Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
BUKAN SEKADAR TENTANG MENYELESAIKAN SKRIPSI

Penulis: Devina Fauziah (SaIG, 2204910)

Penyunting : Reva Laelatul Zahra

Dok. Penulis

Memasuki tahun terakhir sebagai mahasiswa, saya mulai berhadapan dengan satu pertanyaan yang cukup membuat bingung “Sebenarnya saya mau meneliti apa?”. Saya belum memiliki judul yang matang. Saya mencoba mencari arah dengan membaca berbagai jurnal dan penelitian terdahulu. Satu artikel membawa saya pada artikel lainnya. Ada banyak topik yang menarik, tetapi justru membuat saya semakin sulit menentukan pilihan. Dari proses tersebut, perlahan saya menemukan ketertarikan pada persoalan penduduk. Ketertarikan itu kemudian semakin kuat setelah mengingat kembali pengalaman belajar dalam mata kuliah Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi (PJ SIG) Kependudukan. Saya mulai melihat persoalan kependudukan bukan hanya sebagai angka, tetapi sebagai bagian dari dinamika ruang. Pertumbuhan penduduk mendorong perubahan kawasan dan meningkatnya kebutuhan terhadap ruang permukiman.

Setelah menentukan topik yang ingin dikaji, saya mulai mencari wilayah yang mengalami dinamika tersebut. Pilihan tersebut kemudian mengarah pada Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Saya sempat berbincang dengan beberapa orang yang tinggal di sana mengenai kondisi lingkungan dan perkembangan permukiman di sekitar mereka. Percakapan sederhana membuat saya semakin tertarik melihat bagaimana perubahan ruang yang selama ini saya pelajari melalui data ternyata juga dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Dari sana muncul sebuah pertanyaan “Jika perkembangan permukiman terus berlangsung, apakah lahan yang tersedia masih mampu memenuhi kebutuhan ruang permukiman masyarakat di masa depan?”. Pertanyaan tersebut kemudian menjadi titik awal penelitian saya mengenai daya dukung lahan permukiman dan prediksi perkembangan permukiman di Kecamatan Ciomas.

Setelah arah penelitian mulai terbentuk, saya memasuki tahap penyusunan proposal. Pada fase ini, saya banyak belajar memahami bagaimana sebuah gagasan dapat diterjemahkan menjadi penelitian yang memiliki tujuan dan arah yang jelas. Membaca, mencoba, memperbaiki, dan beberapa kali kembali mempertanyakan apakah penelitian yang saya susun sudah berada di jalur yang tepat. Seminar proposal menjadi salah satu titik penting dalam proses tersebut. Saya datang dengan perasaan cukup siap setelah melewati berbagai proses penyusunan. Namun, hasilnya ternyata membawa saya pada banyak hal yang perlu diperbaiki. Ada penjelasan yang perlu diperkuat, pertimbangan yang harus ditambahkan, dan pertanyaan yang membuka sudut pandang baru terhadap penelitian saya. Awalnya, banyaknya masukan tersebut terasa cukup berat. Tetapi setelah mulai mengerjakannya satu per satu dan menyadari bahwa penelitian memang berkembang melalui proses semacam itu.

Dok. Penulis

Pengumuman Surat Keputusan dosen pembimbing menjadi salah satu momen yang saya syukuri. Saya mendapatkan Prof. Dr. H. Enok Maryani, MS. dan Pak Achmad Fadhilah, S.Pd., M.Sc. sebagai dosen pembimbing yang bidang keilmuannya sangat sesuai dengan arah penelitian saya. Saya datang bimbingan pertama setelah sempro dengan penelitian yang masih membutuhkan banyak pengembangan, tetapi mendapat sambutan yang baik. Pada bimbingan awal, revisi yang diberikan terasa cukup terarah sehingga saya memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai langkah berikutnya. Seiring berjalannya waktu, bimbingan menjadi ruang untuk berdiskusi dan menguji kembali berbagai keputusan dalam penelitian. Ada pertanyaan yang membuat saya harus membaca lebih banyak, ada bagian yang perlu disusun ulang, dan ada pula pemikiran yang akhirnya berubah setelah mendapatkan sudut pandang baru. Dari proses tersebut, saya belajar bahwa memahami penelitian tidak berhenti ketika kita sudah memiliki metode dan data. Kita juga perlu memahami mengapa setiap keputusan diambil dan sejauh mana hasil yang diperoleh dapat dijelaskan.

Perjalanan terus berlanjut, saya mulai merasakan bahwa skripsi bukan hanya tentang duduk di depan laptop dan menyelesaikan daftar pekerjaan. Ada proses yang terkadang berjalan cepat, tetapi ada pula yang mengharuskan saya menunggu. Salah satunya terjadi ketika saya membutuhkan data dari instansi terkait yang pada saat itu sedang mengalami penyesuaian kelembagaan. Proses tersebut membuat beberapa data belum dapat diperoleh sesuai waktu yang saya harapkan. Bagi saya yang sudah memiliki target tahapan penelitian, menunggu bukan hal yang mudah. Namun, kondisi tersebut membuat saya belajar mengatur kembali pekerjaan dan memanfaatkan waktu dengan mengerjakan bagian lain yang masih memungkinkan dilakukan. Di tengah proses itu, saya juga menghadapi tantangan dari diri sendiri. Saya sering memikirkan berbagai kemungkinan sebelum mengambil keputusan dan ingin memastikan setiap bagian penelitian benar-benar sesuai dengan yang saya harapkan. Keinginan untuk memberikan hasil terbaik tentu membantu saya lebih teliti, tetapi ada kalanya justru menguras energi. Saya akhirnya belajar bahwa bekerja dengan baik tidak selalu berarti memperbaiki semuanya sekaligus. Ada saatnya saya harus menentukan prioritas dan menerima bahwa sebuah pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik tanpa harus selalu sempurna.

