Bandung - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengawali langkah strategis menuju periode kepemimpinan baru 2025-2030 dengan menyelenggarakan Retreat Kepemimpinan dan Bela Negara. Kegiatan yang berlangsung sejak Rabu (27/8) hingga (29/8) ini dirancang khusus untuk memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus membangun karakter kepemimpinan yang berintegritas di seluruh jajaran pimpinan unit kerja UPI.
Rektor UPI dalam sambutannya menegaskan bahwa retreat ini merupakan momentum penting untuk menyatukan visi dan membangun sinergi yang kuat. "Kami sedang mempersiapkan fondasi yang kokoh untuk mewujudkan UPI sebagai Leading and Outstanding University. Setiap pemimpin di UPI harus memiliki pemahaman yang selaras tentang nilai-nilai dan arah organisasi," ungkapnya. Pada kesempatan ini Bapak Dwi Iman Muthaqin, S.H., M.H. selaku Kaprodi Ilmu Hukum menjadi pesertanya.
Pembekalan Nilai Kepemimpinan dari Sosok Berpengalaman
Membuka rangkaian pematerian, Komjen Pol (Purn) Drs. Nanan Soekarsa selaku Ketua Majelis Wali Amanah (MWA) UPI tampil sebagai pembicara utama dengan tema "Values for Value Leading & Outstanding". Mantan pejabat tinggi Polri ini membagikan pengalaman kepemimpinannya dalam membangun organisasi yang unggul.
"Kepemimpinan yang efektif tidak hanya soal otoritas, tetapi bagaimana kita mampu mentransformasi values menjadi value yang nyata bagi organisasi," tegas Nanan Soekarsa di hadapan puluhan pimpinan unit kerja UPI. "Universitas yang ingin menjadi pelopor harus dipimpin oleh individu-individu yang memiliki integritas tinggi dan komitmen pada excellence."
Dalam paparannya, mantan Kapolda Jawa Barat ini menekankan pentingnya konsistensi antara nilai-nilai yang dijunjung dengan implementasi nyata dalam kepemimpinan sehari-hari. Ia juga menggarisbawahi bahwa kepemimpinan yang outstanding memerlukan kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat di tengah kompleksitas tantangan.
Membangun Loyalitas dan Integritas Komando
Sesi kedua diisi oleh Dr. (HC) Ary Ginanjar Agustia, founder Emotional Spiritual Quotient (ESQ), yang mengangkat tema "Pembangunan Integritas dan Loyalitas Komando Kepemimpinan". Tokoh yang dikenal karena kontribusinya dalam pengembangan leadership berbasis spiritual ini menyoroti pentingnya membangun karakter kepemimpinan yang holistik.
"Loyalitas sejati bukan blind loyalty, tetapi loyalitas yang dibangun atas dasar pemahaman mendalam terhadap visi organisasi dan keyakinan akan kebenaran misi yang dijalankan," jelas Ary Ginanjar. "Integritas adalah fondasi yang memungkinkan seorang pemimpin membangun kepercayaan dan menginspirasi timnya."
Dalam sesi interaktif yang berlangsung dinamis, Ary Ginanjar mengajak para peserta untuk melakukan refleksi mendalam tentang motivasi kepemimpinan mereka. Ia menekankan bahwa pemimpin yang berintegritas adalah mereka yang mampu menyelaraskan tindakan dengan nilai-nilai yang diyakini, bahkan dalam situasi yang menantang.
