Penulis: Putri Rahmayanti (2408039)
Editor: Nendeh Rizka Nurfadilah (2508823)
Bandung, 20–21 Juni 2026 – Badan Eksekutif Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Pendidikan Geografi (BEM HMPG) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Universitas Pendidikan Indonesia (FPIPS UPI) menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) I sebagai agenda awal kepengurusan Periode 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi forum resmi untuk membahas, menyempurnakan, dan menetapkan program kerja yang akan dilaksanakan selama satu periode kepengurusan. Selain dihadiri oleh seluruh pengurus BEM HMPG FPIPS UPI, forum ini juga melibatkan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) HMPG sebagai lembaga yang menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan pertimbangan terhadap setiap rancangan program kerja yang diajukan, serta Jantera yaitu organisasi mahasiswa pecinta alam geografi. Selama pelaksanaan sidang, seluruh peserta aktif mengikuti setiap rangkaian agenda dengan tujuan menyusun arah gerak organisasi yang lebih terstruktur, terukur, dan selaras dengan kebutuhan mahasiswa Pendidikan Geografi.
Rapat Kerja I bukan sekadar agenda rutin pada awal kepengurusan, tetapi merupakan tahapan penting dalam menentukan arah pelaksanaan organisasi selama satu periode. Melalui forum ini, setiap departemen memperoleh kesempatan untuk memaparkan program kerja yang telah dirancang, menjelaskan tujuan serta sasaran kegiatan, sekaligus menerima berbagai masukan dari peserta sidang. Setiap usulan yang disampaikan menjadi bahan pertimbangan bersama agar program yang disusun tidak hanya dapat terlaksana dengan baik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa Pendidikan Geografi. Dengan demikian, seluruh program yang disahkan diharapkan dapat menjadi wujud komitmen pengurus dalam menjalankan amanah organisasi secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Pelaksanaan Rapat Kerja I juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antar departemen. Dalam sebuah organisasi mahasiswa, setiap departemen memiliki tugas dan fokus kerja yang berbeda, sehingga diperlukan komunikasi yang baik agar seluruh program dapat berjalan secara selaras. Melalui forum persidangan, setiap pengurus dapat memahami peran masing-masing departemen sekaligus mengetahui keterkaitan antar program yang akan dilaksanakan sepanjang periode kepengurusan. Proses ini menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang lebih efektif sehingga pelaksanaan kegiatan nantinya tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling mendukung untuk mencapai tujuan organisasi secara bersama.
Selain membahas program kerja, forum ini juga menjadi ruang diskusi bagi seluruh pengurus untuk menyampaikan gagasan, saran, maupun evaluasi terhadap rancangan kegiatan yang telah disusun. Berbagai masukan yang diberikan selama persidangan menunjukkan bahwa setiap program tidak hanya dipandang dari sisi pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari manfaat yang akan dirasakan oleh mahasiswa. Oleh karena itu, proses diskusi menjadi bagian penting dalam Rapat Kerja I karena menghasilkan berbagai penyempurnaan terhadap beberapa program sebelum akhirnya memperoleh persetujuan forum. Melalui mekanisme tersebut, setiap keputusan yang diambil merupakan hasil musyawarah bersama yang melibatkan seluruh unsur organisasi.
Awal Kepengurusan: Menyusun Arah Pergerakan Organisasi
Sebagai kepengurusan yang baru memulai masa baktinya, BEM HMPG FPIPS UPI Periode 2026/2027 memandang Rapat Kerja I sebagai langkah awal dalam menyusun arah organisasi secara menyeluruh. Seluruh program yang dibahas dalam forum ini disusun berdasarkan fungsi dan tanggung jawab masing-masing departemen, mulai dari bidang kaderisasi, pengembangan sumber daya organisasi, pendidikan, minat dan bakat, lingkungan hidup, sosial politik, komunikasi dan informasi, hingga departemen-departemen lainnya yang memiliki peran dalam mendukung jalannya organisasi. Setiap rancangan kegiatan dipersiapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan mahasiswa sekaligus menyesuaikan dengan arah kebijakan organisasi yang telah ditetapkan dalam AD/ART, GBPPK, dan berbagai ketentuan organisasi lainnya.
Melalui forum ini pula, pengurus bersama-sama menyamakan persepsi mengenai target yang ingin dicapai selama satu periode kepengurusan. Kesamaan pemahaman tersebut dinilai penting agar setiap program kerja memiliki arah yang jelas serta tidak berjalan di luar tujuan organisasi. Dengan adanya pembahasan secara terbuka, setiap departemen dapat menjelaskan alasan penyelenggaraan suatu kegiatan, indikator keberhasilan yang ingin dicapai, sasaran kegiatan, hingga kebutuhan anggaran yang diperlukan. Langkah tersebut menjadi bentuk transparansi sekaligus upaya membangun koordinasi sejak awal masa kepengurusan.
Suasana persidangan berlangsung dengan tertib dan kondusif. Setiap peserta diberikan kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat maupun pertanyaan terhadap program kerja yang sedang dibahas. Berbagai saran yang muncul kemudian menjadi bahan evaluasi bagi departemen terkait sebelum program tersebut ditetapkan sebagai bagian dari agenda organisasi. Dinamika diskusi yang berlangsung menunjukkan adanya semangat kolaborasi di antara seluruh pengurus untuk menghasilkan program kerja yang lebih matang dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa Pendidikan Geografi.
Pembahasan Program Kerja pada Hari Pertama
Memasuki agenda inti hari pertama, forum mulai membahas program kerja berdasarkan urutan presentasi yang dipandu oleh moderator, yang mencakup pemaparan dari setiap departemen, biro, serta tim di bawah koordinasi organisasi. Masing-masing departemen diberikan kesempatan untuk mempresentasikan rancangan kegiatan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Pemaparan tersebut meliputi latar belakang kegiatan, tujuan pelaksanaan, indikator keberhasilan, sasaran peserta, waktu pelaksanaan, hingga kebutuhan anggaran yang direncanakan. Setelah proses pemaparan selesai, forum membuka sesi diskusi sehingga seluruh peserta sidang dapat memberikan pertanyaan, masukan, maupun usulan penyempurnaan terhadap program yang dipresentasikan. Mekanisme ini diterapkan pada setiap pembahasan sehingga seluruh program kerja memperoleh kesempatan yang sama untuk dikaji bersama sebelum ditetapkan sebagai program resmi organisasi.
Pembahasan berlangsung secara bertahap dimulai dari pemaparan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Jantera, Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM, pengurus inti, tim kesekretariatan, tim bendahara, hingga departemen-departemen yang berada di lingkungan BEM HMPG FPIPS UPI. Berbagai program yang dipaparkan menunjukkan bahwa kepengurusan periode 2026/2027 tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan kegiatan seremonial, tetapi juga menitikberatkan pada pengembangan kapasitas pengurus, peningkatan pelayanan administrasi organisasi, penguatan kaderisasi, pengembangan akademik mahasiswa, hingga pelaksanaan berbagai kegiatan yang bersifat sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Setiap program dirancang agar saling melengkapi satu sama lain sehingga mampu mendukung tercapainya tujuan organisasi selama satu periode kepengurusan.

Gambar 1. Pelaksanaan Rapat Kerja I BEM HMPG FPIPS UPI Periode 2026/2027 secara daring melalui platform Zoom Meeting
Dinamika dalam Pembahasan Program Kerja
Pelaksanaan rapat pada hari pertama berlangsung secara sistematis sesuai dengan tata tertib rapat yang telah disepakati bersama. Setiap departemen memperoleh alokasi waktu untuk memaparkan rancangan program kerja, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanggapan dari pengurus BEM, DPM, maupun Jantera. Pada sesi ini, pengurus dari departemen lain maupun Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), serta Jantera menyampaikan berbagai pertanyaan, masukan, serta saran sebagai bahan penyempurnaan program yang dipresentasikan. Mekanisme tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembahasan karena setiap usulan yang diberikan bertujuan meningkatkan kualitas program sebelum disahkan menjadi agenda resmi organisasi.
Suasana sidang berlangsung aktif namun tetap kondusif. Setiap pengurus diberi kesempatan yang sama untuk menyampaikan pendapat sehingga proses pembahasan berjalan secara terbuka. Beberapa masukan yang muncul berkaitan dengan penyesuaian waktu pelaksanaan kegiatan, efektivitas sasaran program, penyusunan indikator keberhasilan, hingga efisiensi penggunaan anggaran. Berbagai hal tersebut dibahas secara musyawarah sehingga keputusan yang dihasilkan merupakan kesepakatan bersama seluruh peserta forum, bukan keputusan sepihak dari suatu departemen. Pola diskusi seperti ini menunjukkan adanya komitmen seluruh pengurus dalam membangun organisasi yang terbuka terhadap kritik serta mengutamakan kolaborasi dalam setiap proses pengambilan keputusan.
Selain menjadi forum pembahasan program kerja, Rapat Kerja I juga dimanfaatkan sebagai ruang koordinasi antar bidang. Melalui pemaparan yang dilakukan secara bergantian, setiap departemen dapat mengetahui rencana kegiatan departemen lain sehingga memudahkan proses koordinasi pada saat pelaksanaan program di kemudian hari. Hal ini dinilai penting mengingat sebagian besar kegiatan BEM HMPG melibatkan kerja sama lintas departemen, baik dalam bentuk kepanitiaan, publikasi, dokumentasi, maupun dukungan teknis lainnya. Dengan memahami agenda masing-masing sejak awal, koordinasi diharapkan dapat berjalan lebih efektif sepanjang periode kepengurusan.
Pembahasan juga menunjukkan bahwa setiap departemen memiliki karakteristik program kerja yang berbeda sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya. Tim Kesekretariatan, misalnya, lebih banyak memaparkan program yang berkaitan dengan pengelolaan administrasi organisasi, penyusunan buku induk pengurus, monitoring administrasi, pengarsipan surat masuk dan surat keluar, pengelolaan sertifikat, hingga penyusunan kalender kegiatan organisasi. Selain itu, terdapat pula Tim Kesekretariatan bagian Rumah Tangga yang memaparkan program seperti pembuatan jadwal piket untuk tiap departemen dan pengurus inti, pengadaan serta pengelolaan inventaris, hingga mekanisme peminjaman dan penyewaan inventaris BEM HMPG. Seluruh program tersebut dirancang untuk mendukung tertib administrasi dan rumah tangga sehingga pelaksanaan kegiatan organisasi dapat berjalan dengan lebih sistematis.
Sementara itu, Tim Bendahara mempresentasikan berbagai program yang berfokus pada pengelolaan keuangan organisasi, mulai dari penyusunan pembukuan, RKAT, laporan keuangan, hingga pengelolaan iuran anggota dan dana usaha. Dalam Rapat Kerja I, beberapa aspek yang menjadi perhatian adalah efektivitas sistem pelaporan keuangan, transparansi penggunaan anggaran, serta mekanisme koordinasi antara bendahara umum dengan bendahara di setiap departemen. Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa aspek administrasi dan keuangan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mendukung keberlangsungan seluruh program kerja organisasi.
Tidak kalah menarik, Departemen Pengembangan Sumber Daya Organisasi (PSDO) turut memaparkan sejumlah program yang berorientasi pada peningkatan kapasitas pengurus. Salah satu program yang mendapat perhatian dalam forum adalah Upgrading Pengurus, yang dirancang sebagai kegiatan pengembangan kemampuan, penguatan kerja sama, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan BEM HMPG FPIPS UPI. Program ini direncanakan dilaksanakan sebanyak dua kali dalam satu periode kepengurusan agar proses pembinaan pengurus dapat berlangsung secara berkelanjutan. Selain itu, PSDO juga mengusulkan program Evaluasi Himpunan sebagai forum refleksi terhadap pelaksanaan program kerja sekaligus penyusunan rekomendasi bagi kepengurusan berikutnya. Kedua program tersebut dipandang memiliki peran penting dalam menjaga kualitas organisasi dari sisi internal.
Pembahasan berikutnya berlanjut pada Biro Kaderisasi yang mempresentasikan rangkaian program pembinaan mahasiswa baru. Program-program seperti PMB, MOKA Program Studi, Geography Active Creative Thinking (Geo ACT), Geography Future Leader (GFL), serta Program Pengenalan Lingkungan Geografi (PPLG) menjadi fokus utama dalam proses diskusi karena merupakan rangkaian kaderisasi yang akan dilaksanakan secara bertahap. Dalam forum, peserta sidang memberikan berbagai masukan mengenai konsep kegiatan, alur pelaksanaan, kesiapan sumber daya panitia, hingga kesinambungan antar program agar proses kaderisasi mampu berjalan secara efektif dan memberikan pengalaman belajar yang baik bagi mahasiswa baru Pendidikan Geografi.
Selama proses pembahasan berlangsung, forum tidak hanya menilai kelayakan suatu kegiatan dari sisi teknis pelaksanaan, tetapi juga mempertimbangkan manfaat yang akan diterima oleh mahasiswa. Oleh karena itu, hampir setiap departemen memperoleh masukan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas program, efektivitas metode pelaksanaan, serta kemungkinan kolaborasi dengan departemen lain. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Rapat Kerja I tidak hanya bertujuan menetapkan daftar kegiatan selama satu periode, melainkan juga memastikan bahwa setiap program benar-benar memberikan kontribusi terhadap perkembangan organisasi dan mahasiswa Pendidikan Geografi.
Melalui proses diskusi yang berlangsung sepanjang hari pertama, seluruh pengurus memperoleh kesempatan untuk memahami arah kerja organisasi secara lebih menyeluruh. Setiap program yang dipresentasikan saling melengkapi satu sama lain sehingga membentuk satu kesatuan agenda kepengurusan yang terintegrasi. Hasil pembahasan pada hari pertama kemudian menjadi dasar untuk melanjutkan agenda sidang pada hari kedua, yaitu penyempurnaan beberapa program kerja yang masih memerlukan penyesuaian serta penyusunan kalender kegiatan organisasi sebagai pedoman pelaksanaan seluruh agenda BEM HMPG FPIPS UPI Periode 2026/2027.
Hari Kedua: Penyempurnaan Program Kerja dan Penyusunan Kalender Kepengurusan
Memasuki hari kedua pelaksanaan Rapat Kerja I, forum kembali melanjutkan pembahasan terhadap beberapa program kerja yang masih memerlukan penyesuaian berdasarkan hasil diskusi pada hari sebelumnya. Beberapa departemen diberikan kesempatan untuk menjelaskan kembali hasil revisi yang telah dilakukan, baik berkaitan dengan konsep kegiatan, jadwal pelaksanaan, indikator keberhasilan, maupun aspek teknis lainnya. Seluruh perubahan tersebut dipaparkan di hadapan pengurus untuk memperoleh persetujuan sebelum program kerja ditetapkan sebagai bagian dari agenda resmi kepengurusan BEM HMPG FPIPS UPI Periode 2026/2027. Proses ini menunjukkan bahwa setiap keputusan organisasi diambil melalui mekanisme musyawarah dengan melibatkan seluruh unsur yang hadir dalam rapat.
Suasana pada hari kedua tetap berlangsung aktif. Berbagai masukan yang diberikan pada hari pertama menjadi bahan evaluasi bagi setiap departemen untuk menyempurnakan rancangan program kerja. Dengan adanya proses tersebut, setiap program yang disahkan telah melalui tahapan pembahasan, evaluasi, serta penyesuaian sehingga diharapkan dapat dilaksanakan secara lebih efektif. Selain menghasilkan keputusan mengenai program kerja, forum ini juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi antardepartemen karena setiap pengurus memperoleh gambaran mengenai agenda yang akan dijalankan oleh departemen lain sepanjang satu periode kepengurusan.
Setelah seluruh program kerja selesai dibahas dan disepakati, forum memasuki agenda berikutnya, yaitu penyusunan Kalender Kegiatan BEM HMPG FPIPS UPI Periode 2026/2027. Agenda ini menjadi salah satu bagian terpenting dalam Rapat Kerja I karena hasilnya akan menjadi pedoman pelaksanaan seluruh kegiatan organisasi selama satu tahun kepengurusan. Penyusunan kalender dilakukan secara bersama-sama dengan mempertimbangkan jadwal setiap departemen agar tidak terjadi benturan waktu antar program kerja. Melalui proses plotting tersebut, seluruh pengurus dapat melihat keterkaitan setiap kegiatan sekaligus menentukan waktu pelaksanaan yang paling sesuai.
Proses penyusunan kalender berlangsung secara bertahap. Setiap departemen menyampaikan waktu pelaksanaan program kerja yang telah direncanakan, kemudian forum melakukan penyesuaian apabila terdapat agenda yang berdekatan atau berpotensi saling bertabrakan. Dalam beberapa kesempatan, pengurus juga memberikan masukan mengenai waktu yang dianggap lebih efektif berdasarkan kalender akademik Universitas Pendidikan Indonesia maupun kesiapan sumber daya organisasi. Dengan demikian, kalender yang dihasilkan tidak hanya memperhatikan kebutuhan internal organisasi, tetapi juga mempertimbangkan aktivitas akademik mahasiswa sehingga pelaksanaan program dapat berlangsung secara optimal.
Melalui proses tersebut, forum berhasil menyusun kalender kepengurusan yang memuat berbagai agenda strategis BEM HMPG FPIPS UPI selama periode 2026/2027. Sejumlah kegiatan telah dijadwalkan sejak awal masa kepengurusan, di antaranya Upgrading Pengurus, berbagai rapat persiapan departemen, kegiatan akademik seperti Bedah Jurnal dan Bedah Isu Pendidikan, program pengembangan mahasiswa seperti Geo ACT, Geography Future Leader (GFL), Program Pengenalan Lingkungan Geografi (PPLG), PMB, MOKA Program Studi, hingga berbagai kegiatan pengabdian, publikasi, dan evaluasi organisasi. Kalender tersebut menjadi acuan bersama sehingga setiap departemen memiliki kepastian waktu dalam mempersiapkan program yang akan dilaksanakan.
Selain mengatur jadwal kegiatan, penyusunan kalender juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi lintas departemen. Tidak sedikit program kerja yang memerlukan dukungan dari bidang lain, baik dalam hal publikasi, dokumentasi, perlengkapan, maupun kepanitiaan. Dengan adanya kalender yang telah disusun secara bersama, koordinasi antar bidang diharapkan dapat berjalan lebih efektif karena setiap departemen telah mengetahui agenda yang akan berlangsung sepanjang satu periode. Langkah ini sekaligus menjadi upaya untuk meminimalkan kendala pelaksanaan kegiatan akibat benturan jadwal maupun keterbatasan sumber daya organisasi.
Hasil Rapat Kerja I
Pelaksanaan Rapat Kerja I menghasilkan sejumlah keputusan yang menjadi dasar pelaksanaan kepengurusan BEM HMPG FPIPS UPI Periode 2026/2027. Seluruh program kerja yang diajukan oleh masing-masing departemen telah dibahas melalui mekanisme Rapat Kerja I, memperoleh berbagai masukan dari pengurus, kemudian disempurnakan sebelum akhirnya disepakati bersama. Hasil tersebut menunjukkan bahwa setiap program kerja yang akan dilaksanakan telah melalui proses kajian yang cukup sehingga memiliki arah, tujuan, dan indikator pelaksanaan yang lebih jelas.
Selain penetapan program kerja, tersusunnya kalender kegiatan menjadi salah satu capaian penting dalam Rapat Kerja I. Kalender tersebut tidak hanya memuat jadwal pelaksanaan setiap kegiatan, tetapi juga menjadi pedoman koordinasi seluruh pengurus selama satu periode kepengurusan. Dengan adanya acuan waktu yang telah disepakati bersama, diharapkan pelaksanaan kegiatan dapat berlangsung lebih teratur, terkoordinasi, serta mampu mengurangi potensi benturan jadwal antarprogram.
Melalui seluruh rangkaian pembahasan yang telah dilaksanakan, Rapat Kerja I juga memberikan ruang bagi seluruh pengurus untuk saling mengenal pola kerja masing-masing departemen. Diskusi yang berlangsung selama dua hari tidak hanya berfokus pada penyusunan agenda kegiatan, tetapi juga memperkuat komunikasi, kerja sama, dan rasa tanggung jawab antaranggota organisasi. Hal tersebut menjadi modal penting dalam menjalankan berbagai program kerja yang akan dilaksanakan sepanjang periode kepengurusan.
Penutup
Rapat Kerja I BEM HMPG FPIPS UPI Periode 2026/2027 secara resmi ditutup setelah seluruh agenda kegiatan selesai dilaksanakan. Selama dua hari pelaksanaan, Rapat Kerja I berhasil membahas dan menyepakati berbagai program kerja serta menyusun kalender kegiatan yang akan menjadi pedoman pelaksanaan organisasi selama satu periode kepengurusan. Seluruh proses yang berlangsung menunjukkan komitmen pengurus dalam membangun organisasi yang mengedepankan musyawarah, koordinasi, serta partisipasi aktif dari setiap departemen.
Melalui hasil Rapat Kerja I ini, diharapkan seluruh pengurus BEM HMPG FPIPS UPI Periode 2026/2027 dapat menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab serta terus memperkuat sinergi dalam setiap pelaksanaan program kerja. Dengan koordinasi yang baik dan perencanaan yang telah disusun bersama, setiap kegiatan diharapkan mampu memberikan manfaat bagi mahasiswa Pendidikan Geografi sekaligus mendukung terwujudnya organisasi yang aktif, adaptif, dan berkontribusi bagi lingkungan kampus maupun masyarakat.

Gambar 2. Penyusunan kalender kegiatan BEM HMPG FPIPS UPI Periode 2026/2027 sebagai hasil akhir Raker I.