Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
MENJELAJAHI TUTUPAN LAHAN DAN VEGETASI DESA KAYUAMBON DAN LANGENSARI MELALUI INTERPRETASI CITRA DAN GROUND CHECKING

Tanggal Kegiatan: Sabtu-Minggu, 1-2 Agustus 2026

Penulis: Kelompok 5B SaIG

Penyunting; Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208) 

Setiap wilayah memiliki karakteristik lahan yang berbeda, baik secara fisik maupun berdasarkan aktivitas manusia, seperti permukiman, pertanian, perkebunan, dan lahan terbuka. Informasi tutupan dan penggunaan lahan dapat diperoleh melalui penginderaan jauh dengan interpretasi citra berdasarkan rona, warna, bentuk, ukuran, tekstur, pola, situs, dan asosiasi. Hasil interpretasi kemudian dibandingkan dengan kondisi lapangan melalui ground checking untuk mengetahui kesesuaiannya. 

Gambar 1. Praktikum Penginderaan Jauh Penggunaan Lahan dan Vegetasi

Hal tersebut diterapkan melalui Praktikum Penginderaan Jauh Penggunaan Lahan dan Vegetasi (PJLV) yang dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada Sabtu-Minggu, 1-2 Agustus 2026, berlokasi di Desa Kayuambon dan Desa Langensari, Kecamatan Lembang. Praktikum ini bertujuan untuk membuktikan kesesuaian antara hasil interpretasi citra dan kenampakan nyata di lapangan. 

Dalam praktikum ini, terdapat beberapa output yang harus diselesaikan, antara lain Peta Penggunaan Lahan menggunakan Citra Resolusi Tinggi SAS Planet, Citra Sentinel dan Citra Landsat. Selain itu, disusun pula beberapa Peta Indeks Vegetasi seperti EVI, SAVI, dan NDVI yang diolah melalui Google Earth Engine. Adapun untuk keperluan ground checking di lapangan, kelompok kami membuat 102 titik sampel melalui ArcGIS Pro dan Google My Maps, yang selanjutnya dicek kesesuaiannya di lapangan.

Gambar 2. Pemberangkatan Praktikum PJLV

Pada hari pertama praktikum, Sabtu, 1 Agustus 2026, kami diberikan pembekalan oleh ketua pelaksana terkait teknis di lapangan. Kemudian dilanjut dengan mobilisasi pemberangkatan menuju lokasi praktikum. Namun, kelompok kami menghadapi kendala terkait transportasi, sehingga mobilisasi keberangkatan dan pelaksanaan ground checking mengalami keterlambatan dibandingkan kelompok lain. Namun demikian, kelompok kami tetap dapat mengejar target titik sampel yang telah ditentukan.

Gambar 3. Pelaksanaan Ground Checking

Ketika di lapangan, kami melaksanakan ground checking dengan membagi wilayah menjadi tiga area agar lebih optimal. Pembagian tersebut meliputi wilayah ujung Desa Kayuambon, Desa Langensari, dan wilayah perbatasan di antara keduanya. Melalui ground checking di hari pertama, kami memperoleh banyak pembelajaran dan pengalaman baru, seperti membandingkan kenampakan pada citra dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Selain itu, kemampuan komunikasi kami dengan masyarakat juga  terlatih  melalui kegiatan ini.

Gambar 4. Sesi Expose

Memasuki sore hingga malam hari, aktivitas praktikum semakin intensif. Seluruh mahasiswa Sains Informasi Geografi angkatan 2025 yang mengikuti praktikum mulai mengolah data lapangan dan mempersiapkan expose. Pada sesi expose bersama Bapak Lili Somantri, S.Pd., M.Si., beberapa kelompok terpilih untuk mempresentasikan hasil yang telah diperoleh selama pelaksanaan praktikum di hari pertama. Sesi ini menjadi salah satu ruang untuk melihat sejauh mana perkembangan pekerjaan setiap kelompok sekaligus mendapatkan masukan untuk penyelesaian output praktikum.

Gambar 5. Expose kelompok 5

Pada hari kedua praktikum, Minggu, 2 Agustus 2026, sebelum kembali melakukan ground checking, kami melanjutkan sesi expose pada pagi hari. Kelompok kami terpilih untuk maju ke depan dan diminta oleh Bapak Lili Somantri, S.Pd., M.Si., untuk menyampaikan refleksi mengenai hal yang didapatkan dan dirasakan selama praktikum PJLV hari pertama. 

Setelah sesi expose, kami bersama teman-teman memanfaatkan waktu untuk beristirahat, bermain, dan mengabadikan momen bersama sebelum kembali melanjutkan kegiatan. Kemudian kami pun melanjutkan ground checking terhadap titik-titik sampel yang belum terkunjungi pada hari pertama sekaligus bersiap untuk kembali ke tempat tinggal masing-masing. 

Praktikum PJLV memberikan pengalaman baru bagi kami dalam memahami penggunaan lahan dan vegetasi melalui interpretasi citra dan ground checking. Selain belajar mengolah dan membaca citra, kami juga belajar bekerja sama, berkomunikasi, serta melihat langsung kondisi di lapangan. Dua hari kegiatan di Kayuambon dan Langensari menjadi pengalaman yang berkesan sekaligus menambah pemahaman kami bahwa apa yang terlihat pada citra perlu dibuktikan dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

“From pixels to places, from vision to reality.” 

“Dari piksel menuju tempat, dari pengamatan menuju kenyataan.” 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *