Penulis : Esya Aprisally Putri (SaIG, 2202007), Hafizh Ibrahimi Hudzaifah (SaIG, 2204460), Hariadi Satria (SaIG, 2207454) dan Syahrul Jud Fitra (SaIG, 2210230)
Penyunting : Hilmy Nurizky

Dok. Penulis
Memasuki penghujung masa magang di Badan Informasi Geospasial, khususnya di Direktorat Pemetaan Batas Wilayah dan Nama Rupabumi (DPBNR), seluruh kegiatan yang dijalani pada bulan Desember menjadi momentum penting dalam menguatkan pemahaman dan pengalaman yang telah diperoleh selama beberapa bulan terakhir. Jika pada awal magang fokus pembelajaran terletak pada pemahaman dasar alur kerja, perangkat teknis, serta pengenalan regulasi terkait batas wilayah, maka pada fase akhir ini keterlibatan mahasiswa menjadi lebih intens dan menuntut ketelitian tingkat tinggi. Kegiatan-kegiatan yang dikerjakan selama bulan Desember memperlihatkan bagaimana keseluruhan proses pemetaan batas wilayah mulai dari pengecekan, revisi, penyusunan peta, hingga penyelesaian administratif harus dilakukan secara terstruktur, konsisten, dan sesuai standar nasional.
Dok. Penulis
Sepanjang bulan Desember, rangkaian kegiatan difokuskan pada penyelesaian pekerjaan teknis pemetaan batas wilayah Desa Sungai Ringin. Proses ini dimulai dengan melakukan pengecekan peta batas Desa Sungai Ringin yang memerlukan ketelitian dalam memeriksa kelengkapan atribut, garis batas, serta konsistensi objek‐objek kartografis yang tercantum pada peta. Setelah proses tersebut selesai, kegiatan berlanjut pada pembuatan modul tutorial mengenai cara menambahkan tabel daftar titik kartometrik ke dalam legenda peta sebagai bagian dari revisi peta batas Desa Sungai Ringin. Penyusunan modul ini sekaligus menjadi latihan untuk memahami tahapan teknis secara lebih mendalam dan menyusunnya ke dalam format instruktif yang mudah dipahami. Mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk membuat modul tutorial tambahan yang berisi beberapa poin revisi peta, menandakan bahwa kemampuan teknis mahasiswa sudah cukup diakui sehingga diberi kepercayaan untuk menyusun dokumen pendukung pekerjaan pemetaan. Selain tugas teknis, mahasiswa juga menghadiri presentasi penelitian mahasiswa magang dari direktorat lain di DPRWLP, memberikan perspektif baru tentang bagaimana kajian geospasial digunakan dalam konteks penelitian maupun pekerjaan teknis lainnya di BIG.
Memasuki pekan terakhir magang, fokus kegiatan diarahkan pada penyelesaian laporan magang dan pelengkapan logbook sebagai bagian dari administrasi wajib. Pada tahap ini, kegiatan monitoring dan evaluasi bersama mentor dan dosen pembimbing menjadi ruang refleksi terhadap capaian, tantangan, serta proses pembelajaran yang telah dialami. Momen perpisahan dengan mentor serta seluruh staf DPBNR menjadi bagian emosional dari perjalanan magang, menandai berakhirnya rangkaian pembelajaran yang sangat berarti.



Dok. Penulis
Di luar kesibukan teknis, bulan Desember juga menjadi momen penuh kebersamaan bersama teman-teman mahasiswa magang dari berbagai direktorat lain. Pertemuan dengan mahasiswa Universitas Indonesia jurusan Geologi, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta jurusan Geologi, serta Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang jurusan Sistem Informasi Kelautan menjadi pengalaman yang memperkaya perjalanan magang. Kami tidak hanya menjadi rekan seperjuangan, tetapi membentuk keluarga kecil yang saling mendukung dalam proses belajar. Pertukaran cerita, pengalaman, dan tantangan masing-masing memperlihatkan bahwa meskipun berasal dari latar belakang yang berbeda, semangat belajar dan kerja sama tetap menjadi pondasi utama selama menjalani magang di BIG.

Dok. Penulis
Mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan ini, ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada Badan Informasi Geospasial, khususnya Direktorat Pemetaan Batas Wilayah dan Nama Rupabumi (DPBNR), atas kesempatan yang telah diberikan untuk belajar, berkembang, dan terlibat langsung dalam pekerjaan geospasial nasional. Selama magang, mahasiswa memperoleh pemahaman yang jauh lebih mendalam mengenai regulasi dan peraturan batas wilayah, prosedur verifikasi teknis, serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan internal yang membuka wawasan mengenai bagaimana proses pemetaan batas wilayah dilakukan secara profesional. Bimbingan dari para mentor, kenyamanan lingkungan kerja, serta kesempatan untuk mempraktikkan keilmuan secara langsung menjadi bagian penting yang sangat dihargai dan akan terus dikenang.
Perjalanan magang ini menjadi pengalaman yang tidak hanya memperkaya kemampuan teknis, tetapi juga membentuk kedisiplinan, profesionalitas, serta ketangguhan dalam menghadapi dinamika pekerjaan geospasial. Semua pembelajaran, kerja sama, dan kebersamaan yang terjalin selama masa magang akan menjadi bekal yang berharga untuk melangkah menuju dunia kerja dan pengabdian profesional di bidang informasi geospasial.