Selain berbagai hal yang berkaitan dengan penelitian, ada pula kehidupan di luar skripsi yang tetap berjalan. Tidak setiap hari saya berada dalam kondisi yang sama. Ada masa ketika fokus mudah didapatkan, tetapi ada juga saat ketika pikiran terasa penuh dan pekerjaan terasa jauh lebih berat dari biasanya. Dalam kondisi seperti itu, saya belajar untuk tidak memaksakan diri menyelesaikan semuanya dalam satu waktu. Terkadang, satu halaman yang selesai, satu data yang berhasil diperoleh, atau satu bagian yang akhirnya dipahami sudah cukup menjadi kemajuan untuk hari itu. Perlahan, saya mulai melihat bahwa perjalanan skripsi bukan tentang seberapa cepat saya sampai, tetapi bagaimana saya tetap bergerak ketika prosesnya tidak selalu berjalan seperti yang direncanakan.

Menjelang sidang, saya justru kembali berhadapan dengan rasa takut yang sudah lama saya bayangkan. Selama proses skripsi, saya menganggap sidang sebagai tahap yang paling menegangkan. Namun, ketika hari sidang tiba, kenyataannya jauh berbeda dari bayangan saya. Setelah presentasi dimulai, saya justru merasa menikmati prosesnya. Tentu saja ada rasa tegang, tetapi saya bisa menjelaskan penelitian yang sudah saya kerjakan, mendengarkan pertanyaan, dan berdiskusi dengan dosen penguji. Alhamdulillah, penelitian yang selama berbulan-bulan hanya saya lihat melalui layar laptop akhirnya dapat saya ceritakan secara langsung dengan tenang, 

Dok. Penulis

Pada akhirnya, saya menyadari bahwa skripsi ini tidak pernah benar-benar saya kerjakan sendirian. Ada banyak orang yang hadir, membantu, dan memberikan dukungan dalam setiap tahap perjalanan hingga penelitian ini dapat diselesaikan. Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi Sains Informasi Geografi, yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan saya selama menjalani pendidikan di Program Studi Sains Informasi Geografi. Terima kasih atas perhatian, arahan, dan dorongan yang diberikan kepada mahasiswa, terutama dalam menjalani berbagai tahapan akademik hingga menyelesaikan masa perkuliahan. Sebagai mahasiswa, saya menyadari bahwa perjalanan menuju akhir perkuliahan tidak selalu mudah dan tidak selalu berjalan sesuai dengan rencana. Karena itu, dukungan dan dorongan dari program studi menjadi salah satu hal yang membantu saya untuk terus menyelesaikan setiap tahap yang harus dilalui hingga akhirnya sampai pada titik ini.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Prof. Dr. H. Enok Maryani, MS. Dan Bapak Achmad Fadhilah, S.Pd., M.Sc. selaku dosen pembimbing. Terima kasih atas waktu, arahan, kesabaran, bimbingan, dan berbagai masukan yang tidak hanya membantu menyempurnakan penelitian ini, tetapi juga membuat saya belajar memahami penelitian dengan lebih baik. Terima kasih kepada dosen penguji, dosen, dan staf Program Studi Sains Informasi Geografi yang telah menjadi bagian dari perjalanan akademik saya. Pengetahuan, pengalaman, bantuan, dan berbagai hal yang saya dapatkan selama perkuliahan menjadi bagian dari bekal yang membawa saya sampai pada tahap ini. Kepada keluarga dan orang-orang terdekat, terima kasih atas doa, dukungan, kesabaran, dan kepercayaan yang selalu diberikan selama saya menjalani pendidikan ini. 

Dok. Penulis

Teruntuk teman-teman dan adik-adik tingkat di Sains Informasi Geografi yang suatu hari nanti akan menjalani proses skripsi, mungkin akan ada fase masih mencari topik, mengubah arah penelitian, atau merasa prosesnya berjalan lebih lambat dari yang direncanakan ataupun dari orang lain. Dari perjalanan ini, saya justru belajar bahwa skripsi tidak selalu harus dimulai ketika semuanya yang sudah siap dan sempurna. Banyak hal baru dipahami setelah dijalani, didiskusikan, dan diperbaiki sepanjang prosesnya. Pada akhirnya, setiap orang memiliki cerita, tantangan, dan waktunya masing-masing. Hal terpenting dalam setiap perjalanan adalah tetap berprogres sekecil apa pun langkahnya sampai akhirnya tiba di titik yang dituju.

Dok. Penulis

Skripsi ini akhirnya selesai. Ketika melihat kembali seluruh prosesnya, yang selesai bukan hanya sebuah penelitian. Ada satu fase kehidupan sebagai mahasiswa yang akhirnya sampai pada garis akhir. Bukan sekadar tentang menghasilkan sebuah penelitian atau menyelesaikan kewajiban terakhir sebagai mahasiswa, tetapi tentang belajar menjalani proses yang tidak selalu mudah, menyesuaikan diri ketika keadaan berubah, dan berani menghadapi sesuatu yang sebelumnya terasa menakutkan.

Dari perjalanan itulah, saya membawa pulang lebih dari sekadar sebuah skripsi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *