Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Perang Telah Usai: 5 Kabupaten/Kota, 67 Titik, 600 Kilometer dan Satu Gelar

Penulis: Ahmad Syuhada Islami Asyari (SaIG, 2206597)

Penyunting: Hilmy Nurizky (SaIG, 2400015) 

Dok. Penulis

Banyak orang mengatakan bahwa skripsi sangat menakutkan. Saya tidak sepenuhnya percaya terhadap informasi tersebut, hingga akhirnya saya benar-benar menjalani proses tersebut. Sebagai seorang peneliti yang belum mempunyai banyak pengalaman, selama beberapa bulan terakhir saya berinteraksi 1lebih intens dengan beberapa entitas bernama data, revisi, identifikasi lapangan dan birokrasi. Hingga pada satu waktu saya sudah merasa jenuh untuk berinteraksi dengan mereka. Akhirnya saya harus membutuhkan waktu untuk menjauh sejenak dengan mereka.  Disela-sela waktu tersebut, Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi Sains Informasi Geografi, mengadakan pertemuan bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Pertemuan tersebut membuat saya kembali bersemangat untuk menyelesaikan apa yang telah saya lakukan sedari awal. Selain itu, saya merasa terbantu dengan kultur yang telah ditanamkan oleh Beliau kepada saya semenjak menjadi mahasiswa baru. Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. selalu mengingatkan saya bahwa SaIG besar karena tulisan. Semoga dengan disusunnya skripsi saya dapat membawa SaIG semakin besar dan semakin maju.

Perjalanan skripsi saya diawali dengan mengambil topik skripsi tentang pengolahan DInSAR untuk menganalisis deformasi pada kejadian gempa di Sesar Garsela. Namun, topik tersebut batal dipilih karena topik tersebut sudah dikaji. Setelah melakukan riset memutuskan untuk mengambil topik pemanfaatan keilmuan SaIG pada bidang sampah. Kebetulan saya pernah magang di UPT Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional (PSTR) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat. Pada saat itu, saya mendengar bahwa di Wilayah Priangan Timur (Kabupaten Ciamis, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Banjar dan Kota Tasikmalaya) direncanakan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional. Berangkat dari topik tersebut, langsung saya mulai susun proposal skripsi saya dan melakukan konsultasi dengan dosen wali saya, yaitu Bapak Haikal Muhammad Ihsan, S.Pd., M.Sc. Meski beliau sedang menjalani studi doktoral, alhamdulillah beliau masih menyempatkan waktu untuk bertukar membahas rancangan skripsi saya. Penelitian tersebut memiliki tujuan hanya untuk menganalisis wilayah mana saja yang berpotensi untuk di bangun TPA Regional. Seiring berjalannya waktu, rancangan tersebut semakin disempurnakan dengan mengkolaborasikan dengan metode Multi-Criteria Decision Making (MCMD) bernama VlseKriterijumska Optimizacija I Kompromisno Resenje (VIKOR) dan menghitung estimasi daya tampung dan proyeksi usia layanan.

Hingga akhirnya, pada bulan Oktober 2025 secara resmi mendaftarkan diri untuk melakukan ujian seminar proposal, dan melangsungkan sidang pada bulan November 2025. Pada saat itu, saya sedang melaksanakan magang. Namun, berkat manajemen waktu yang baik saya dapat menyelesaikan keduanya dengan baik. Softskill tersebut didapatkan ketika saya bergabung Himpunan (HIMA) di Program Studi SaIG. Sebuah pengalaman yang sangat berharga bagi saya, setelah mengikuti HIMA banyak sekali hal baru yang saya dapat.

Memasuki semester 8, saya sudah mulai untuk memfokuskan diri untuk menyelesaikan skripsi saya. Setelah mendapatkan Surat Keputusan (SK) secara resmi penelitian saya dimulai, saya sangat bersyukur mendapatkan pembimbing Bapak Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si dan Ibu Dr. Tania Septi Anggraini, S.T., M.T., Ph.D. Banyak sekali insight setelah sering melakukan diskusi dengan beliau-beliau, terlebih dalam penulisan karya ilmiah.

Penelitian dimulai dengan mengumpulkan data-data yang digunakan dalam pemodelan tersebut. Saya tidak mengalami kesulitan dalam proses mengajukan permohonan data. Saya sudah terbiasa untuk menghubungi instansi, sehingga hal tersebut bukan hal baru bagi saya. Hal tersebut sudah biasa saya lakukan, karena dari semester 1 - 6 saya sering bergabung menjadi panitia praktikum. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. yang mempercayakan mahasiswa untuk mengurus persiapan praktikum selama ini, karena hal tersebut memberikan manfaat kepada saya, khususnya di waktu-waktu sekarang. Setelah data didapatkan, saya baru memulai untuk mengolah data tersebut. Tahap ini tentu tidak langsung berjalan dengan mulus, dalam setiap tahapannya melalui berbagai rintangan, seperti ArcGIS tiba-tiba not responding dan pengolahan gagal. Tahapan tersebut memang seharusnya sudah saya lalui, karena jika pengolahan mulus-mulus saja pasti terdapat hal yang salah saat melakukan pengolahan. Selama skripsi-an ini saya selalu Pulang-Pergi, karena saya sudah tidak ngekos di Bandung. Pergi pagi pulang malam, menjadi rutinitas baru saya selama 6 bulan terakhir. Proses tersebut sangat saya nikmati, sehingga lelah saya tersebut dapat membuahkan hasil yang baik.

Seluruh pengolahan data telah saya selesaikan, dan terdapat beberapa yang perlu saya identifikasi secara langsung di Lapangan. Tahap ini menjadi salah satu yang membuat saya ingin menyerah saja dalam proses mengerjakan skripsi ini. Bagaimana tidak ingin menyerah? Titik yang perlu saya identifikasi sebanyak 67 titik yang tersebar di lima kabupaten/kota. Tahap identifikasi ini saya lalui selama 4 hari ±600 km saya arungi, dengan segala drama yang terjadi saya merasa bangga telah melalui tahap tersebut. Terdapat satu hari, dimana saya melakukan identifikasi secara mandiri dimulai dari Kota Tasikmalaya, menuju Cipatujah di Tasikmalaya bagian selatan, menyusuri pantai selatan Jawa Barat, lalu meneruskan perjalanan menuju Ciamis, Kota Banjar dan berakhir di Kota Tasikmalaya kembali. Menjelajah Priangan Timur selama 10 jam 25 menit sepanjang 234 km. Perjalanan yang sangat melelahkan, dua kali menambal ban, empat kali mengisi bensin dan sekali menangis saat. Sehari sebelumnya, saya tidak yakin bisa untuk melakukan survei tersebut, namun qadarullah saya berhasil melewati hari itu meski saya pulangnya kehujanan tapi tak apa. 

Dok. Penulis

Seluruh data lapangan sudah saya dapatkan tahapan selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap penelitian saya. Pada tahap ini saya memasuki tahap demotivation (demot), kondisi tersebut terbukti oleh tulisan saya saat melakukan analisis tidak formal, jujur pada saat itu sudah kehabisan ide untuk melakukan analisis. Benar saja, saat dilakukan review secara keseluruhan terhadap skripsi saya oleh Ibu Tania, banyak sekali yang perlu saya revisi dari tulisan saya sebelumnya. Coretan silang yang digores oleh pulpen berwarna merah menjadi kenangan tersendiri bagi saya.  Bahkan saat dilakukan revisi tersebut, saya tidak merasa pernah mengetik analisis tersebut. Sedangkan, revisi dari Pak Iwan tidak terlalu banyak seperti pada bagian diagram alir, layout peta yang mengharuskan pada kertas berukuran A3. Setelah mendapatkan revisi dari dua pembimbing, saya tidak langsung mengerjakannya. Terlebih saat itu dosen pembimbing saya sedang cuti dan ke lapangan. Selama waktu tersebut, saya tidak menyentuh skripsi saya. Meski begitu, saya mulai untuk mencicil persyaratan untuk bisa sidang skripsi.

Sesuai yang telah saya tulis di atas, bahwa semacam semesta ingin menyampaikan pesan. Dikala saya sedang di fase jenuh dalam mengerjakan skripsi, Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. mengumpulkan mahasiswa yang sedang on-going mengerjakan skripsi untuk menanyakan progres kepada kami, menyampaikan informasi yang kami nantikan selama ini yaitu tanggal-tanggal penting yang perlu menjadi acuan saya dan teman-teman dalam mengerjakan skripsi. Sangat bersyukur kembali bisa dipertemukan dalam pertemuan tersebut. Setelah mengikuti kegiatan tersebut, semangat saya terpacu untuk segera menyelesaikan revisi dari dosen pembimbing saya dan menetapkan target akan sidang pada tanggal berapa. Saya mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada Bapak Kaprodi dan Jajaran dosen SaIG, karena setelah acara tersebut saya menjadi kembali semangat untuk menyelesaikan skripsi.

