Tanggal Kegiatan: Sabtu, 1 Agustus 2026
Penulis: Shofiyyah Hanifah Nida (SaIG, 2504291)
Penyunting: Muhammad Naufal Rifasyah (SaIG, 2500436)

Dok. Penulis
Sabtu, 1 Agustus 2026 Mahasiswa Program Studi Sains Informasi Geografi angkatan 2025 telah melaksanakan kegiatan Praktikum lapangan mata kuliah Penginderaan Jauh untuk Penggunaan Lahan dan Vegetasi yang diampu oleh Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si serta Siti Zahrotunisa, S.Si., M.Sc. yang berlokasi di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Praktikum lapangan menjadi salah satu kegiatan dalam pembelajaran mata kuliah Penginderaan Jauh untuk Penggunaan Lahan dan Vegetasi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menginterpretasikan citra satelit, tetapi juga melakukan validasi langsung di lapangan (ground checking) untuk memastikan kesesuaian hasil interpretasi dengan kondisi sebenarnya.
Dalam pelaksanaan praktikum ini, mahasiswa dibagi ke dalam delapan kelompok, dengan masing-masing kelompok memperoleh dua desa sebagai wilayah kajian. Kelompok kami, yaitu kelompok 2 mendapat wilayah kajian di Desa Cikahuripan dan Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kedua desa tersebut menjadi lokasi pengamatan kami untuk melakukan validasi hasil interpretasi citra secara langsung melalui kegiatan ground checking.
Sebelum turun ke lapangan, kami terlebih dahulu menyusun peta tentatif hasil interpretasi citra penginderaan jauh. Peta tersebut kemudian dijadikan acuan untuk menentukan titik-titik sampel yang akan diamati. Agar proses pengumpulan data berlangsung lebih efektif dan efisien, kelompok kami membagi pelaksanaan ground checking ke dalam tiga tim yang disebar ke berbagai titik. Setiap tim mengunjungi titik sampel yang telah ditentukan untuk mengidentifikasi jenis penggunaan lahan dan penutup lahan, serta karakteristik vegetasinya. Selama pengamatan, kami menggunakan aplikasi pemetaan digital untuk melihat koordinat setiap titik serta mendokumentasikan kondisi lapangan.

Dok. Penulis
Selama ground checking berlangsung, kami menjumpai berbagai kondisi wilayah, mulai dari kawasan permukiman, sarana ibadah, ladang, hutan, tanaman campur, niaga, dan lainnya. Medan yang dilalui juga beragam, seperti jalan berbatu, gang sempit, serta jalan menanjak yang memerlukan kehati-hatian saat dilalui. Selama melakukan ground checking juga kami mengalami berbagai momen menarik, mulai dari kejadian-kejadian lucu hingga pengalaman yang menegangkan. Beragam pengalaman tersebut menjadi bagian yang tidak terlupakan selama pelaksanaan praktikum ini.
Setelah melakukan ground checking, pada malam harinya diadakan kegiatan expose untuk memaparkan hasil pengamatan setiap kelompok. Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kegiatan ground checkingnya, memaparkan berbagai kendala yang ditemui, serta menyampaikan hasil analisis berdasarkan data yang telah diperoleh di lapangan. Melalui expose, setiap kelompok memperoleh masukan dari dosen untuk menyempurnakan hasil pengamatan.

Dok. Penulis
Pada hari kedua sekaligus hari terakhir pelaksanaan praktikum diisi dengan melanjutkan kegiatan expose pada pagi hari, lalu sesi foto bersama, serta ground checking pada beberapa titik yang belum sempat diselesaikan pada hari sebelumnya.
Setelah seluruh data lapangan terkumpul, hasil ground checking dibandingkan dengan hasil interpretasi citra yang telah dibuat sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk mengetahui keakuratan klasifikasi penggunaan dan penutup lahan melalui uji akurasi. Melalui uji akurasi ini dapat diketahui kelas penggunaan dan penutup lahan yang telah sesuai maupun yang tidak sesuai. Hasil tersebut menjadi acuan dalam memperbaiki peta sehingga informasi spasial yang dihasilkan lebih representatif terhadap kondisi nyata.
Praktikum ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena tidak hanya untuk mengaplikasikan teori yang telah dipelajari di kelas, tetapi juga menghadirkan suasana yang seru melalui berbagai cerita dan kejadian unik dari setiap kelompok. Melalui praktikum ini, kami tidak hanya memperoleh pengalaman dalam pelaksanaan teknisnya, tetapi juga membangun kenangan yang akan menjadi bagian dari perjalanan selama menempuh pendidikan di Program Studi Sains Informasi Geografi.
"Setiap koordinat yang kami datangi menyimpan pelajaran, setiap tantangan yang kami hadapi menjadi pengalaman, dan setiap langkah yang kami tempuh menjadi bagian dari perjalanan kami sebagai mahasiswa Sains Informasi Geografi."
