Tanggal Kegiatan: Sabtu-Minggu, 1-2 Agustus 2026
Penulis: Muhammad Ghazali (SaIG, 2505437) Kelompok 7B
Penyunting: Farrelius Simeon (SaIG, 2509009)
Penginderaan jauh merupakan ilmu dan seni untuk memperoleh informasi mengenai suatu objek, daerah atau fenomena dengan jalan analisis data yang diperoleh melalui alat perekam (sensor) yang menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai media perantaranya, tanpa menyentuh objek tersebut. Mahasiswa Sains Informasi Geografi mendapatkan materi penginderaan jauh yang dapat digunakan untuk melihat, memantau, ataupun menganalisis perubahan pada fungsi penutup lahan ataupun perubahan kerapatan pada vegetasi. Itu-lah yang disebut dengan Penginderaan Jauh untuk Penggunaan Lahan dan Vegetasi. Data satelit bisa memberikan efisiensi tinggi dalam pemetaan penggunaan lahan dan vegetasi, namun akurasinya tetap bergantung pada pembuktian di permukaan bumi. Guna memvalidasi hasil interpretasi citra, mahasiswa Sains Informasi Geografi telah menyelesaikan kegiatan ground checking pada minggu lalu di Kecamatan Lembang. Kegiatan ini menjadi tahap krusial untuk menguji keandalan berbagai metode pengolahan data, mulai dari digitasi manual, Google Earth Engine (GEE), hingga Object-Based Image Analysis (OBIA) terhadap data lapangan yang sebenarnya.

Dalam praktikum ini, integrasi data dari citra CSRT, Landsat, dan Sentinel digunakan untuk menganalisis karakteristik tutupan lahan serta kerapatan vegetasi. Sebanyak 8 kelompok disebar secara merata, di mana setiap kelompok bertanggung jawab menginventarisasi kondisi riil di dua desa berbeda dari total 16 desa yang ada di wilayah Lembang. Melalui pemetaan intensif dan koordinasi antarkelompok ini, data interpretasi digital akan diverifikasi secara komprehensif untuk menghasilkan peta penggunaan lahan yang presisi dan akurat.
Proses verifikasi penggunaan lahan di Lembang mengkombinasikan tiga pendekatan utama dalam pengolahan data penginderaan jauh. Langkah awal dimulai dengan digitasi manual untuk mengidentifikasi pola permukiman, vegetasi, dan jalan secara visual melalui kunci interpretasi citra. Selanjutnya, pengolahan data dilakukan menggunakan pemrosesan berbasis cloud melalui Google Earth Engine (GEE), yang memungkinkan analisis otomatis pada data multitemporal Landsat dan Sentinel untuk mendapatkan indeks kerapatan vegetasi. Untuk melengkapi analisis tersebut, dilakukan metode Object-Based Image Analysis (OBIA) pada citra CSRT guna mengelompokkan piksel-piksel berkarakteristik serupa menjadi segmen objek yang presisi, sehingga mampu memisahkan batas tutupan lahan yang kompleks di kawasan perbukitan.
Integrasi dari ketiga metode digital tersebut menghasilkan draf peta awal yang kemudian divalidasi langsung di lapangan. Karakteristik wilayah di setiap desa Lembang sangat variatif, mulai dari lahan pertanian holtikultura, hutan, hingga kawasan permukiman. Dengan kegiatan ground checking yang dibagi rata, seluruh sudut Lembang dapat terjangkau secara sistematis. Di lapangan, setiap tim mendatangi titik-titik sampel untuk menguji kesesuaian antara data hasil interpretasi citra Landsat, Sentinel, dan CRST dengan kondisi riil di permukaan bumi, juga mendokumentasikan jenis penggunaan lahan guna menghitung tingkat akurasi hasil interpretasi.

Melalui interpretasi digital dan pembuktian langsung di lapangan, kegiatan praktikum ini berhasil mengukur tingkat akurasi serta keandalan interpretasi citra satelit di kawasan Lembang. Bukan hanya mendapati data, praktikum ini juga mengajarkan rasanya solidaritas. Ketika teman yang berada di lokasi jauh mendapati masalah pada proses ground checking, mendapati banyak sekali momen bersama, hingga frustasi bersama ketika mendapati suatu kesalahan dalam prosesnya.

Proses ground checking juga memberikan pemahaman mendalam mengenai tantangan koreksi geometrik dan pemrosesan data di wilayah berelief kompleks. Validasi data Landsat, Sentinel, dan CRST ini mempertegas pentingnya penyelarasan antara teknologi penginderaan jauh berbasis cloud dengan fakta riil di permukaan bumi. Dosen pengampu kami, Dr. Lili Somantri S.pd, M.Si mengajarkan bahwa ketelitian diperlukan untuk menjadi surveyor yang handal dan profesional. Pada akhirnya, hasil seluruh data diharapkan dapat menjadi rujukan informasi spasial yang bermanfaat bagi pengelolaan lingkungan dan perencanaan wilayah di Kecamatan Lembang secara berkelanjutan.
Daftar Pustaka :
- Lianovanda, Devi. (2026). "Penginderaan Jauh: Pengertian, Manfaat dan Komponennya". Diterbitkan oleh Brain Academy. Diakses dari https://www.brainacademy.id/blog/penginderaan-jauh pada 6 Agustus 2026.
