Tanggal Kegiatan: Jumat, 31 Juli 2026
Penulis: Amanda Puspita Putri (SaIG, 2407511) & Tio Noviar (SaIG, 2404712)
Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)

Dok. Penulis
Sebagai mahasiswa Sains Informasi Geografi (SaIG), mempelajari informasi geospasial tidak cukup hanya melalui materi di kelas. Kami juga perlu melihat bagaimana ilmu tersebut diterapkan secara langsung di dunia kerja. Hal inilah yang kami dapatkan melalui kegiatan kunjungan ke UPTD Pusat Layanan Digital, Data, dan Informasi Geospasial (PLDDIG) Provinsi Jawa Barat pada Jumat, 31 Juli 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Manajemen Kelembagaan dan Standardisasi Informasi Geospasial.
Selama kunjungan, kami mendapatkan banyak gambaran baru mengenai bagaimana data geospasial dikelola di lingkungan pemerintahan. Sebelum berkunjung, kami lebih sering memahami data geospasial dari sisi teknis seperti peta, layer, atau proses pengolahan data. Namun setelah melihat langsung pengelolaannya di PLDDIG, kami menyadari bahwa di balik sebuah informasi geospasial terdapat proses yang cukup panjang, mulai dari koordinasi antarperangkat daerah, pengumpulan data, pengelolaan metadata, pemutakhiran, kontrol kualitas, hingga penyebarluasan data.

Dok. Penulis
Salah satu hal yang paling menarik bagi kami adalah penerapan konsep Satu Data dan Satu Peta Jawa Barat melalui Portal Satu Peta Jabar. Kami melihat bahwa data dari berbagai perangkat daerah dapat dikelola dan dimanfaatkan dalam satu ekosistem informasi. Informasi geospasial juga digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti penataan ruang, pertanian, pendidikan, lingkungan, kebencanaan, serta pelayanan publik. Dari sini kami memahami bahwa peta ternyata bukan hanya produk akhir, tetapi dapat menjadi dasar untuk membantu pemerintah dalam memahami kondisi wilayah dan mengambil keputusan.
Kunjungan ini juga membuat kami lebih memahami pentingnya standardisasi. Data yang bagus bukan hanya data yang tersedia, tetapi juga data yang memiliki informasi yang jelas, kualitas yang terkontrol, menggunakan sistem referensi yang sesuai, dan dapat diperbarui. Kami juga mengetahui adanya peran Jawara Data Geospasial yang membantu perangkat daerah dalam proses pengelolaan data. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan informasi geospasial tidak hanya membutuhkan teknologi, tetapi juga sumber daya manusia dan kelembagaan yang mendukung.

Dok. Penulis
Setelah mengikuti kunjungan ini, kami merasa bahwa ilmu yang dipelajari di SaIG memiliki penerapan yang jauh lebih luas dari yang kami bayangkan. Kemampuan GIS, survei, penginderaan jauh, kartografi, dan pengelolaan data dapat menjadi bagian dari berbagai kebutuhan pemerintahan. Selain kemampuan teknis, kami juga belajar bahwa kemampuan berkoordinasi, memahami standar, dan mampu bekerja dalam sebuah sistem kelembagaan merupakan hal yang tidak kalah penting.
Kunjungan ke UPTD PLDDIG memberikan pengalaman yang membuat kami dapat menghubungkan materi perkuliahan dengan kondisi nyata di lapangan. Kami tidak hanya mendapatkan informasi mengenai PLDDIG, tetapi juga mendapatkan gambaran tentang bagaimana ilmu SaIG dapat diterapkan setelah lulus nanti. Dari kegiatan ini, kami semakin memahami bahwa dunia geospasial memiliki ruang yang luas dan membutuhkan orang yang tidak hanya bisa mengolah data, tetapi juga memahami bagaimana data tersebut dikelola dan dimanfaatkan.
“Setelah kunjungan ini, kami belajar bahwa geospasial bukan hanya tentang membuat peta, tetapi tentang bagaimana sebuah data dapat menjadi informasi yang berguna untuk masyarakat dan pengambilan keputusan.”
