Penulis: Ai Sulastri (SaIG, 2206656)
Penyunting: Tio Noviar
Menuliskan kembali perjalanan skripsi ini menghadirkan lagi ingatan betapa panjang dan penuh dinamikanya proses yang telah saya lalui. Namun ketika melihat kembali foto diri saat akhirnya menyandang gelar Ai Sulastri, S.Geo., yang muncul justru rasa haru dan syukur karena telah berhasil melewati semuanya. Tulisan ini saya susun bukan semata untuk mengenang dan formalitas, tetapi sebagai refleksi jujur tentang ego, ambisi, idealisme, dan proses menjadi realistis empat kata yang paling menggambarkan perjalanan saya menyusun tugas akhir.

Semuanya bermula pada bulan Mei 2025, saat saya mulai mencari judul dan menyusun proposal. Seperti kebanyakan mahasiswa tingkat akhir, saya ingin mengangkat topik yang terasa relevan, aplikatif, dan menantang secara keilmuan. Setelah melalui pencarian literatur dan diskusi panjang dengan dosen pembimbing, saya memantapkan pilihan pada "Pemodelan Spasio-Temporal dan Prediksi Keberadaan Eceng Gondok Tahun 2030 sebagai Strategi Pengendalian Berbasis Machine Learning dan Maximum Entropy (Maxent) di Waduk Jatiluhur", Proposal itu rampung Juni 2025, dan setelah melalui berbagai proses administrasi serta revisi, saya mengikuti seminar proposal pada 29 Juni 2025 sebuah pencapaian yang membuat saya bangga karena bisa sempro sebelum memasuki masa magang semester 7. Setelah menyesaikan tahapan revisi hasil sempro, kemudian saya mendapatkan SK pembimbing skripsi dan saya dibimbing oleh Prof. Dr. Enok Maryani, M.Sc. dan Ibu Annisa Joviani Astari, M.I.L., M.Sc., Ph.D.

Bimbingan skripsi saat itu kemudian berjalan beriringan dengan kegiatan magang semester 7 yang saat itu saya mendapatkan kesempatan magang riset di di BRIN KST Samaun Samadikun, Kota Bandung, tepatnya di Pusat Riset Sains Data dan Informasi. Pembimbing yang kooperatif sempat membuat saya cukup percaya diri bisa menjalankan skripsi dan magang sekaligus. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama. Memasuki tahap pengolahan, saya mulai menyadari bahwa penelitian saya terkendala data dan metode yang, saya sadari belakangan, kurang tepat ada banyak asumsi awal yang ternyata tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah begitu saya masuk lebih dalam ke tahap analisis. Kebingungan itu sempat merenggut kepercayaan diri saya, sementara di saat bersamaan saya juga tengah mengerjakan riset bahaya banjir berbasis digital twin city untuk keperluan magang pekerjaan yang menantang sekaligus menyita fokus, dan yang terasa lebih menjanjikan progres nyata dibanding skripsi yang perlahan jarang tersentuh.
Setelah berjalan cukup lama, pada bulan oktober 2025 muncul pemikiran untuk mengganti judul dan memanfaatkan data hasil magang sebagai bahan skripsi. Dosen pembimbing saya sempat terkejut dan menyarankan untuk tidak buru-buru mengambil keputusan itu, mengingat kajian dari data magang cukup berbeda dari skripsi sebelumnya, baik dari sisi metode maupun sudut pandang keilmuan. Namun setelah beberapa waktu tanpa banyak progres, saya semakin yakin. Skripsi pertama sudah cukup lama mandek, sementara hasil pengolahan data magang sudah saya kerjakan dan tinggal dikembangkan sesuai keilmuan di SaiG. Keputusan itu pada akhirnya memberi saya pelajaran hidup yang paling berharga: kebiasaan hidup serba cepat dan merasa mampu menjalani banyak hal sekaligus proyek, lomba, magang ternyata bukan cara kerja yang bisa diterapkan pada skripsi. Skripsi bukan hal yang bisa dikerjakan sambil lalu di antara kesibukan lain.
Pada kesempatan ini, saya ingin berterima kasih kepada dosen wali saya bapak Haikal Muhamad Ikhsan S.Pd., M.Sc dan dosen pembimbing akademik saya yang mengizinkan pergantian judul, serta kepada Ketua Program Studi, Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si., yang turut membantu proses tersebut. Setelah melewati proses administrasi pergantian judul, akhirnya saya kembali menyusun proposal baru pada bulan November, dibantu pula oleh mentor magang saya di BRIN, Bapak Abdurrakhman Prasetyadi, S.Sos., M.P., yang banyak membimbing saya memahami pemodelan bangunan 3D. Setelah selesai menyusun proposal dengan topik yang baru saya mendaftarkan sempro kembali di bulan Desember tahun 2025. Pada 25 Januari 2026 saya resmi mengikuti sempro kedua dengan judul baru: "Pemodelan Hidraulika 1D dan 2D untuk Analisis Spasial Dampak Inundasi Banjir terhadap Bangunan Berbasis Visualisasi 3D di Sub DAS Citepus – Kota Bandung”. Proses pergantian judul yang cukup panjang yang awalnya diiringi ketakutan dan keraguan akhirnya berhasil saya lewati.
Babak baru ini dimulai bersama dosen pembimbing baru, Prof. Dr. Ir. Dede Rohmat, M.T. dan Bapak Andy Wibawa, S.Pd., M.Sc. Arahan dari keduanya memberi kedalaman dan standar keilmuan yang jauh berbeda dari apa yang sebelumnya saya kerjakan sebagai bagian dari pekerjaan magang. Saya mulai belajar untuk melihat kembali data dan proses yang sebelumnya sudah saya kerjakan dari sudut pandang yang lebih akademis, memahami setiap tahapan dengan lebih mendalam, serta memastikan bahwa setiap keputusan dalam penelitian memiliki dasar yang jelas. Saya merasa sangat bersyukur mendapatkan pembimbing yang begitu suportif. Prof. Dede, yang saat itu baru saja pulih dari sakit dan kondisinya belum sepenuhnya kembali seperti semula, tetap bersedia meluangkan waktu untuk memberikan bimbingan setiap kali saya menghubungi beliau. Kesediaan beliau untuk tetap mendampingi di tengah kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang sangat berarti bagi saya selama proses penyusunan skripsi ini.
Di tengah proses tersebut, saya juga banyak berdiskusi dan belajar hal-hal baru bersama Ibu Dr. Tania Septi Anggraini, S.T., M.T., Ph.D. Selain memberikan motivasi ketika saya membutuhkan sudut pandang lain, beliau juga membuka banyak kesempatan bagi saya untuk belajar melalui keterlibatan sebagai salah satu asisten riset beliau. Dari sana saya mendapatkan pengalaman baru, mulai dari berdiskusi mengenai berbagai persoalan, belajar memahami proses riset, hingga berhadapan dengan hal-hal yang sebelumnya belum pernah saya kerjakan. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan skripsi saya, karena secara perlahan memperluas cara saya melihat sebuah persoalan dan memberikan banyak bekal yang kemudian saya bawa dalam proses menyelesaikan skripsi ini.

Dalam penelitian dengan judul kedua ini saya harus mempelajari hidrologi dan pemodelan hidraulika jauh lebih dalam dari apa pun yang pernah saya pelajari di bangku kuliah memodelkan banjir 1D dan 2D dari data empiris menggunakan HEC-RAS, menghitung debit banjir rancangan dalam beberapa periode ulang 2 tahun hingga 1000 tahun sampai pemodelan genangan banjir pada berbagai skenario debit. Salah satu tantangan terbesarnya adalah data pengukuran lapangan berupa cross section yang tidak bisa sekadar diunduh dari basis data sekunder, melainkan harus diverifikasi kondisi riilnya. Untuk itu saya sangat terbantu oleh Bapak Solehudin dari BBWS Citarum, yang membimbing proses pengolahan model hidraulik dan input data lapangan dengan penuh kesabaran, serta oleh BBWS Citarum atas penyediaan data pengukuran cross section Sub DAS Citepus, dan Pusat Riset Sains Data dan Informasi HCIV yang mengizinkan data footprint bangunan hasil magang saya digunakan untuk skripsi.

Ada beberapa momen yang menguatkan saya untuk terus melangkah. Di tengah pengerjaan Bab 4, setelah berhasil menjawab salah satu rumusan masalah yang penuh perhitungan hidrologi, Prof. Dede memberi saya kesempatan mempresentasikan hasilnya di kelas Survei Sumber Daya Air untuk adik tingkat prodi SPIG angkatan 2024 momen yang membuat saya ragu dan gugup, tetapi juga bangga karena hasil jerih payah saya bisa bermanfaat bagi orang lain. Survei validasi lapangan kemudian dilakukan selama dua hari dengan 50 titik validasi hasil pemodelan hidraulik 1D dan 2D, menyusuri bantaran sungai dan berdiskusi langsung dengan warga tentang riwayat banjir di kawasan Sub DAS Citepus dua hari yang paling melelahkan sekaligus paling berkesan. Proses tersebut juga menjadi proses terakhir skripsi saya setelah dari lapangan saya bimbingan dengan intens sampai akhirnya skripsi saya selesai pada bulan mei dan awal bulan juni tepatnya tanggal 5 juni saya daftar sidang skripsi.

Pada 8 Juni 2026, saya mengikuti bimbingan akademik bersama Program Studi Sains Informasi Geografi yang ditujukan bagi mahasiswa yang belum mendaftarkan dan melaksanakan sidang. Pertemuan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan akhir akademik saya. Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi Sains Informasi Geografi, serta para dosen bidang kemahasiswaan dan akademik SaIG yang senantiasa memberikan perhatian, arahan, dan dukungan kepada mahasiswa dalam menyelesaikan setiap tahapan perkuliahan hingga menuju kelulusan.
Setelah menunggu begitu lama jadwal sidang akhirnya sk sidang skripsi disebarkan dan sidang dilaksanakan pada 1 Juli 2026, hari saya mempresentasikan dan mempertahankan hasil penelitian di hadapan dosen penguji, Ibu Tiara Handayani, M.Sc. dan Bapak Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Pd dan bapak Abdurrahman Prasetyadi, S.Sos.M.P. Rasa gugup tentu ada, tetapi jauh lebih besar rasa lega dan syukur bisa menyampaikan seluruh proses panjang ini di ruang sidang. Perjalanan kedua ini bukan berarti lebih ringan dari yang pertama sempat diselimuti keraguan dan ketakutan tidak selesai tepat waktu, mengingat saya tidak pernah dibekali secara khusus dengan ilmu hidraulika sedalam ini. Namun satu hal yang saya pelajari: skripsi bukan soal seberapa besar kemampuan pengolahan GIS, analisis geospasial, atau nilai IPk semata, melainkan tentang konsistensi, semangat, dan tanggung jawab menjalani setiap tahap prosesnya hingga tuntas.

Setelah sidang selesai lalu memasuki fase revisi hasil sidang dan saat itu alhamdulilah tidak banyak revisi sehingga bisa saya selesaikan dalam waktu 1 minggu Pada 14 Agustus 2026, saya mengikuti yudisium dan diumumkan sebagai salah satu mahasiswa dengan IPK tertinggi bukti nyata bahwa kesungguhan yang saya jalani selama berkuliah di SaIG tidak sia-sia.
Untuk rekan-rekan dan adik tingkat di Program Studi Sains Informasi Geografi UPI yang sedang mempersiapkan diri menuju tahap akhir perkuliahan, saya ingin menitipkan beberapa hal yang saya pelajari selama menjalani proses tersebut. Setiap orang tentu memiliki perjalanan yang berbeda, tetapi beberapa hal berikut mungkin dapat menjadi bekal ketika nantinya kalian mulai berhadapan dengan penelitian, skripsi, maupun berbagai tuntutan lain di luar perkuliahan.
- Kenali kemampuan dan batas diri sendiri. Banyak hal yang ingin dilakukan selama kuliah, mulai dari magang, freelance, lomba-lomba yang bergengsi dan organisasi. Saya pun pernah merasa semuanya bisa dijalankan bersamaan. Namun, penting untuk memahami kapasitas diri dan menentukan prioritas agar tanggung jawab utama tetap dapat diselesaikan dengan baik.
- Pilih topik penelitian skripsi dengan realistis jangan hanya idealis. Sebelum menetapkan judul, pastikan data yang dibutuhkan benar-benar tersedia, mudah diperoleh, dan dapat diakses. Jangan hanya melihat apakah topiknya menarik, tetapi pertimbangkan juga apakah metode dan data yang digunakan memang memungkinkan untuk dikerjakan.
- Pahami metode dan kebutuhan data sejak awal. Sebelum terlalu jauh mengerjakan penelitian, pastikan sudah memahami alur metode, jenis data yang dibutuhkan, sumber datanya, serta kemungkinan kendala dalam pengolahannya. Hal ini penting agar masalah yang sebenarnya dapat diketahui lebih awal.
- Jangan menghadapi kendala sendirian. Ketika menemukan masalah pada data, metode, hasil, atau software, jangan dipendam atau hanya berkutat sendiri terlalu lama. Konsultasikan dengan dosen pembimbing, atau berdiskusi dengan dosen lain yang dirasa memiliki pemahaman lebih pada bidang yang sedang dikerjakan. Berdiskusi dengan teman yang mengalami proses serupa juga sering kali sangat membantu untuk menemukan sudut pandang atau solusi yang sebelumnya tidak terpikirkan.
- Jaga semangat dan komitmen untuk menyelesaikan. Dalam prosesnya, pasti ada saat ketika merasa lelah, jenuh, atau bahkan kehilangan semangat. Saya pun pernah mengalaminya. Namun, pada akhirnya skripsi bukan hanya tentang menyelesaikan sebuah penelitian, tetapi juga tentang menyelesaikan tanggung jawab yang sudah kita pilih dan mulai. Jadi, ketika semangat sedang turun, tetap usahakan untuk kembali mengerjakannya dan bertahan sampai benar-benar selesai.
Di penghujung catatan perjalanan ini, saya ingin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kepada Allah SWT, atas segala rahmat, pertolongan, kemudahan, kekuatan, dan jalan terbaik yang selalu diberikan di tengah kesulitan dan ketidakpastian, hingga saya mampu bertahan dan menyelesaikan seluruh perjalanan ini. Kepada diri saya sendiri, terima kasih karena telah memilih untuk tetap bertahan, bangkit, dan tidak menyerah di tengah rasa lelah, takut, dan ragu. Kepada kedua orang tua tercinta, yang selalu menjadi rumah tempat saya kembali dan sumber doa yang tak pernah putus dan mendukung Pendidikan saya di tengah segala keterbatasan, serta kepada keluarga besar saya nenek, kakek, dan adik tercinta atas segala dukungan dan doanya; saya juga mengenang dengan penuh kasih anggota keluarga yang telah berpulang selama perjalanan ini.


Terima kasih kepada Prof. Dr. Ir. Dede Rohmat, M.T. dan Bapak Andy Wibawa, S.Pd., M.Sc., serta kepada Prof. Dr. Enok Maryani, M.Sc. dan Ibu Annisa Joviani Astari, M.I.L., M.Sc., Ph.D., yang membimbing saya di dua babak skripsi yang berbeda; secara khusus kepada Prof. Dede Rohmat, atas kepercayaan menjadikan saya asisten sejak semester dua, sebuah langkah awal yang membuka banyak kesempatan berharga selama masa perkuliahan. Terima kasih kepada Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Program Studi, yang selalu memberikan semangat dan dorongan untuk terus berkembang dan lulus tepat waktu; kepada Bapak Haikal M. Ihsan, S.Pd., M.Sc., selaku dosen wali; dan kepada Ibu Dr. Tania Septi Anggraini, S.T., M.T., Ph.D., yang menjadi sosok inspiratif dan mentor yang menumbuhkan keyakinan saya untuk terus mengejar mimpi. Terima kasih pula kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan SaIG, kepada Bapak Abdurrakhman Prasetyadi selaku mentor magang di BRIN, kepada Bapak Solehudin dari BBWS Citarum, serta kepada BRIN KST Samaun Samadikun, Pusat Riset Sains Data dan Informasi, dan Kelompok Riset HCIV, yang telah memberi saya ruang untuk belajar dan mengenal dunia penelitian dan kepada sahabat serta seluruh teman-teman SaIG 2022 empat tahun perjalanan ini tidak akan menjadi cerita yang sama tanpa kalian, dan saya berharap kebersamaan yang telah terjalin tetap terjaga meski kita akan melangkah ke arah yang berbeda. Dan kepada seluruh pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu, namun pernah memberi bantuan, doa, dan kebaikan sepanjang perjalanan ini semoga semuanya mendapat balasan terbaik dari Allah SWT.

Pada akhirnya, ketika perjalanan ini sampai pada penghujungnya, saya tidak sekadar pulang membawa gelar Sarjana Geografi. Saya pulang membawa keberanian untuk memilih, kesabaran untuk menjalani, dan satu kebanggaan yang paling saya syukuri: menjadi sarjana pertama di keluarga sekaligus di kampung tempat saya tinggal. Perjalanan ini tidak selalu mudah, tidak selalu berjalan sesuai rencana, dan ada banyak hal yang baru saya mengerti setelah menjalaninya. Bahkan, SaIG bukanlah jurusan yang pernah ada dalam daftar cita-cita saya. Namun hari ini, ketika melihat kembali semuanya, saya justru bersyukur pernah mengambil jalan ini. Kini saya percaya, barangkali hidup memang bukan tentang selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, melainkan tentang belajar menerima, menjalani, dan menemukan makna dari setiap jalan yang Allah pilihkan.
