Tanggal Kegiatan: (Sabtu-Minggu, 1-2 Agustus 2026)
Penulis: Kelompok 6A
Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)

Dok. Penulis
Mata kuliah Penginderaan Jauh untuk Penggunaan Lahan dan Vegetasi merupakan salah satu mata kuliah wajib di Program Studi Sains Informasi Geografi yang harus ditempuh oleh seluruh mahasiswa. Sebagai bagian dari proses pembelajaran, mata kuliah ini dilengkapi dengan kegiatan praktikum lapangan yang bertujuan mengintegrasikan konsep-konsep teoritis yang diperoleh di kelas dengan kondisi nyata di lapangan. Kegiatan praktikum tersebut dirancang untuk mengembangkan wawasan, meningkatkan keterampilan teknis, serta melatih kreativitas mahasiswa melalui pengamatan dan analisis secara langsung. Dengan menerapkan teori secara empiris di lapangan, mahasiswa diharapkan mampu memahami berbagai fenomena spasial secara lebih komprehensif, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna.
Praktikum Penginderaan Jauh untuk Penggunaan Lahan dan Vegetasi dilakukan pada tanggal 1-2 Agustus 2026 di 16 desa di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Terbagi menjadi 8 kelompok per-kelas, sehingga satu kelompok mendapati kajian di dua desa. Lembang menawarkan karakteristik wilayah yang sangat relevan dan kontras. Variasi topografi dan tutupan lahannya kompleks, mulai dari kawasan hutan konservasi, perkebunan, lahan pertanian hortikultura, hingga pemukiman, menjadikan wilayah ini sebagai lokasi yang ideal untuk analisis pemetaan vegetasi dan pemantauan perubahan penggunaan lahan.
Pada praktikum ini, mahasiswa melakukan ground checking titik sampel yang sudah ditentukan sebelumnya melalui penugasan. Selain meningkatkan keterampilan teknis dan analisis, kegiatan ground checking ini juga mampu meningkatkan kemampuan problem solving mahasiswa dalam menghadapi tantangan di lapangan, baik itu tantangan medan maupun tantangan sosial.
Pada pelaksanaan praktikum, kami terbagi menjadi 3 tim. Lalu, 3 tim tersebut tersebar di dua desa yang kami kaji, yaitu Desa Mekarwangi dan Desa Pagerwangi. Kami melaksanakan Ground Checking selama 2 hari dengan total 100 titik sampel.
Pada hari pertama, kami berhasil mengunjungi 70 titik. Kami mengidentifikasi secara langsung penggunaan lahan dan vegetasi yang ada di titik tersebut dengan mengisi instrumen yang sudah disiapkan dan mendokumentasikan titik tersebut menggunakan aplikasi GPS Maps Camera dengan posisi utara, timur, barat, dan selatan. Hari pertama ini kami tutup dengan expose pada malam hari bersama dosen pengampu mata kulliah, yaitu Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si.

Dok. Penulis
Memasuki hari kedua, kami berhasil mengunjungi 30 titik yang tersisa. Pada hari kedua ini tidak jauh berbeda dengan hari pertama. Kami melakukan ground checking dengan membagi 10 titik tiap tim agar menyebar dan dapat mengefesienkan waktu yang tersisa.
Selama pelaksanaan praktikum berlangsung, kami menghadapi beberapa tantangan seperti titik yang tidak bisa dijangkau, pertanyaan-pertanyaan dari warga sekitar, hingga jalanan yang terjal dan rusak. Meskipun demikian, kelompok kami bisa mengatasi hal tersebut hingga 100 titik sampel berhasil kami dicapai.
Melalui kegiatan praktikum lapangan ini, mahasiswa diberikan pengalaman baru dalam memvalidasi hasil interpretasi citra dengan kondisi riil di lapangan. Selain memperdalam pemahaman mengenai klasifikasi penutup lahan, praktikum kali ini juga melatih kerja sama kelompok, bagaimana berkomunikasi dengan baik kepada warga sekitar, dan memecahkan sebuah masalah yang terjadi di lapangan. Praktikum ini diharapkan bisa menjadi bekal bagi seluruh mahasiswa yang terlibat dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari selama perkuliahan ke dalam kondisi nyata di lapangan.

Dok. Penulis
Berlari selalu SaIG!
