Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Program Studi Pendidikan IPS UPI Kembali Meluluskan Doktor, Sona Minasyan Teliti Ketimpangan Gender untuk Memperkuat Pendidikan IPS Sensitif Gender

 

 

Bandung — Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (Pendidikan IPS), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), kembali menorehkan capaian akademik dengan meluluskan doktor baru melalui pelaksanaan Ujian Promosi Doktor (S3) atas nama Sona Minasyan, NIM 2313394.

Sona Minasyan berhasil menyelesaikan pendidikan doktoralnya dengan mengangkat disertasi berjudul “Exploring Gender Inequality in West Java through the Perspectives of Women Social Activists and Child Protection Stakeholders (A Study in Sukabumi to Strengthen Gender-Sensitive Social Studies Education for Active Bystander and Awareness in MTs) Violence Prevention.”

Ujian Promosi Doktor dilaksanakan pada Jumat, 21 Agustus 2026, pukul 08.00–10.00 WIB. Ujian tersebut menjadi momentum penting dalam perjalanan akademik Sona Minasyan sekaligus memperkuat kontribusi Program Studi Pendidikan IPS FPIPS UPI dalam mengembangkan kajian pendidikan yang responsif terhadap berbagai persoalan sosial di masyarakat.

Disertasi Sona Minasyan berfokus pada kajian ketimpangan gender di Jawa Barat, dengan mengambil konteks penelitian di Sukabumi. Penelitian ini menggali perspektif perempuan aktivis sosial dan pemangku kepentingan perlindungan anak untuk memahami berbagai persoalan yang berkaitan dengan ketimpangan gender serta upaya pencegahan kekerasan.

Kajian tersebut kemudian diarahkan pada penguatan pendidikan IPS yang sensitif gender (gender-sensitive social studies education), khususnya dalam konteks pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah (MTs). Pendidikan IPS dipandang memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran peserta didik terhadap berbagai persoalan sosial, termasuk kesetaraan, penghormatan terhadap hak, serta pencegahan kekerasan.

Melalui perspektif pendidikan IPS, penelitian ini tidak hanya melihat ketimpangan gender sebagai persoalan sosial, tetapi juga menempatkan pendidikan sebagai ruang penting untuk membangun kesadaran, kepedulian, dan keberanian peserta didik untuk mengambil peran sebagai active bystander dalam upaya pencegahan kekerasan.

Pendekatan tersebut menjadi relevan dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif. Peserta didik diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan mengenai persoalan sosial, tetapi juga memiliki kesadaran untuk mengenali situasi yang berpotensi menimbulkan kekerasan serta memahami pentingnya tindakan yang bertanggung jawab.

Dalam Ujian Promosi Doktor tersebut, Sona Minasyan diuji oleh lima akademisi, yaitu:

  1. Prof. Dr. Nana Supriatna, M.Ed.
  2. Prof. Dr. H. Sapriya, M.Ed.
  3. Prof. Dr. Elly Malihah, M.Si.
  4. Prof. Dr. H. Bunyamin, M.Pd., MA.
  5. Dr. Bety Diana Serly Hetharion, M.Pd.

Capaian Sona Minasyan menjadi bagian dari kontribusi Program Studi Pendidikan IPS FPIPS UPI dalam menghasilkan doktor yang mengembangkan penelitian dengan perspektif kritis terhadap berbagai persoalan sosial. Kajian mengenai ketimpangan gender, perlindungan anak, pencegahan kekerasan, dan pendidikan IPS sensitif gender turut memperluas ruang kajian Pendidikan IPS dalam merespons tantangan sosial kontemporer.

Penelitian ini juga memperlihatkan pentingnya pembelajaran IPS dalam membangun kesadaran sosial dan sikap aktif peserta didik. Integrasi isu kesetaraan gender dan pencegahan kekerasan ke dalam pendidikan dapat menjadi bagian dari upaya membentuk generasi yang lebih peka terhadap persoalan sosial serta mampu berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan saling menghargai.

Keberhasilan Sona Minasyan menyelesaikan pendidikan doktoral semakin memperkuat kiprah Program Studi Pendidikan IPS FPIPS UPI dalam melahirkan doktor dengan penelitian yang memiliki relevansi akademik sekaligus menjawab persoalan nyata yang berkembang di masyarakat.

Program Studi Pendidikan IPS FPIPS UPI menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Dr. Sona Minasyan atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan doktoral. Semoga hasil penelitian yang dikembangkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan Pendidikan IPS yang sensitif gender, peningkatan kesadaran peserta didik, serta upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *