami bisa langsung mempraktikkannya. Pelatihan ini memberikan bekal yang sangat bermanfaat dan saya berharap keterampilan yang diperoleh dapat saya implementasikan, bahkan menjadi modal untuk membuka usaha sendiri setelah nanti keluar dari lapas," ungkap WBP.

Menurutnya, kegiatan pelatihan tidak hanya memberikan pengetahuan baru mengenai teknik pengolahan produk bakery, tetapi juga membuka wawasan tentang bagaimana mengelola usaha secara sederhana. Materi mengenai perhitungan harga pokok produksi, keuntungan usaha, dan pemasaran produk menjadi pengalaman baru yang memberikan gambaran nyata mengenai peluang berwirausaha di bidang kuliner.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi Program Studi Manajemen Industri Katering FPIPS UPI dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan berbasis keterampilan. Kolaborasi antara UPI dan Lapas Kelas II B Cianjur diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi proses pembinaan warga binaan sekaligus membuka peluang kehidupan yang lebih produktif dan sejahtera di masa depan.


Terakhir, pihak UPI menyerahkan secara simbolis seperangkat alat dan teknologi pembuatan roti beserta bahan baku pembuatan roti kepada pihak Lapas Kelas II B Cianjur sebagai bentuk komitmen keberlanjutan program dan dukungan terhadap pengembangan keterampilan warga binaan. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pelatihan lanjutan dan praktik produksi bakery secara berkelanjutan di lingkungan lapas, sehingga keterampilan yang telah diperoleh peserta tidak berhenti pada saat pelatihan berlangsung, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang bernilai ekonomi.
