Penulis : Shalom Laura Clarissa 2507016 (Angkatan 2025)
Penyunting : Reva Laelatul Zahra
Kartografi merupakan ilmu sekaligus seni dalam menyusun, merancang, dan menyajikan informasi geospasial ke dalam bentuk peta yang akurat, informatif, dan mudah dipahami. Seiring berkembangnya teknologi geospasial, kebutuhan akan peta tidak lagi terbatas pada satu lembar peta statis, tetapi juga mencakup penyajian informasi dalam jumlah besar dengan tampilan yang konsisten dan efisien. Kondisi tersebut mendorong lahirnya pendekatan yang mampu mengotomatisasi proses penyusunan peta tanpa mengurangi kualitas kartografisnya.
Salah satu solusi yang ditawarkan dalam perkembangan kartografi digital adalah fitur Atlas pada QGIS. Fitur ini memungkinkan pengguna menghasilkan serangkaian peta secara otomatis berdasarkan satu rancangan layout yang sama, sehingga proses produksi peta menjadi lebih cepat, konsisten, dan minim kesalahan. QGIS (Quantum Geographic Information System) tidak hanya mampu mengolah dan menganalisis data spasial, tetapi juga menyajikannya secara efisien dan komunikatif. Oleh karena itu, pemahaman terhadap fitur Atlas menjadi salah satu keterampilan penting dalam mendukung praktik kartografi yang lebih efektif dan efisien di era digital.
Perkembangan teknologi geospasial juga turut mendorong peningkatan volume data spasial untuk menyajikan sebuah peta yang menyediakan informasi dengan cepat, akurat, dan mudah dipahami. Dengan membawakan tema “TERRATLAS” kedua pemateri bulan ini, Ibrahim (Angkatan 2024) dan Dea Vita Alisya (Angkatan 2025) telah merancang dan memodelkan sebuah ilmu QGIS yang dapat diakses dan dipahami dengan mudah oleh para audiens. Kombinasi antara plugin dashboard pada QGIS di pekan pertama dan pemodelan majalah ATLAS pada pekan kedua, pemateri bulan ini memberikan solusi untuk tantangan informasi geospasial pada zaman ini.

Melalui Kegiatan Rutin Komunitas (KRK), komunitas SCALE pada HIMA SaIG menyajikan wadah kepada seluruh mahasiswa SaIG untuk mempelajari salah satu perangkat lunak SIG berupa QGIS, yang menyediakan berbagai fitur untuk mendukung proses pemetaan dan analisis spasial untuk mengembangkan kompetensi. Pelaksanaan ini didukung dengan adanya pemantauan progress pemahaman yang ditargetkan kepada para pengurus, invader, dan kontributor SCALE melalui tahapan pre-test dan post-test sebagai indikator pemahaman teoritikal dan dikombinasikan dengan tahapan hands-on sebagai uji coba langsung pada fitur perangkat lunak yang dipelajari.

Pekan 1 (17 Juli 2026) : Pengenalan Fitur Atlas dan plugin dashboard pada QGIS
Penyajian informasi geospasial yang sistematis dan mudah dipahami sangat penting agar pengguna dapat memperoleh informasi secara efektif. Berangkat dari urgensi tersebut, Ibrahim membuka rangkaian pekan pertama dengan mengenalkan QGIS, sebuah perangkat lunak yang sangat mumpuni namun kurang dimanfaatkan secara maksimal untuk mengolah data spasial. Selama sesi berlangsung, audiens tidak hanya memperoleh pemaparan materi, tetapi juga dipandu secara langsung melalui praktik penggunaan QGIS, mulai dari proses memasukkan data, mengolah data spasial, hingga menginstal dan memanfaatkan plugin Dashboard sebagai media visualisasi informasi. Melalui pembelajaran interaktif ini, pengurus, invader, dan kontributor SCALE dapat melihat pembuatan peta yang lebih sederhana, efisien, dan tetap mampu menghasilkan informasi geospasial yang komunikatif.

Pekan 2 (22 Juli 2026) : ATLAS Asia Tenggara
Pada pekan kedua ini Dea sebagai pemateri mengembangkan dan menarik seluruh audiens untuk mengkreasikan sebuah peta yang disajikan pada sebuah majalah ATLAS hal ini membawakan peserta pada nostalgia singkat, sebuah buku ATLAS. Materi pada pekan kedua ini memberikan pemahaman mendalam kepada para pengurus, invader, dan kontributor terkait ATLAS dengan Asia Tenggara sebagai sampel datanya.
Dengan memanfaatkan fitur simbologi pada ArcGIS dan dikombinasikan dengan perangkat CANVA, peserta dapat lebih ragam cara pengolahan data spasial dan bagaimana mereka dapat menyajikan sebuah peta yang berisi informasi menarik dan interaktif.
Akhir kata, pada perkembangan informasi di dunia spasial saat ini, seluruh data dapat diolah dan diakses dengan cepat. Namun yang menjadi kendala utama adalah bagaimana kita bukan lagi sekadar menghasilkan peta, melainkan bagaimana menyajikan informasi secara efisien, konsisten, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan. KRK SCALE bulan Juli memberikan jawaban terkait permintaan tersebut sekaligus menjadi wadah berkembang. Peserta tidak hanya memahami aspek teknis penggunaannya, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai pentingnya mengoptimalkan penyajian informasi geospasial agar lebih efektif, menarik, dan bernilai dalam mendukung berbagai kebutuhan analisis maupun pengambilan keputusan.
