Bandung, 29 Juni 2026 – Program Studi Magister Pendidikan Kewarganegaraan Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), sukses menyelenggarakan Mini Conference: Comparative National & Global Civic Education. Kegiatan ini menjadi wadah akademik bagi mahasiswa untuk mempresentasikan hasil kajian komparatif mengenai isu-isu kewarganegaraan dalam konteks nasional dan global, sekaligus memperluas jejaring akademik internasional.
Acara dibuka oleh Master of Ceremony Lala Indrawati dan menghadirkan Prof. Dr. Dasim Budimansyah, M.Si. sebagai Keynote Speaker yang menyampaikan pentingnya penguatan pendidikan kewarganegaraan di era global melalui kolaborasi lintas negara. Turut hadir pula Dr. Syaifullah, M.Si. sebagai Invited Speaker yang memberikan perspektif mengenai tantangan dan peluang pengembangan comparative civic education. Jalannya diskusi dipandu oleh Ira Safitri selaku moderator.
Mini conference ini menjadi lebih istimewa dengan kehadiran peserta internasional dari Universiti Sains Malaysia (USM) dan Philippine Normal University (PNU). Keterlibatan mahasiswa dari kedua perguruan tinggi tersebut memperkaya diskusi melalui pertukaran perspektif mengenai berbagai isu kewarganegaraan yang berkembang di masing-masing negara.
Sebanyak lima kelompok mahasiswa mempresentasikan hasil penelitian yang mengangkat tema-tema aktual, di antaranya kewarganegaraan abad ke-21 di era digital, ekspresi identitas budaya generasi muda di ruang digital, intoleransi dan diskriminasi di sekolah, kapitalisme platform dan ketimpangan pendapatan pengemudi transportasi daring, serta partisipasi publik digital dalam merespons isu-isu global. Seluruh kajian disusun menggunakan pendekatan komparatif dengan melibatkan berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, Turki, Korea Selatan, Brasil, India, dan Filipina.
Sesi paralel dipandu oleh para moderator yang merupakan mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Kewarganegaraan UPI, sementara presentasi disampaikan oleh mahasiswa yang telah mempersiapkan hasil kajian akademiknya secara komprehensif. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari dosen, mahasiswa, serta peserta internasional yang turut memberikan pandangan berdasarkan konteks negaranya masing-masing.
Melalui penyelenggaraan Mini Conference ini, Program Studi Magister Pendidikan Kewarganegaraan UPI menunjukkan komitmennya dalam mendorong budaya akademik yang kolaboratif, memperkuat kemampuan riset mahasiswa, serta meningkatkan kompetensi komunikasi ilmiah pada tingkat internasional. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam memperluas kerja sama akademik dengan perguruan tinggi mitra di kawasan Asia sekaligus memperkuat perspektif global dalam pengembangan pendidikan kewarganegaraan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin mampu menghasilkan kajian ilmiah yang relevan dengan tantangan global serta berkontribusi dalam pengembangan pendidikan kewarganegaraan yang adaptif, inklusif, dan berwawasan internasional.
