Kawasan Dieng Plateu memiliki sumberdaya alam yang mempesona dan dapat dimaknai lebih dalam dengan keilmuwan geografi. Pada tanggal 15 s/d 19 mei 2025 Program Studi Pendidikan Geografi, FPIPS, UPI telah melaksanakan Kuliah kerja Lapangan (KKL) tahap II dengan tema “Adaptasi Ketahanan Pangan Terhadap Multi-Bahaya Bencana di Kawasan Dieng Plateu”. Kuliah kerja lapangan tepatnya dilakukan di Desa Dieng, Kabupaten Wonosobo dan Desa Karangtengah, Kabupaten Banjarnegara dengan dosen pembimbing lapangan yaitu Drs. Asep Mulyadi, M.Pd., Annisa Joviani Astari, Ph.D, Haikal Muhammad Ihsan, M.Sc, Totok Doyo Pamungkas, M.Eng, dan Igna juli Triana, M.Pd. Kajian yang dilakukan yaitu mengkomparasikan adaptasi ketahanan pangan terhadap multi-bahaya bencana di kedua desa tersebut. Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMB), yang merupakan pos pengamatan gunungapi di Kawasan Dieng Plateu. Pada sesi ini mahasiswa dibekali ilmu terkait potensi bencana dan mitigasi bencana yang dilakukan di Kawasan Dieng Plateu.

Gambar 1. Pemaparan Materi Potensi Bencana dari PVMBG
Informasi tambahan terkait adaptasi ketahanan pangan didapatkan dari pemaparan materi oleh pihak Desa Karang Tengah dan Desa Dieng, terkait adaptasi ketahanan pangan dan potensi bencana di kedua desa. Perangkat desa memberikan berbagai deskripsi terkait kondisi sosial seperti monografi dan lainnya serta kebiasaan adaptasi ketahanan pangan yang dijelaskan dari aspek budaya dan aspek ilmiah. Terdapat kekayaan kearifan lokal yang dimiliki oleh kedua desa dalam menghadapi bencana. Kearifan lokal sangat erat berhubungan dengan konservasi lahan, seperti pola tanam, pola irigasi dan lainnya.

Gambar 2 Pemaparan Materi dari Desa Karang Tengah dan Desa Dieng
Kegiatan selanjutnya yaitu mahasiswa melakukan survei lapangan terkait multi aspek yaitu batas desa, batas dusun, aspek sosial, aspek fisik, aspek ketahanan pangan dan aspek bencana. Mahasiswa dibekali instrument di setiap aspek, yang nantinya harus diolah dan dipersentasikan disetiap akhir lapangan dalam bentuk ekspose. Metode yang digunakan dalam kuliah kerja lapangan ini yaitu projek based learning. Pembelajaran geografi tidak hanya bisa dilakukan di kelas, tetapi perlu dilakukan di lapangan, karena laboratorium geografi yaitu alam. Kuliah kerja lapangan ini merupakan wadah untuk mengimplementasikan mata kuliah yang sebelumnya dipelajari di kelas. Harapan besar dengan adanya KKL ini yaitu dapat meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa, dengan memeberikan pengalaman lebih terkait pembelajaran geografi.

Gmbar 3. Foto Bersama Kegiatan Survei Lapangan