
Bandung Barat – Komitmen Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dalam mengimplementasikan keilmuan bagi masyarakat kembali diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) di Desa Cihanjuangrahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Dipimpin oleh Prof. Dr. Enok Maryani, M.S., Guru Besar FPIPS UPI di bidang Geografi Kepariwisataan sekaligus dosen bidang ahli Geografi Manusia, kegiatan ini mengedepankan penguatan literasi kebencanaan sebagai upaya membangun masyarakat yang tangguh dan adaptif terhadap risiko bencana. Sebagai akademisi yang selama bertahun-tahun mengembangkan kajian geografi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat, Prof. Enok menekankan bahwa mitigasi bencana tidak dapat berhenti pada penyampaian informasi semata. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk memahami, mengambil keputusan, dan bertindak secara tepat ketika menghadapi situasi darurat.
"Kami ingin membangun literasi kebencanaan masyarakat. Literasi bukan hanya pengetahuan mengenai ancaman bencana, tetapi juga kemampuan untuk bersikap dan bertindak dalam menyelamatkan diri serta orang lain. Pengetahuan dan perilaku harus menjadi satu kesatuan yang terintegrasi," ujar Prof. Enok.

Pendekatan tersebut sejalan dengan keilmuan Geografi Manusia yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam memahami, beradaptasi, dan membangun ketahanan terhadap lingkungan tempat mereka tinggal. Melalui perspektif ini, mitigasi bencana tidak hanya dipandang sebagai persoalan fisik wilayah, tetapi juga sebagai proses membangun budaya kesiapsiagaan yang melibatkan pengetahuan, perilaku, serta partisipasi aktif masyarakat.
Dalam kegiatan PPM tersebut, warga memperoleh edukasi mengenai karakteristik Sesar Lembang, potensi ancaman gempa bumi, hingga langkah-langkah mitigasi yang dapat diterapkan di lingkungan tempat tinggal. Materi yang disampaikan tidak hanya membahas aspek teoritis, tetapi juga praktik menghadapi kondisi darurat, seperti pemetaan jalur evakuasi, identifikasi titik kumpul, serta strategi penyelamatan diri dan keluarga apabila terjadi bencana. Prof. Enok menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan untuk menumbuhkan rasa takut, melainkan membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana yang ada di wilayahnya.
"Desa Cihanjuangrahayu merupakan kawasan dengan tingkat kerawanan yang tinggi karena berada di sekitar Sesar Lembang. Namun, melalui edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan tidak panik ketika menghadapi bencana, melainkan mampu melakukan tindakan mitigasi secara cepat dan tepat," jelasnya.

Sebagai bentuk kolaborasi akademik, kegiatan ini turut menghadirkan dosen-dosen Program Studi Geografi UPI dari berbagai bidang keahlian yang menyampaikan materi berdasarkan hasil riset terkini. Menurut Prof. Enok, keberagaman perspektif tersebut penting untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih komprehensif sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat. Selain melibatkan dosen, mahasiswa Program Studi Geografi UPI juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning), sekaligus sarana untuk mengaplikasikan hasil penelitian dan kajian akademik secara langsung di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, FPIPS UPI kembali menunjukkan peran strategis perguruan tinggi dalam menjawab tantangan sosial melalui penerapan ilmu pengetahuan. Kepemimpinan Prof. Enok Maryani sebagai Guru Besar FPIPS tidak hanya memperkuat pengembangan keilmuan Geografi Manusia dan Geografi Kepariwisataan, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi akademisi dalam membangun masyarakat yang lebih tangguh, berdaya, dan memiliki budaya mitigasi bencana yang berkelanjutan.