Dok. Penulis

Sekitar 2 minggu setelah pertemuan tersebut, saya memantapkan diri untuk daftar sidang skripsi. Syukur alhamdulillah seluruh persyaratan sidang sudah saya dapatkan. Terdapat cerita menarik pada saat saya akan daftar sidang, pada hari itu saya baru menyadari pada saat pagi hari bahwa salah satu surat yang perlu ditanda tangani oleh dosen wali saya telah ditanda tangan. Saat siangnya, saya langsung berangkat ke Bandung untuk daftar sidang. Untungnya Bu Endah pada saat itu masih menunggu saya untuk bisa daftar sidang skripsi. Kebetulan saya memang orang terakhir yang daftar pada batch tersebut. Di sini saya ingin mengucapkan terima kasih sebanyak kepada Bapak Haikal Muhammad Ihsan, S.Pd., M.Sc. disela-sela studinya masih dapat menandatangani surat permohonan saya, dan bu endah yang sabar menunggu saya dari luar Bandung untuk bisa daftar sidang.

Menunggu selama satu minggu, akhirnya keluar SK Penguji skripsi saya. Saat saya membuka file tersebut, deg… list dosen penguji skripsi sesuai dengan apa yang saya prediksi sebelumnya. Jujur pada awal-awal dag dig dug hati ini, menuju hari H justru saya tidak terlalu deg degan. Bahkan saya lebih santai untuk menjelang sidang skripsi. Pada saat itu saya berbicara kepada diri saya sendiri untuk nothing to lose, dan meyakinkan diri bahwa saya bisa menjalani sidang skripsi ini. Toh, saya sendiri juga yang membuat skripsi ini pasti saya tahu dan memahami skripsi saya.

Hari yang Ditunggu tunggu itu pun datang. Saya meyakinkan kembali diri saya kembali bahwa saya bisa dan dapat melewati sidang ini dengan baik, tak lupa juga saya meminta restu kepada orang tua saya supaya dilancarkan saat sidang skripsi. Dan yup, apa yang saya yakini kepada diri saya sendiri benar-benar terjadi. Sidang tersebut terasa seperti diskusi dengan Bapak Ibu dosen, sidang skripsi saya hanya berlangsung ± 1 jam. Saat keluar, saya sedikit bisa bernafas dengan lega. Karena saya harus melakukan presentasi kembali kepada satu dosen penguji. Keesokan harinya, saya berkesempatan untuk kembali mempresentasikan penelitian saya, alhamdulillah revisi yang diberikan hanya menambahkan analisis pada bagian sosialnya saja. Sementara itu, revisi yang diberikan oleh penguji sebelumnya saya harus melakukan wawancara Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menyesuaikan kembali nilai bobot pada setiap parameter. Saya tidak terlalu mengambil pusing, karena sebelumnya saya telah berkomunikasi dengan beberapa instansi terkait jadi saya dapat meminta bantuan mereka. Setelah sidang selesai, pada siang itu juga saya bergegas untuk pulang ke kampung halaman saya.

Dok. Penulis

Memasuki tahap revisi, saya tidak dapat memulai revisi seperti menambah pembahasan. Hal ini dikarenakan hasil wawancara dari AHP belum seluruhnya saya dapatkan. Saya memerlukan waktu ± 1 minggu, untuk mendapatkan seluruh hasil wawancara ini. Setelah seluruh hasil wawancara didapatkan, barulah saya dapat melakukan revisi. Dimulai dengan menghitung nilai AHP, weighted overlay, dan menambahkan hal-hal yang telah disampaikan oleh dosen penguji. Setelah yakin dengan hasil revisi tersebut, saya memantapkan diri untuk menghubungi dosen penguji untuk melakukan diskusi terhadap revisi skripsi saya. Saat itu, seluruh penguji menyetujui revisi saya dan tidak ada yang perlu direvisi kembali. Hanya saja, terdapat beberapa hal yang perlu ditambahkan untuk bagian rekomendasi. Setelah disetujui, saya langsung menghubungi Prodi untuk daftar mengikuti yudisium.

Dok. Penulis

Bandung, 14 Agustus 2026 merupakan hari dilaksanakannya yudisium. Pada saat sesi pembacaan nilai dan kelulusan, jujur saya tidak terlalu berekspektasi lebih. Karena saat itu saya meyakini bahwa terdapat teman saya yang memiliki nilai IPK yang lebih baik dibandingkan saya. Qadarullah, saat Pak Lili menyebutkan saya beliau dengan bangga menyebutkan bahwa saya mendapatkan IPK terbaik se-Angkatan 2022.

Dok. Penulis

Nilai IPK terbaik pun tidak saya sendiri saja, melainkan terdapat rekan perjuangan saya yaitu Ai Sulastri. Kami memiliki nilai yang sama dan lulus dengan predikat cum laude. Setelah dilakukannya yudisium, selanjutnya ialah acara selebrasi dan dokumentasi di depan gedung Isola sebagaimana biasanya. Saya akhirnya bisa merasakan atmosfer tersebut, biasanya saya hanya datang dan berfoto dengan teman-teman yang saya kenal untuk merayakan yudisium.

Dok. Penulis

Tak pernah terbayangkan, saya akhirnya dapat melewati fase ini. Banyak sekali hal-hal yang bisa saya ambil hikmah pada fase ini, bahwa skripsi ini bukan membuktikan satu hal saja, melainkan berbagai macam aspek dalam pengerjaan skripsi ini. Kita dituntut harus bisa memiliki mental dan fisik yang kuat. Kedua, kemampuan untuk memanajemen waktu, ada kalanya kita harus fokus mengerjakan skripsi, ada kalanya juga kita untuk bisa rehat sejenak, untuk menyegarkan kembali pikiran kita. Ketiga, memiliki skill komunikasi yang baik dengan orang lain, terlebih ketika memerlukan data yang didapatkan dari pihak luar. Selain itu juga, dengan adanya komunikasi terkadang kita selalu mendapatkan bantuan yang terduga, sehingga memudahkan kita dalam mengerjakan skripsi ini. Keempat, kita harus percaya terhadap diri sendiri. Meski memang awalnya ada rasa takut yang menghantui kita saat melakukan bimbingan, atau sidang. Namun setelah menjalani hal tersebut, rasa takut tersebut hilang. Kita harus meyakini diri sendiri dan percaya bahwa kita bisa untuk melewati tahap ini. Terakhir, jangan lupa untuk selalu minta doa dan restu kepada orang tua, serta banyak-banyak berdoa kepada Allah Swt. Tuhan Yang Maha Esa.

Pesan untuk adik-adik saya bagi yang akan dan sedang menjalani tahap ini, pertama selalu berprogres setiap harinya meski hanya satu lembar yang bisa kita selesaikan. Hal ini dilakukan untuk menjaga semangat kita untuk melakukan skripsi. Ketika kita berhenti untuk tidak berprogres, akan terasa sulit untuk membuat fokus dalam mengerjakan skripsi ini. Kedua, nikmati setiap proses yang dijalani selama skripsi ini. Pastikan juga kita selalu berpikiran positif saat mengerjakan skripsi ini. Janganlah kita pikirkan sesuatu sampai kita sakit, ketika terdapat kendala diskusikanlah dengan teman atau dengan dosen pembimbing. Kemudian, coba untuk realistis dalam mengerjakan skripsi ini, jangan sampai berlarut-larut sampai menghambat pengerjaan skripsi kita. Karena skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai. Terakhir, setidaknya mempunyai satu teman seperjuangan yang dapat kita sharing dan dapat menjadi penyemangat untuk bisa menyelesaikan skripsi.

Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. selaku ketua program studi SaIG, yang telah menanamkan budaya akademik sedari saya menjadi mahasiswa baru. Budaya-budaya tersebut memberikan kemudahan bagi saya untuk menyelesaikan skripsi ini. Saya sangat senang dapat berkembang pada ekosistem yang telah dibangun dengan sangat baik ini. Semoga bapak senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, kelancaran dalam setiap urusan, serta keberkahan dalam setiap langkah dan pengabdian. Semoga segala ilmu, dedikasi dan kebaikan yang telah bapak berikan kepada kami menjadi amal baik yang terus mengalir dan dapat memberikan manfaat bagi banyak orang. Semoga Bapak selalu diberikan kekuatan dan kemudahan dalam memimpin serta mengembangkan Program Studi Sains Informasi Geografi menjadi semakin maju, unggul, dan memberikan dampak yang luas bagi generasi-generasi berikutnya.

Kemudian, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada dua dosen pembimbing saya, yaitu Bapak Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si dan Ibu Dr. Tania Septi Anggraini, S.T.,M.T.,Ph.D. yang telah menuntun saya untuk melakukan penelitian ini. Tidak hanya itu, dosen pembimbing saya mengajarkan bagaimana hasil penelitian saya dapat dikomunikasikan dengan baik melalui media tulisan, sehingga orang awam pun dapat memahami hasil penelitian tersebut. 

Saya juga, ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen wali saya, yaitu Bapak Haikal Muhammad Ihsan. S.Pd., M.Sc. Atas bimbingannya selama delapan semester ini. Meski beliau sedang menempuh studi doktoral, beliau masih untuk menyempatkan untuk bisa berdiskusi dan membantu proses administrasi saya saat skripsi ini. Semoga Bapak dimudahkan dapat menyelesaikan studi Doktoralnya.

Terima kasih juga kepada seluruh dosen dan staf akademik di SaIG yang telah membimbing dan membantu saya untuk bisa menyelesaikan studi. Banyak sekali ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan dari beliau-beliau. Semoga seluruh hal yang diberikan menjadi kebaikan dan dapat menjadi pahala bagi Bapak/Ibu Dosen dan Staf Akademik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *