Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Prodi PKn Gelar Webinar Nasional Ramadhan 1447 H

Bandung, 27 Februari 2026 - Menyemarakkan Ramadhan 1447 H, Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan program Sarjana, Magister, dan Doktor terintegrasi FPIPS UPI menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk Ramadhan dan Etos Kerja : Menguatkan Spritualitas Untuk Membangun Budaya Kerja yang Unggul dan Berintegritas, dengan pembicara Tunggal Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H., M.H (Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, periode 2003-2008) melalui platform Zoom, pada Jumat, 27 Februari 2026, pukul 13.30-15.15 WIB.

Kegiatan ini diselenggarakan bekerjasama dengan Forum Komunikasi Mahasiswa Magister dan Doktoral PKn FPIPS UPI. Kegiatan dimoderatori Faisal Sadam Murron, M.Pd (Ketua Umum Forkom Mahasiswa Magister dan Doktor PKn UPI).

Acara diawali dengan sambutan Dekan FPIPS UPI, Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.H., S.I.P., S.A.P., S.Pd., M.Si., M.H., CPM, dilanjutkan dengan sambutan pembukaan webinar oleh Rektor UPI, Prof. Dr. Didi Sukyadi, M.A. Dalam sambutannya, baik Rektor maupun Dekan, menyampaikan apresiasi atau penyelenggaraan webinar nasional dengan mengangkat tema yang sangat penting yakni Ramadhan dan Etos Kerja. Secara khusus Rektor menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan Prof. Jimly sebagai tokoh nasional dan guru bangsa untuk menjadi pembicara pada webinar ini. Terlebih tema yang diangkat berkenaan dengan etos kerja dikaitkan dengan Ramadhan yang di dalamnya terdapat ibadah shaum atau puasa, yang tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak produktif. Namun justeru shaum merupakan momentum untuk melipatgandakan semangat kerja dan tetap produktif sesuai dengan bidang masing-masing.

Dalam paparan materinya, Prof. Jimly menyampaikan beberapa hal esensial terkait Ramadhan dan Etos Kerja, dimana menurutnya etos kerja harus didasari keikhlasan dalam melaksanakan pekerjaan, agar apa yang dikerjakan tidak menjadi beban kita. Di samping itu, kita harus merasa cukup atas setiap rizki yang diberikan Allah SWT kepada kita, sehingga dengan sikap demikian kita senantiasa bersyukur atas segala nikmat-Nya dan bertambah keberkahan rizki tersebut untuk kita. Hal lain yang disampaikan pemateri yakni terkait dengan hal yang mendasari kita dalam bekerja yakni Sharing, Caring, dan Giving agar memberikan manfaat bukan hanya untuk diri sendiri melainkan untuk semua masyarakat. Prof. Jimly mengutip salah satu hadits Nabi Muhammad SAW bahwa “Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah”. Makna yang terkandung dari Hadits tersebut adalah pentingnya kita memberi kepada orang lain sesuai dengan kemampuan kita, daripada kita meminta kepada orang lain. Perilaku dermawan dan bersedekah di bulan Ramadhan ini merupakan implementasi dari pesan moral hadits tersebut.

Etos kerja dalam perspektif Islam berkenaan dengan kualitas kerja dengan didasari oleh tiga aspek fundamental dalam Islam yakni Tauhid, Syari’at, dan Akhlak, yang sejatinya diimpelemtasikan dalam konteks kehidupan dan bekerja sehari-hari. Sementara itu, sikap lalai dan berpura-pura tidak tahu terhadap aturan, harus dihindari sejauh mungkin agar yang kita kerjakan tidak hanya berkualitas melainkan bermanfaat bagi banyak orang di masyarakat.

Di akhir paparannya, Prof. Jimly menyampaikan rekomendasi penting dalam rangka membangun etos kerja yang baik di Indonesia yakni: (1) pendidikan yang berkualitas, (2) pemberdayaan yang baik, dan (3) penataan sistem etika formal dan material yang tepat, dimana ketiganya harus diimplementasikan dengan baik dan bertanggungjawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *