Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
ARTIKEL PERJALANAN SKRIPSI : SEBUAH PROSES, TANTANGAN, DAN PEMBELAJARAN

Penulis : Calsya Aulia Nursyabia Husna (SaIG, 2207619)

Penyunting: Hilmy Nurizky (SaIG, 2400015)

Perjalanan menyelesaikan skripsi bukanlah sebuah perjalanan yang mudah. Di balik proses panjang tersebut, terdapat berbagai tantangan, proses pembelajaran, serta pengalaman yang memberikan banyak pelajaran berharga. Dalam perjalanan ini, penulis menyadari bahwa penyelesaian skripsi bukan hanya tentang menyelesaikan sebuah kewajiban akademik, tetapi juga tentang bagaimana setiap proses mampu membentuk ketekunan, tanggung jawab, dan keberanian untuk terus melangkah. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi Sains Informasi Geografi, yang telah memberikan dukungan, arahan, serta perhatian selama proses perkuliahan hingga penyelesaian studi. Kepemimpinan dan keteladanan beliau turut menciptakan kultur akademik di SaIG yang mendorong mahasiswa untuk tidak mudah menyerah. Selama menjalani proses perkuliahan hingga penyusunan skripsi, penulis belajar bahwa setiap kesulitan bukanlah alasan untuk berhenti, melainkan bagian dari proses untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik. Kultur inilah yang kemudian menjadi salah satu bekal bagi penulis dalam melewati berbagai tantangan selama perjalanan skripsi, mulai dari menentukan arah penelitian, menghadapi berbagai kendala dalam proses penelitian, hingga akhirnya menyelesaikan skripsi. Tak lupa penulis ucapkan terima kasih pula kepada pembimbing skripsi, yaitu Ibu Dr. Rinny Rahmania, S.Pi., M.Si. dan Bapak Andy Wibawa Nurrohman, M.Sc., yang telah memberikan arahan, bimbingan, masukan, selama proses penyusunan skripsi.

Dok. Penulis

Perjalanan skripsi penulis dimulai sejak semester 5, ketika penulis mulai menyusun proposal penelitian melalui mata kuliah Metode Penelitian SaIG. Pada tahap tersebut, penulis mulai mengenali berbagai isu yang dapat dikembangkan menjadi topik penelitian, salah satunya mengenai ekosistem mangrove. Namun, ketertarikan tersebut pada awalnya belum mengarah pada sebuah topik penelitian yang benar-benar penulis tekuni. Hingga pada suatu kesempatan, penulis mendapatkan pengalaman untuk melaksanakan kegiatan magang di BRIN dan berkesempatan untuk terlibat secara langsung dalam penelitian mengenai mangrove.

Selama menjadi mahasiswa SaIG, Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. selalu mengajarkan pentingnya komunikasi dan kolaborasi dalam membangun relasi, baik dalam lingkungan akademik maupun dengan pihak di luar kampus. Hal tersebut menjadi pembelajaran yang sangat berarti ketika penulis memasuki lingkungan penelitian di BRIN. Dalam prosesnya, penulis dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan berbagai pihak, berkoordinasi dalam pelaksanaan penelitian, serta bekerja sama.

Pengalaman selama magang di BRIN membuat ketertarikan penulis terhadap mangrove semakin berkembang. Penulis tidak hanya mempelajari mangrove dari sisi teori, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan berbagai tahapan penelitian secara langsung. Dari pengalaman tersebut, penulis akhirnya mengembangkan topik penelitian magang menjadi topik penelitian skripsi dengan judul “Estimasi Persentase Tutupan Kanopi Mangrove dengan Integrasi Metode Hemispherical Photography dan Indeks Vegetasi Berbasis Citra PlanetScope di TWAAK Tahun 2026.”

Dok. Penulis

Dalam proses pengerjaan skripsi, perjalanan yang dilalui penulis tentu tidak selalu berjalan mulus. Berbagai kendala dan tantangan turut mewarnai proses tersebut, salah satunya adalah proses birokrasi administrasi. Proses yang pada awalnya diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu singkat ternyata harus melalui berbagai tahapan dan membutuhkan waktu yang cukup panjang. Proses birokrasi tersebut bahkan berlangsung hingga kurang lebih dua bulan. Waktu yang cukup lama tersebut sempat membuat penulis merasa khawatir karena proses penelitian menjadi tertunda, sementara tahapan penelitian lainnya sudah menunggu untuk dilaksanakan. Menunggu proses administrasi selama hampir dua bulan menjadi salah satu ujian kesabaran dalam perjalanan skripsi penulis. Pada kondisi tersebut, penulis belajar bahwa dalam sebuah penelitian tidak semua hal dapat berjalan sesuai dengan waktu dan rencana yang telah ditentukan. Ada proses-proses di luar kendali penulis yang tetap harus dijalani dengan sabar. Meskipun sempat merasa cemas dan khawatir penelitian akan semakin tertinggal, penulis berusaha untuk tetap memanfaatkan waktu yang ada dengan mempersiapkan berbagai kebutuhan penelitian sehingga ketika proses administrasi akhirnya selesai, penelitian dapat segera dilanjutkan.

Selain kendala birokrasi administrasi, penulis juga menghadapi kendala dalam penyediaan alat penelitian. Pengukuran kondisi mangrove dalam penelitian ini membutuhkan GPS dengan tingkat tinggi tertentu agar data posisi yang diperoleh dapat mendukung kebutuhan penelitian. Namun, pada saat pelaksanaan penelitian, penulis mengalami kesulitan dalam memperoleh alat tersebut karena tidak terdapat pihak yang dapat meminjamkan GPS sesuai dengan kebutuhan penelitian. Kondisi ini sempat menjadi kekhawatiran tersendiri karena ketersediaan alat merupakan salah satu faktor penting yang menentukan kelancaran pengambilan data di lapangan. Dalam situasi tersebut, penulis kembali teringat dengan nilai yang selama ini diajarkan oleh Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si., yaitu untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi suatu permasalahan hingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan masalah mengenai alat tersebut dengan baik.

Tantangan terbesar selama proses penelitian bagi penulis justru muncul pada tahap pengambilan data. Pengalaman mengambil data mangrove merupakan sesuatu yang benar-benar baru bagi penulis. Sebelumnya, penulis belum pernah melakukan pengambilan data mangrove secara langsung, terlebih penulis tidak berasal dari latar belakang keilmuan kelautan sehingga masih belum terlalu familiar dengan karakteristik ekosistem mangrove maupun teknis pengambilan datanya. Berhadapan langsung dengan kondisi lapangan yang baru tentu sempat menimbulkan rasa ragu dan khawatir apakah penulis mampu melaksanakan seluruh tahapan pengambilan data dengan baik.

Namun, di tengah rasa ragu tersebut, penulis kembali teringat pada salah satu hal yang selalu diajarkan oleh Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si., yaitu pentingnya kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan dan kondisi apa pun. Selama menjalani perkuliahan di SaIG, penulis telah melewati berbagai praktikum dan kegiatan lapangan yang pada awalnya juga terasa seperti sesuatu yang baru. Banyak hal yang sebelumnya belum pernah penulis lakukan, tetapi pada akhirnya dapat dipelajari dan dilewati. Dari pengalaman tersebut, penulis menyadari bahwa label “baru pertama kali” seharusnya bukan menjadi alasan untuk merasa tidak mampu. Jika sebelumnya penulis dapat melewati berbagai hal yang baru, maka pengambilan data mangrove pun seharusnya dapat dilakukan.

Pemikiran tersebut kemudian menjadi dorongan bagi penulis untuk berani terjun langsung ke lapangan, belajar memahami kondisi mangrove, dan beradaptasi dengan berbagai situasi yang ditemui selama proses pengambilan data. Pada akhirnya, pengalaman tersebut tidak hanya memberikan data yang dibutuhkan untuk penelitian, tetapi juga menjadi salah satu pembelajaran paling berharga dalam perjalanan skripsi penulis. Penulis belajar bahwa kemampuan beradaptasi, keberanian untuk mencoba sesuatu yang baru, serta kemauan untuk terus belajar merupakan bekal yang sangat penting dalam menyelesaikan sebuah penelitian.

Dok. Penulis

Pada akhirnya, proses pengambilan data dapat diselesaikan dengan baik dengan bantuan tim yang sangat seru dan suportif. Penulis mengucapkan terima kasih kepada Letya, Taufik, Wildan, dan Auliya yang telah menjadi bagian dari tim selama proses pengambilan data. Mulai dari persiapan sebelum turun ke lapangan, membantu proses pengukuran di setiap titik, hingga menghadapi berbagai kondisi selama berada di lapangan, semuanya dilakukan bersama sehingga pekerjaan terasa jauh lebih ringan. Selain membantu dalam proses penelitian, kehadiran kalian juga membuat suasana selama pengambilan data menjadi lebih menyenangkan karena diisi dengan berbagai cerita, candaan, dan diskusi di sela-sela pekerjaan. Dengan adanya tim yang saling membantu dan bekerja sama, proses pengambilan data yang awalnya cukup membuat penulis khawatir pada akhirnya dapat dilalui dengan baik.

Dok. Penulis

Setelah seluruh proses pengambilan data selesai, penulis justru sempat mengalami fase demotivasi ketika memasuki tahap pengolahan dan analisis data. Setelah melewati proses pengambilan data yang cukup panjang, penulis merasa kehilangan semangat untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Data yang sudah terkumpul cukup banyak, sementara proses pengolahan dan analisis membutuhkan ketelitian serta waktu yang tidak sedikit. Akibatnya, penulis sempat menunda-nunda pengerjaan dan merasa kurang termotivasi untuk kembali membuka data penelitian. Di tengah kondisi tersebut, Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. mengadakan forum pertemuan bersama mahasiswa yang sedang dalam proses pengerjaan skripsi. Pertemuan tersebut menjadi salah satu momen yang cukup membantu penulis untuk kembali membangun motivasi. Setelah pertemuan tersebut, penulis mulai kembali mengerjakan data secara bertahap, mulai dari pengolahan hingga analisis, dan berusaha untuk lebih konsisten menyelesaikan setiap tahapannya.

Setelah melewati berbagai proses dan tantangan tersebut, akhirnya skripsi penulis dapat diselesaikan pada 1 Juli 2026. Setelah memastikan seluruh bagian skripsi telah selesai dan memenuhi berbagai persyaratan yang diperlukan, penulis kemudian melakukan pendaftaran sidang pada 6 Juli 2026. Tidak berselang lama, penulis melaksanakan sidang skripsi pada 15 Juli 2026. Tiga tanggal tersebut menjadi rangkaian yang sangat berarti dalam perjalanan skripsi penulis, karena di balik proses penyelesaiannya terdapat berbagai cerita, mulai dari mencari dan menentukan topik, pengalaman magang di BRIN, proses birokrasi yang berlangsung cukup lama, keterbatasan alat, pengalaman pertama mengambil data mangrove, proses pengolahan dan analisis data, hingga sempat mengalami demotivasi. Pada akhirnya, seluruh proses tersebut dapat dilewati satu per satu hingga penulis sampai pada tahap sidang.

Pada akhirnya, perjalanan skripsi ini memberikan banyak pengalaman dan pembelajaran yang tidak hanya berkaitan dengan penelitian, tetapi juga tentang bagaimana penulis menghadapi berbagai situasi yang tidak selalu sesuai dengan rencana. Mulai dari menentukan topik, mendapatkan pengalaman di BRIN, menghadapi proses administrasi, mencari solusi atas keterbatasan alat, belajar mengambil data mangrove yang sebelumnya belum pernah dilakukan, hingga melewati masa demotivasi dalam pengolahan dan analisis data, semuanya menjadi bagian dari proses yang membentuk penulis selama menyelesaikan studi. Penulis menyadari bahwa skripsi bukanlah perjalanan yang selalu berjalan lurus dan mudah, tetapi setiap kendala yang dihadapi justru memberikan kesempatan untuk belajar beradaptasi, berkomunikasi, berkolaborasi, dan yang paling penting untuk tidak mudah menyerah. Perjalanan ini juga mengajarkan penulis bahwa terkadang proses yang panjang memang diperlukan untuk sampai pada hasil yang diinginkan. Dengan selesainya skripsi ini, penulis berharap berbagai pengalaman yang telah dilalui dapat menjadi bekal untuk menghadapi perjalanan berikutnya.

Dok. Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *