Ditulis Oleh: Kelompok 17
Editor: Syalwa Ramadianti (2407430)
Deforestasi merupakan aktivitas penggundulan hutan yang umumnya terjadi di wilayah dataran tinggi atau daerah hulu sungai. Aktivitas ini dilakukan karena kebutuhan manusia akan lahan dan bahan bangunan, seperti kayu untuk pembangunan rumah serta pembukaan lahan permukiman dan ekonomi. Dari kegiatan deforestasi tersebut muncul dampak positif dan dampak negatif bagi kehidupan manusia maupun lingkungan sekitarnya.
Dampak Positif Deforestasi:
- Tersedianya lahan dan bahan bangunan yang menunjang kebutuhan tempat tinggal serta aktivitas ekonomi masyarakat.
- Terciptanya Lapangan Pekerjaan untuk melakukan deforestasi pada lahan teertentu.
- Jika di kelola dengan baik hasil deforestasi tersebut akan menambahkan pertumbuhan ekonomi pada wilayah tersebut.
Dampak Negative Deforestasi:
- Terganggunya kestabilan ekosistem dikarenakan kekurangan nya tutupan hutan.
- Berkurang nya tutupan lahan yang merupakan sistem drainase alami.
- Timbulnya bencana alam dikarenakan deforestasi
Banjir yang terjadi di berbagai wilayah Sumatera akibat deforestasi menimbulkan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Hilangnya tutupan hutan di daerah hulu menyebabkan banjir semakin sering dan meluas, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat terganggu. Banyak warga tidak dapat bekerja seperti biasa karena akses transportasi terputus dan lingkungan permukiman tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan ekonomi.
Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang paling terdampak secara ekonomi. Banjir merusak lahan pertanian, menyebabkan gagal panen, serta menurunkan produktivitas petani. Akibatnya, pendapatan petani menurun dan ketahanan ekonomi rumah tangga menjadi lemah. Selain itu, kerusakan lahan pertanian juga berdampak pada ketersediaan bahan pangan dan kenaikan harga di pasar lokal.
Di sektor perdagangan dan usaha kecil, banjir menyebabkan kerusakan barang dagangan dan terhentinya aktivitas jual beli. Pelaku usaha mikro dan kecil mengalami kerugian karena harus menanggung biaya perbaikan tempat usaha sekaligus kehilangan pendapatan. Kondisi ini memperlambat perputaran uang di daerah terdampak dan melemahkan ekonomi lokal.
Selain berdampak pada masyarakat, banjir juga menimbulkan beban ekonomi bagi pemerintah daerah. Kerusakan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas umum membutuhkan biaya besar untuk pemulihan. Anggaran yang seharusnya digunakan untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat akhirnya dialihkan untuk penanganan dan rehabilitasi pascabanjir. Dengan demikian, deforestasi memperbesar dampak ekonomi banjir dan menghambat pertumbuhan ekonomi di Sumatera.