Bandung IPAI FPIPS UPI - Alhamdulillah, sebuah karya ilmiah yang teoretis sekaligus bernilai aplikatif kembali dilahirkan oleh sivitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tim peneliti yang terdiri dari Shabran Syamil, Hilman Taufiq Abdillah, dan Aceng Kosasih resmi mempublikasikan hasil penelitian terbaru mereka dalam AL-HIKMAH: Jurnal Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Volume 06 Nomor 01 Edisi April 2026. Artikel ilmiah bertajuk "Relevansi Akhlak Tasawuf Islam Awal dalam Tantangan Kehidupan Kontemporer Generasi Z" ini membedah secara mendalam bagaimana pemahaman Generasi Z terhadap ajaran tasawuf klasik serta sejauh mana nilai-nilai spiritualitas Islam awal tetap relevan sebagai panduan etis di tengah gempuran modernisasi dan digitalisasi. Riset kualitatif ini mempertegas peran aktif akademisi UPI sebagai pelopor dan pusat keunggulan (center of excellence) dalam mentransformasikan nilai-nilai keagamaan agar adaptif terhadap dinamika zaman.
Dalam laporan penelitian tersebut, dibedah bahwa Generasi Z (rentang usia 18–25 tahun) tidak memandang akhlak tasawuf sebagai praktik mistik asketis yang menjauhkan diri dari realitas sosial, melainkan sebagai panduan etika hidup yang sangat substantif dan aplikatif. Nilai-nilai inti tasawuf Islam awal yang bersumber dari keteladanan Rasulullah SAW, para sahabat, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in—seperti ikhlas, sabar, tawakal, dan muhasabah—dinilai sangat krusial untuk membantu remaja mengelola kecemasan, stres, krisis identitas, serta tekanan eksistensi di media sosial. Meskipun demikian, peneliti menggarisbawahi adanya tantangan nyata dalam merawat nilai zuhud di tengah budaya konsumtif dan kompetisi sosial yang masif. Kesenjangan yang terjadi bukanlah penolakan terhadap nilai agama, melainkan kebutuhan akan pendekatan kontekstual yang mampu menjembatani prinsip spiritualitas klasik dengan realitas era digital.
Perspektif teoretis yang diusung dalam penelitian ini memiliki basis ilmiah yang sangat kokoh dalam ranah pendidikan Islam dan psikologi agama kontemporer. Berdasarkan hasil riset yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bereputasi nasional terindeks Sinta, konsep tazkiyat al-nafs (penyucian jiwa) yang digagas oleh Imam Al-Ghazali terbukti secara empiris berfungsi sebagai benteng batin (psychoprophylactic) yang efektif menjaga kesehatan mental dan stabilitas emosional generasi muda. Lebih lanjut, literatur internasional dalam jurnal bereputasi terindeks Scopus menegaskan bahwa reorientasi nilai-nilai etika sufistik dalam pendidikan keagamaan sangat efektif untuk membentuk ketahanan moral (moral resilience) serta mencegah krisis makna hidup pada mahasiswa di tengah disrupsi teknologi global.
Riset ilmiah yang dihasilkan oleh peneliti UPI ini memberikan kontribusi konkrit terhadap perwujudan agenda global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Secara eksplisit, penelitian ini mendukung pemenuhan SDG 4 mengenai Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan model pembinaan karakter dan mental Generasi Z yang holistik, kontekstual, serta berbasis nilai-nilai etika luhur. Di samping itu, penguatan batin dan kepekaan sosial berbasis tasawuf ini beririsan langsung dengan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), sebagai ikhtiar kolektif institusi dalam melahirkan agen perubahan sosial yang berakhlak mulia, toleran, dan damai.
Publikasi riset ini pada hakikatnya menjadi ruang refleksi spiritual dan intelektual bagi para pendidik, orang tua, dan pembina pemuda untuk menyadari bahwa ajaran tasawuf bukanlah materi historis yang kaku, melainkan kompas moral yang senantiasa hidup. Kesadaran bahwa Generasi Z membutuhkan ketenangan batin di tengah riuk-pikuk dunia digital mengisyaratkan bahwa nilai-nilai keikhlasan dan kesederhanaan harus didialogkan secara ramah, relevan, dan mencerahkan. Semoga kajian ilmiah ini mendatangkan keberkahan, menginspirasi pengembang kurikulum pendidikan Islam, serta makin mengukuhkan posisi Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI dalam memimpin peradaban demi syiar Islam yang rahmatan lil 'alamin. Untuk pembaruan informasi riset dan karya keilmuan lainnya, silakan mengunjungi situs resmi di ipai.upi.edu atau memantau akun Instagram @ipai_official.
