Penulis : Syahda Ilmaha Syarif (2406278) dan Fany Apriliyany Suci (2406680)
Editor : Syalwa Ramadianti Nugraha (2407430)
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, media digital menjadi sarana utama dalam menyampaikan pesan, membangun citra, serta memperluas jangkauan informasi sebuah organisasi. Kondisi ini juga dirasakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi (HMPG) FPIPS UPI yang terus berupaya menyesuaikan diri dengan dinamika komunikasi digital. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan program Publikasi dan Media Kreatif di bawah naungan BEM HMPG FPIPS UPI.
Program Publikasi dan Media Kreatif hadir sebagai respon atas kebutuhan organisasi akan sistem komunikasi yang efektif, terbuka, dan berkelanjutan. Media tidak lagi dipahami sekadar sebagai alat penyampai informasi satu arah, melainkan sebagai ruang interaksi yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi antara organisasi dan masyarakat luas. Melalui pemanfaatan berbagai platform digital seperti instagram, tiktok, website, youtube, facebook dan geopost.





HMPG berusaha memastikan bahwa setiap kegiatan, gagasan, serta informasi penting dapat tersampaikan secara cepat dan tepat sasaran.
Pelaksanaan program ini berfokus pada pengelolaan publikasi kegiatan organisasi sekaligus penyebaran informasi yang relevan bagi mahasiswa Pendidikan Geografi. Informasi tersebut mencakup agenda kegiatan HMPG, program kerja BEM, isu-isu kampus, kalender akademik, peluang beasiswa, hingga konten kegeografian yang dikemas secara edukatif dan menarik. Dengan demikian, Publikasi dan Media Kreatif tidak hanya berfungsi sebagai corong informasi internal, tetapi juga sebagai jembatan komunikasi antara HMPG dan masyarakat luar.
Selama satu periode kepengurusan, pengelolaan media sosial menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Konten-konten yang diunggah sebagian besar telah mengikuti ketentuan waktu unggah sesuai SOP, serta menunjukkan peningkatan dari segi kreativitas, khususnya pada platform TikTok melalui konten video dan live report berbasis wawancara. Hal ini berdampak pada meningkatnya jumlah penayangan dan pengikut, terutama di media sosial yang memiliki karakter audiens dinamis.
Meskipun demikian, pelaksanaan program tidak terlepas dari berbagai kendala. Beberapa di antaranya adalah keterlambatan unggah konten, keterbatasan akses aplikasi premium pendukung desain dan editing, serta hambatan teknis dalam pengelolaan website yang memerlukan persetujuan dosen. Selain itu, konsistensi unggahan konten, khususnya pada TikTok, masih perlu ditingkatkan agar tidak terlalu bergantung pada momentum program kerja semata.
Berangkat dari hasil evaluasi tersebut, program Publikasi dan Media Kreatif memberikan sejumlah rekomendasi penting bagi kepengurusan selanjutnya. Di antaranya adalah peningkatan kedisiplinan terhadap SOP publikasi, perencanaan waktu unggah yang lebih matang, penyediaan aplikasi pendukung secara terpusat, serta pembaruan tampilan dan fitur media sosial agar tetap relevan dengan perkembangan tren digital.
Secara keseluruhan, program Publikasi dan Media Kreatif telah menjadi bagian penting dalam membangun identitas dan eksistensi HMPG FPIPS UPI di ruang digital. Program ini tidak hanya memperkuat fungsi komunikasi organisasi, tetapi juga menjadi wadah pengembangan keterampilan mahasiswa dalam bidang kepenulisan, desain grafis, dan videografi. Dengan pengelolaan yang semakin baik di masa mendatang, Publikasi dan Media Kreatif diharapkan mampu terus menjadi media informatif, edukatif, dan representatif bagi HMPG FPIPS UPI.