Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
ARTIKEL OPINI KELOMPOK 16 DAMPAK DEFORESTASI ALAM: STUDI KASUS BANJIR SUMATERA TERHADAP SEKTOR EKONOMI MASYARAKAT

Ditulis Oleh: Kelompok 16

Editor: Syalwa Ramadianti (2407430)

Bandung, 2025 – Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Character Building, maka dilaksanakan suatu hasil keluaran (output) berupa sebuah artikel opini yang menjelaskan dampak deforestasi terhadap lingkungan alam, dengan studi kasus pada banjir di Sumatera terhadap sektor ekonomi masyarakat.

Deforestasi atau pembalakan hutan/pengalihfungsian dari penutup lahan yang seharusnya digunakan sebagai sumber penampung air hujan, berupa kawasan hutan yang mampu menampung debit air dalam jumlah banyak. Diubah menjadi lahan lain, baik untuk pemukiman, ekonomi, industri, atau pertambangan. Hal ini mengakibatkan kemampuan lahan atau wilayah yang sebelumnya menampung debit air dalam jumlah banyak berkurang dan bahkan rusak, sehingga sangat memungkinkan untuk terjadinya sebuah bencana alam.

Berbagai bencana alam yang dapat terjadi akibat adanya deforestasi, diantaranya berupa banjir, kebakaran hutan, dan lain sebagainya. Selain itu, dampak lanjutan lainnya dapat berupa bencana sosial. Berkaitan dengan dampak setelah bencana yang dapat berupa, kelaparan, wabah penyakit, dan sebagainya.

Dampak langsung yang dapat dirasakan adalah kerugian ekonomi yang sangat masif dari bencana alam akibat deforestasi alam pada sektor ekonomi - sosial, seperti pada bencana alam banjir yang terjadi di Pulau Sumatera. Kerugian ekonomi dari bencana alam akibat deforestasi di Sumatera ini bahkan mencapai 68,67 triliun. Secara spesifik Provinsi aceh diproyeksi menderita kerugian rp2,2 triliun, Sumatera Utara diproyeksi kehilangan 2,07 triliun dan Sumatera Barat Rp2,01 triliun. Kerugian tersebut mencangkup 5 komponen utama yaitu kerusakan rumah warga yang rata-rata perunitnya ditaksir mencapai Rp. 30 juta, perbaikan jembatan yang memerlukan sekitar Rp1 miliar dari setiap jembatannya, hilangnya pendapatan harian warga di masing-masing daerah dikali 20 hari kerja, kerusakan sawah/lahan pertanian yang estimasi kerugian dihitung dari potensi 7 ton gabah per hektar dengan harga Rp6.500 per kilogram, dan kerusakan jalan serta infrastruktur yang memerlukan biaya perbaikan yang diperkirakan Rp100 juta untuk tiap 1.000 meter ruas jalan.

Oleh karena itu dampak deforestasi terhadap lingkuan alam, seperti pada kasus bencana banjir di Pulau Sumatera sangat berdampak luar biasa. Utamanya terhadap sektor ekonomi yang sangat merugikan masyarakat luas. Efek dari bencana yang sangat masif merusak tatanan perekonomian masyarakat. Tidak hanya mematikan roda perekonomian, tetapi juga urat nadi kehidupan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *