Penulis: Muhammad Qalam Aufa Amrullah (2503162) & Dzia Muzaki (2409483)
Editor: Nendeh Rizka Nurfadilah (2508823)
Ketika Sepak Bola Mulai Bergantung pada Teknologi
Sepak bola merupakan olahraga yang sejak lama sangat bergantung pada keputusan manusia. Di tengah pertandingan, wasit menjadi pihak yang menentukan apakah terjadi pelanggaran, gol, penalti, kartu kuning, hingga kartu merah. Keputusan tersebut dibuat dalam waktu singkat berdasarkan apa yang terlihat oleh wasit dan perangkat pertandingan. Karena pertandingan berlangsung cepat dan melibatkan banyak pemain, kesalahan manusia menjadi sesuatu yang sulit sepenuhnya dihindari. Selama bertahun-tahun, kesalahan keputusan wasit menjadi bagian dari dinamika sepak bola. Sebuah gol dapat diperdebatkan karena posisi pemain yang sulit terlihat, pelanggaran dapat terjadi dalam hitungan detik, dan keputusan penalti dapat menentukan hasil akhir pertandingan. Namun, perkembangan teknologi kemudian membawa perubahan terhadap cara keputusan tersebut dibuat.
Teknologi mulai masuk ke lapangan
Perkembangan teknologi dalam sepak bola awalnya digunakan untuk membantu perangkat pertandingan. Salah satu contoh yang lebih sederhana adalah teknologi garis gawang atau goal-line technology yang membantu menentukan apakah bola telah sepenuhnya melewati garis gawang. Perkembangan tersebut kemudian semakin luas. Teknologi tidak hanya digunakan oleh wasit, tetapi juga oleh pemain, pelatih, tim medis, dan analis pertandingan. Kamera, perangkat pelacak pemain, GPS, serta berbagai sistem pengolahan data membuat pertandingan dapat dianalisis secara lebih rinci. Data kemudian menjadi bagian penting dalam sepak bola modern. Pelatih tidak hanya mengandalkan pengamatan langsung, tetapi juga dapat melihat informasi mengenai jarak tempuh pemain, jumlah sprint, akurasi umpan, posisi pemain, hingga pola serangan lawan. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa sepak bola modern mulai bergerak dari permainan yang hanya mengandalkan pengamatan manusia menuju permainan yang juga menggunakan informasi berbasis teknologi.
Teknologi dan perubahan ruang permainan
Jika dilihat dari perspektif geografi, perkembangan teknologi tersebut juga menarik karena lapangan sepak bola kini dapat dipahami sebagai sebuah ruang yang dapat diukur dan dianalisis. Posisi pemain, jarak antarpemain, area kosong, hingga pola pergerakan dapat direkam menjadi data. Namun, perkembangan teknologi tidak selalu berlangsung secara merata. Klub-klub besar dengan sumber daya ekonomi yang kuat cenderung mempunyai kemampuan lebih besar untuk menyediakan perangkat teknologi dan tenaga analis dibandingkan klub dengan sumber daya terbatas. Hal ini menunjukkan adanya aspek keruangan dalam perkembangan teknologi olahraga. Dengan demikian, teknologi sepak bola bukan hanya persoalan alat yang digunakan di lapangan. Teknologi juga berkaitan dengan siapa yang memiliki akses terhadapnya, di mana teknologi tersebut berkembang, dan bagaimana perbedaan sumber daya dapat memengaruhi kemampuan sebuah klub dalam memanfaatkannya.
Teknologi: Membantu atau Mengubah Sepak Bola?
Masuknya teknologi kemudian menimbulkan pertanyaan yang lebih besar. Apakah teknologi hanya membantu sepak bola menjadi lebih adil, atau justru mengubah cara permainan itu sendiri dimainkan? Di satu sisi, teknologi dapat membantu mengurangi kesalahan dalam keputusan penting. Data juga memberikan informasi yang sebelumnya sulit diperoleh hanya melalui pengamatan. Namun, di sisi lain, semakin banyak aspek pertandingan yang dapat diukur dan diperiksa melalui teknologi, semakin besar pula peran teknologi dalam menentukan jalannya pertandingan.
Beberapa perubahan tersebut dapat dilihat melalui:
- Keputusan wasit yang dapat diperiksa melalui rekaman
- Pergerakan pemain yang dapat direkam dan
- Performa pemain yang dapat dianalisis melalui
- Strategi pertandingan yang dapat disusun berdasarkan
- Kondisi fisik pemain yang dapat dipantau menggunakan perangkat
Salah satu teknologi yang paling jelas menunjukkan perubahan tersebut adalah Video Assistant Referee (VAR). Berbeda dengan teknologi yang hanya memberikan informasi tambahan, VAR dapat memengaruhi keputusan penting yang dibuat dalam pertandingan. Wasit tidak lagi hanya mengandalkan apa yang dilihat secara langsung di lapangan, tetapi juga dapat memperoleh bantuan dari rekaman video. Karena itu, VAR menjadi contoh penting untuk melihat bagaimana teknologi mulai masuk langsung ke dalam proses pengambilan keputusan sepak bola.
VAR: Ketika Keputusan Wasit Diawasi oleh Mesin

Video Assistant Referee (VAR) merupakan sistem yang menggunakan rekaman video untuk membantu wasit dalam mengambil keputusan pada situasi tertentu. VAR tidak menggantikan wasit utama. Keputusan akhir tetap berada pada wasit di lapangan, sementara tim VAR bertugas memeriksa kejadian melalui tayangan video dan memberikan informasi apabila ditemukan kemungkinan kesalahan yang jelas. Penggunaan VAR menjadi salah satu perubahan paling besar dalam sepak bola modern karena teknologi kini tidak hanya digunakan untuk mencatat pertandingan, tetapi juga ikut masuk ke dalam proses pengambilan keputusan.
(International Football Association Board, 2026)
Apa yang diperiksa oleh VAR?
VAR terutama digunakan untuk situasi yang memiliki dampak besar terhadap pertandingan. Dalam penerapannya, pemeriksaan dapat berkaitan dengan:
- Gol dan proses terjadinya gol
VAR dapat membantu memeriksa apakah terdapat pelanggaran atau posisi offside sebelum sebuah gol disahkan.
- Keputusan penalti
Rekaman dapat digunakan untuk memeriksa apakah pelanggaran benar-benar terjadi di dalam kotak penalti.
- Kartu merah langsung
VAR dapat membantu wasit meninjau insiden yang berpotensi menghasilkan kartu merah.
- Kesalahan identitas pemain
Teknologi dapat membantu memastikan pemain yang tepat menerima hukuman ketika terjadi insiden tertentu.
Dengan demikian, tujuan utama VAR bukan untuk memeriksa setiap keputusan kecil dalam pertandingan. Sistem ini dirancang untuk membantu pada situasi tertentu yang dianggap memiliki pengaruh besar terhadap jalannya pertandingan.
Mengapa VAR diperlukan?
Sepak bola berlangsung dalam ruang yang luas dan dengan kecepatan tinggi. Wasit harus mengikuti pergerakan pemain sambil memperhatikan posisi bola dan kemungkinan pelanggaran. Dalam kondisi tertentu, sudut pandang manusia dapat terbatas. Sebuah kejadian yang berlangsung dalam beberapa detik dapat memiliki konsekuensi besar. Misalnya, sebuah gol dapat terjadi setelah adanya dugaan pelanggaran atau posisi offside yang sulit dilihat secara langsung.
VAR memberikan kesempatan untuk melihat kembali kejadian tersebut melalui sudut kamera yang tersedia. Dengan demikian, keputusan penting dapat dibuat berdasarkan informasi tambahan, bukan hanya berdasarkan penglihatan sesaat.
Bagaimana VAR mengubah pertandingan?
Pengaruh VAR dapat terlihat ketika keputusan yang telah dibuat wasit kemudian diperiksa kembali. Sebuah gol yang sebelumnya dianggap sah dapat dianulir setelah ditemukan pelanggaran atau offside. Sebaliknya, gol yang sebelumnya tidak diberikan dapat disahkan apabila pemeriksaan menunjukkan bahwa tidak terdapat pelanggaran. Hal serupa dapat terjadi pada keputusan penalti. Wasit dapat memberikan penalti berdasarkan pengamatan awal, tetapi kemudian mengubah keputusan setelah melihat rekaman. Pemain juga dapat menerima kartu merah setelah sebuah insiden ditinjau kembali. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa keputusan pertandingan kini memiliki dua tahap pengamatan: pengamatan langsung di lapangan dan pemeriksaan melalui teknologi video.
Keuntungan VAR
Penggunaan VAR memiliki beberapa manfaat:
- Mengurangi kemungkinan kesalahan dalam keputusan
- Menyediakan bukti visual untuk kejadian yang sulit dilihat secara
- Membantu wasit mengambil keputusan dalam situasi yang menentukan hasil
- Meningkatkan akurasi pada kejadian seperti offside, penalti, dan pelanggaran
Dari sudut pandang keadilan pertandingan, teknologi memberikan kesempatan kepada perangkat pertandingan untuk memeriksa kembali suatu kejadian sebelum keputusan akhir ditetapkan.
Kontroversi VAR
Meskipun memiliki tujuan untuk meningkatkan keadilan, VAR tidak sepenuhnya bebas dari masalah. Salah satu kritik utama adalah pertandingan dapat terhenti ketika wasit melakukan pemeriksaan atau menunggu informasi dari tim VAR. Selain itu, teknologi tidak sepenuhnya menghilangkan subjektivitas. Rekaman video memang memberikan bukti visual, tetapi interpretasi terhadap kejadian tetap dilakukan oleh manusia. Dua orang dapat melihat sebuah insiden yang sama tetapi memiliki penilaian berbeda terhadap tingkat pelanggarannya. Masalah lain berkaitan dengan spontanitas pertandingan. Sepak bola memiliki daya tarik karena keputusan dan peristiwa di lapangan dapat terjadi secara cepat. Ketika sebuah gol dirayakan tetapi kemudian harus menunggu pemeriksaan VAR, muncul perdebatan mengenai apakah pengalaman menonton sepak bola menjadi berbeda. Hal tersebut menunjukkan adanya dilema dalam penggunaan teknologi:
Semakin tinggi tingkat akurasi yang diinginkan, semakin besar pula keterlibatan teknologi dalam pengalaman pertandingan.
VAR akhirnya memperlihatkan bahwa teknologi tidak hanya menjadi alat bantu. Teknologi mulai menjadi bagian dari proses bagaimana sebuah pertandingan ditentukan. Namun, perubahan tersebut tidak berhenti pada keputusan wasit. Teknologi juga mulai masuk ke dalam tubuh dan aktivitas pemain melalui sistem pelacakan dan analisis data. Pemain kini tidak hanya diamati oleh mata pelatih, tetapi juga direkam dalam bentuk angka.
Dari Statistik ke Data: Tubuh Pemain Menjadi Angka

Jika VAR menunjukkan bagaimana teknologi memengaruhi keputusan wasit, teknologi analisis pemain menunjukkan perubahan pada cara pemain dipahami dan dievaluasi. Dalam sepak bola modern, kemampuan seorang pemain tidak lagi hanya dinilai berdasarkan apa yang terlihat selama pertandingan. Pergerakan pemain kini dapat direkam, dihitung, dan dibandingkan melalui berbagai jenis data. Tubuh pemain secara perlahan menjadi bagian dari sistem informasi yang dapat dianalisis oleh pelatih dan tim profesional.
GPS dan Player Tracking
Salah satu teknologi yang banyak digunakan dalam analisis performa adalah perangkat GPS dan sistem player tracking. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai pergerakan pemain selama latihan maupun pertandingan. Beberapa informasi yang dapat diperoleh antara lain:
- Jarak yang ditempuh
- Kecepatan maksimum dan rata-
- Jumlah serta intensitas
- Posisi pemain di
- Perubahan pola
- Intensitas aktivitas selama pertandingan
Data tersebut membuat pergerakan pemain dapat dipahami secara lebih terukur. Misalnya, seorang pemain tidak hanya dikatakan “banyak berlari”, tetapi dapat diketahui berapa jauh jarak yang ditempuh dan bagaimana intensitas pergerakannya. Dari perspektif geografi, informasi tersebut juga berkaitan dengan konsep ruang dan pergerakan. Lapangan menjadi ruang yang dapat dipetakan berdasarkan posisi pemain. Pergerakan pemain dari satu area ke area lain dapat direkam sehingga membentuk pola tertentu.(Fédération Internationale de Football Association, 2021)
Data sebagai alat bantu pelatih
Data yang diperoleh tidak berhenti sebagai angka. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk membantu pelatih mengevaluasi performa pemain. Pelatih dapat menggunakan data untuk:
- Mengevaluasi performa pemain
Data dapat membantu membandingkan performa seorang pemain dalam beberapa pertandingan.
- Menentukan strategi
Pola pergerakan pemain dapat memberikan gambaran mengenai strategi yang efektif.
- Menentukan waktu pergantian pemain
Penurunan intensitas atau aktivitas pemain dapat menjadi salah satu informasi yang dipertimbangkan.
- Menganalisis kelemahan lawan
Data dapat menunjukkan area lapangan yang sering ditinggalkan atau dimanfaatkan lawan.
Dengan demikian, keputusan pelatih tidak hanya berasal dari pengamatan langsung. Data menjadi informasi tambahan yang membantu proses pengambilan keputusan.
Statistik pertandingan
Selain data pelacakan, pertandingan juga menghasilkan berbagai statistik yang dapat digunakan untuk menganalisis permainan. Beberapa di antaranya adalah:
- Penguasaan
- Jumlah
- Akurasi
- Jumlah
- Jarak
- Jumlah
- Peluang yang
- Expected Goals (xG).
Salah satu statistik yang semakin dikenal adalah Expected Goals atau xG. Statistik ini digunakan untuk memperkirakan kualitas peluang yang dimiliki sebuah tim berdasarkan karakteristik peluang tersebut. Data seperti xG membantu memberikan gambaran yang lebih mendalam daripada sekadar melihat skor akhir. Dua tim dapat memiliki skor yang sama, tetapi jumlah dan kualitas peluang mereka sepanjang pertandingan dapat berbeda.
Dari pengamatan langsung ke database
Perubahan teknologi juga mengubah cara pemain ditemukan dan dinilai. Pada masa sebelumnya, pencarian pemain sangat bergantung pada pengamatan langsung dari pelatih, pencari bakat, dan pengalaman mereka dalam melihat kemampuan seorang pemain.Saat ini, pengamatan tersebut dapat dikombinasikan dengan database statistik. Seorang pemain dapat dinilai berdasarkan berbagai indikator seperti jumlah pertandingan, kontribusi gol, assist, akurasi umpan, jarak tempuh, hingga pola pergerakannya. Perubahan tersebut membuat proses pencarian pemain menjadi lebih berbasis informasi. Namun, bukan berarti pengamatan manusia menjadi tidak penting.
Data bukan pengganti manusia
Angka memiliki keterbatasan. Statistik dapat menunjukkan berapa kali seorang pemain melakukan operan atau sprint, tetapi tidak selalu mampu menjelaskan seluruh konteks permainan.Kreativitas, keberanian mengambil keputusan, kemampuan membaca situasi, komunikasi dengan rekan setim, dan karakter pemain tidak selalu dapat direpresentasikan secara sempurna melalui angka. Karena itu, pendekatan yang berkembang dalam sepak bola modern bukan sekadar manusia digantikan oleh data, melainkan:
Pengamatan manusia + data = dasar pengambilan keputusan yang lebih lengkap.
Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa teknologi telah mengubah cara sepak bola dipahami. Lapangan tidak lagi hanya menjadi tempat pertandingan berlangsung, tetapi juga menjadi ruang yang menghasilkan data mengenai jarak, posisi, pergerakan, dan pola permainan. Pada akhirnya, semakin banyak aspek sepak bola yang dapat diukur, semakin besar pula pertanyaan mengenai seberapa jauh data seharusnya digunakan untuk menentukan permainan. Apakah teknologi hanya membantu manusia memahami sepak bola, atau perlahan mulai menentukan bagaimana sepak bola dimainkan?
Ketika Data Ikut Menentukan Strategi di Lapangan
Perkembangan teknologi dan penggunaan data tidak hanya mengubah cara pemain dinilai, tetapi juga mulai memengaruhi bagaimana sebuah tim menyusun strategi. Jika sebelumnya keputusan pelatih lebih banyak didasarkan pada pengalaman, pengamatan langsung, dan intuisi, kini proses tersebut dapat didukung oleh berbagai informasi yang diperoleh dari data. UEFA sendiri menjelaskan bahwa analisis performa dalam sepak bola modern memadukan keahlian pelatih dengan teknologi untuk memahami aspek teknis, taktis, dan fisik permainan.
Pelatih dan data
Dalam sepak bola modern, pelatih menghadapi banyak informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan. Sebelum pertandingan, tim dapat menganalisis bagaimana lawan membangun serangan, area mana yang sering digunakan, bagaimana pola pressing dilakukan, serta ruang yang sering terbuka ketika lawan kehilangan bola. Informasi tersebut kemudian dapat digunakan untuk merancang strategi yang lebih sesuai dengan karakter lawan.
Data juga dapat membantu pelatih dalam menentukan pemain inti. Performa pemain dalam beberapa pertandingan dapat dibandingkan berdasarkan berbagai indikator, seperti intensitas pergerakan, kontribusi dalam menyerang dan bertahan, serta kemampuan menjalankan peran tertentu. Namun, keputusan akhir tetap membutuhkan pertimbangan manusia karena angka tidak selalu mampu menggambarkan seluruh kondisi pemain.
Penggunaan data dalam pengambilan keputusan juga menunjukkan bahwa teknologi tidak berdiri sendiri. UEFA, misalnya, menggunakan analisis teknis dan taktis untuk membantu memahami pola permainan dan meningkatkan kualitas analisis sepak bola. Hal tersebut menunjukkan bahwa data menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan, tetapi tetap membutuhkan keahlian manusia untuk menafsirkannya.
Dengan demikian, terjadi perubahan dalam pola pengambilan keputusan:
Pelatih → pengalaman → keputusan
berkembang menjadi:
Pelatih → pengalaman + data → keputusan.
Perubahan ini bukan berarti pengalaman pelatih menjadi tidak penting. Justru, data membutuhkan kemampuan manusia untuk membaca dan menafsirkannya. Data dapat menunjukkan bahwa sebuah area sering menjadi titik lemah, tetapi pelatih tetap harus menentukan bagaimana informasi tersebut diterapkan dalam permainan.
Teknologi selama pertandingan
Penggunaan teknologi juga tidak berhenti sebelum pertandingan dimulai. Electronic Performance and Tracking Systems (EPTS) dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai posisi dan pergerakan pemain maupun bola. FIFA menjelaskan bahwa EPTS mencakup teknologi berbasis kamera dan perangkat yang dikenakan pemain, sementara beberapa sistem dapat menggunakan GPS/GNSS, Local Positioning Systems, maupun Optical Tracking Systems. Teknologi tersebut memungkinkan tim memperoleh gambaran yang lebih terukur mengenai apa yang terjadi di lapangan. Pergerakan pemain dapat dipantau dan kemudian digunakan untuk memahami intensitas permainan, posisi, serta pola pergerakan. FIFA bahkan memiliki program kualitas khusus untuk EPTS yang bertujuan menguji akurasi berbagai sistem pelacakan yang digunakan dalam sepak bola.(Fédération Internationale de Football Association, 2025)
Lapangan sepak bola pada akhirnya menjadi ruang yang terus berubah. Pemain bergerak dari satu area ke area lain, formasi dapat berubah ketika menyerang maupun bertahan, dan ruang kosong dapat muncul dalam waktu singkat. Teknologi pelacakan memungkinkan perubahan tersebut direkam dan dianalisis sehingga pergerakan yang sebelumnya hanya diamati secara langsung dapat menjadi bagian dari data.
Informasi tersebut dapat membantu pelatih memahami apakah strategi yang diterapkan berjalan sesuai rencana. Ketika suatu pola permainan tidak berjalan dengan baik, pelatih dapat melakukan perubahan melalui pergantian pemain, perubahan formasi, atau instruksi tertentu. Dengan demikian, teknologi memberikan informasi tambahan yang dapat digunakan untuk merespons perubahan situasi di lapangan. Namun, teknologi tidak selalu memberikan jawaban secara langsung. Data tetap harus dipahami dalam konteks pertandingan. Misalnya, penurunan jarak tempuh seorang pemain tidak selalu berarti pemain tersebut tampil buruk. Kondisi pertandingan, posisi pemain, instruksi taktik, dan situasi lawan juga dapat memengaruhi angka tersebut.
Ketika sepak bola semakin ilmiah
Semakin banyaknya data membuat sepak bola terlihat semakin ilmiah. Hampir setiap pergerakan dapat dicatat, diukur, dan dianalisis. Jarak dapat dihitung, kecepatan dapat direkam, peluang dapat diperkirakan, dan pola permainan dapat dipetakan. Perkembangan ini memberikan keuntungan karena keputusan dapat dibuat berdasarkan informasi yang lebih lengkap.
Namun, muncul pertanyaan mengenai batas penggunaan teknologi dalam sepak bola. Jika hampir setiap pergerakan pemain dapat dihitung dan dianalisis, apakah sepak bola masih memiliki ruang bagi intuisi dan kreativitas?
Pertanyaan tersebut penting karena sepak bola bukan hanya permainan angka. Seorang pemain dapat mengambil keputusan yang tidak terduga, melakukan umpan yang tidak diperkirakan, atau menciptakan peluang melalui kreativitas. Hal-hal tersebut tidak selalu dapat diprediksi oleh data.
Karena itu, perkembangan teknologi sebaiknya tidak dipahami sebagai proses menggantikan manusia. Teknologi lebih tepat dilihat sebagai alat yang membantu manusia memperoleh informasi. Pelatih tetap memiliki tanggung jawab untuk menentukan keputusan, pemain tetap harus menerapkan keputusan tersebut di lapangan, dan permainan tetap berlangsung dalam kondisi yang tidak selalu dapat diprediksi.
Pada titik ini, teknologi telah mengubah cara strategi sepak bola dirancang. Namun, perubahan tersebut juga membawa dampak yang lebih luas. Semakin besar peran teknologi dalam sepak bola, semakin besar pula pertanyaan mengenai keuntungan, keterbatasan, dan masa depan penggunaannya.
Masa Depan Sepak Bola: Permainan Manusia atau Permainan Data?
Teknologi telah menunjukkan bahwa sepak bola modern tidak lagi hanya bergantung pada kemampuan manusia untuk melihat dan menilai permainan. VAR membantu dalam pengambilan keputusan wasit, sistem tracking memberikan informasi mengenai pergerakan pemain, sedangkan statistik membantu pelatih memahami performa dan strategi. Perkembangan tersebut memberikan berbagai manfaat, tetapi pada saat yang sama juga membawa sejumlah persoalan yang perlu diperhatikan.
Dampak positif teknologi
Salah satu dampak paling jelas adalah meningkatnya kemampuan perangkat pertandingan dalam memeriksa kejadian penting. Berdasarkan protokol IFAB, VAR digunakan untuk membantu wasit pada kejadian yang memiliki dampak besar terhadap pertandingan, seperti keputusan gol/tidak gol, penalti/tidak penalti, kartu merah langsung, dan kesalahan identitas pemain. Keputusan akhir tetap berada pada wasit di lapangan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa teknologi tidak dirancang untuk menggantikan wasit, melainkan memberikan informasi tambahan ketika terdapat kemungkinan kesalahan yang jelas atau insiden serius yang terlewatkan. Dengan adanya rekaman video, perangkat pertandingan memiliki kesempatan untuk melihat kembali kejadian yang sulit diamati secara langsung.
Bagi pemain dan pelatih, teknologi juga memberikan informasi yang lebih terukur. Sistem EPTS dapat digunakan untuk melacak posisi dan pergerakan pemain, sedangkan analisis performa dapat membantu memahami aspek teknis, taktis, dan fisik dalam permainan.
Penggunaan data juga dapat membantu memantau kondisi fisik pemain. Informasi mengenai beban dan intensitas aktivitas dapat menjadi bahan pertimbangan bagi tim dalam mengelola performa pemain. FIFA sendiri mengembangkan standar pengujian EPTS untuk menilai akurasi sistem yang digunakan dalam sepak bola.
Dengan demikian, teknologi dapat membantu sepak bola menjadi lebih terukur. Keputusan yang sebelumnya sulit dijelaskan secara angka kini dapat didukung oleh berbagai informasi. Namun, manfaat tersebut tidak berarti bahwa teknologi selalu menghasilkan keputusan yang sempurna.
Ketika teknologi menjadi terlalu dominan
Semakin besar penggunaan teknologi juga menimbulkan kekhawatiran mengenai ketergantungan. Jika terlalu banyak keputusan didasarkan pada sistem dan data, terdapat kemungkinan manusia menjadi terlalu bergantung pada informasi teknologi. Padahal, tidak semua aspek permainan dapat diterjemahkan menjadi angka. Sepak bola memiliki unsur spontanitas. Seorang pemain dapat melakukan sesuatu yang tidak direncanakan sebelumnya. Kreativitas, keberanian, komunikasi, dan kemampuan membaca situasi merupakan bagian dari permainan yang sulit diukur secara sempurna. Oleh karena itu, penggunaan teknologi perlu tetap mempertimbangkan keterbatasan data.
VAR juga menunjukkan persoalan tersebut. Teknologi dapat memberikan rekaman kejadian, tetapi keputusan akhir tetap membutuhkan interpretasi manusia. IFAB secara jelas menetapkan bahwa wasit merupakan pihak yang mengambil keputusan akhir, sementara VAR berfungsi membantu dalam kondisi yang telah ditentukan oleh protokol. Selain persoalan interpretasi, penggunaan VAR juga dapat memengaruhi alur pertandingan. Proses pemeriksaan membutuhkan waktu dan dapat membuat pemain maupun penonton menunggu keputusan. IFAB sendiri terus melakukan evaluasi terhadap penerapan VAR dan berbagai teknologi pertandingan dengan mempertimbangkan keakuratan sekaligus kelancaran permainan. Dengan kata lain, teknologi dapat meningkatkan informasi, tetapi tidak otomatis menghilangkan perbedaan penafsiran.
Ketimpangan teknologi antara klub besar dan klub kecil
Perkembangan teknologi juga memiliki persoalan dari sisi sumber daya. Tidak semua klub memiliki kemampuan yang sama untuk menggunakan teknologi dalam jumlah dan kualitas yang sama. Klub dengan sumber daya finansial lebih kuat dapat memiliki akses lebih besar terhadap perangkat analisis, sistem tracking, kamera, database, dan tenaga analis. Sementara itu, klub dengan sumber daya terbatas mungkin tidak mampu menyediakan fasilitas yang sama. Perbedaan tersebut dapat membuat kemampuan setiap klub dalam mengolah informasi menjadi tidak seimbang. Persoalan ini juga dapat dilihat dari perspektif geografi yang telah muncul sejak bagian awal artikel. Teknologi tidak digunakan secara merata karena terdapat perbedaan akses berdasarkan kemampuan ekonomi, infrastruktur, dan sumber daya manusia. Dalam sepak bola, kondisi tersebut dapat menciptakan kesenjangan baru antara klub yang memiliki kemampuan teknologi tinggi dan klub yang masih memiliki keterbatasan.
Pertanyaannya kemudian adalah: apakah perkembangan teknologi justru berpotensi memperlebar kesenjangan antara klub kaya dan klub kecil?
Jika teknologi semakin menentukan kualitas analisis dan pengambilan keputusan, kemampuan untuk membangun sistem data dan menyediakan tenaga ahli dapat menjadi salah satu keunggulan kompetitif. Dengan demikian, persaingan sepak bola tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga dalam kemampuan mengelola informasi di luar lapangan.
Ke mana sepak bola akan berkembang?
Perkembangan teknologi kemungkinan masih akan terus berlanjut. Sistem tracking dapat menjadi semakin akurat, analisis pertandingan dapat dilakukan dengan jumlah data yang semakin besar, dan informasi dapat diperoleh dengan lebih cepat. FIFA sendiri terus mengembangkan standar teknologi pelacakan serta format data agar informasi dari berbagai sistem dapat digunakan secara lebih konsisten dan dapat dibandingkan. Pada masa depan, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) juga berpotensi semakin banyak digunakan untuk membantu mengolah data pertandingan. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk menemukan pola dalam data dalam jumlah besar dan membantu manusia memahami situasi permainan dengan lebih cepat.
Namun, perkembangan tersebut tidak berarti bahwa manusia akan kehilangan perannya. Justru, semakin kompleks teknologi yang digunakan, semakin penting kemampuan manusia untuk memahami, menilai, dan menentukan bagaimana informasi tersebut digunakan. Pada akhirnya, sepak bola merupakan permainan yang melibatkan manusia. Teknologi dapat menghitung jarak, kecepatan, peluang, posisi, dan berbagai aspek lainnya, tetapi teknologi tidak bermain di lapangan. Pemainlah yang mengambil keputusan dalam situasi nyata, pelatihlah yang menentukan strategi, dan wasitlah yang membuat keputusan akhir dalam pertandingan.
Kesimpulan
Perjalanan teknologi dalam sepak bola menunjukkan bahwa teknologi tidak lagi hanya menjadi alat tambahan. Teknologi telah masuk ke dalam berbagai aspek permainan, mulai dari keputusan wasit melalui VAR, pengukuran pergerakan pemain melalui sistem tracking, analisis statistik, hingga penyusunan strategi berdasarkan data. Perubahan tersebut memberikan banyak manfaat. Keputusan pertandingan dapat lebih terbantu, performa pemain dapat dianalisis secara lebih terukur, kondisi fisik dapat dipantau, dan strategi dapat disusun berdasarkan informasi yang lebih lengkap. Namun, teknologi juga membawa tantangan berupa ketergantungan, berkurangnya spontanitas, persoalan interpretasi, serta ketimpangan akses antara klub dengan sumber daya besar dan klub yang lebih terbatas.
Oleh karena itu, persoalan utama dalam perkembangan teknologi sepak bola bukanlah apakah manusia atau teknologi yang harus dipilih. Keduanya dapat bekerja bersama. Teknologi dapat memberikan informasi, sedangkan manusia tetap menentukan bagaimana informasi tersebut digunakan.
Pada akhirnya, teknologi mungkin mampu menghitung hampir setiap aspek permainan. Jarak dapat diukur, pergerakan dapat dipetakan, peluang dapat diperkirakan, dan keputusan dapat diperiksa kembali. Namun,
keputusan untuk menggunakan semua data tersebut tetap berada di tangan manusia. Sepak bola mungkin semakin dekat dengan data, tetapi selama permainan masih dimainkan oleh manusia, intuisi, kreativitas, dan keputusan manusia tetap menjadi bagian yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh mesin.
DAFTAR PUSTAKA
Fédération Internationale de Football Association. (2021, August 11). Electronic Performance & Tracking Systems. FIFA. FIFA – Electronic Performance & Tracking Systems
Fédération Internationale de Football Association. (2025). EPTS testing process. FIFA. FIFA – EPTS Testing Process
International Football Association Board. (2026). Law 5 – The referee. IFAB. IFAB – Law 5: The Referee
International Football Association Board. (2026). Video Assistant Referee (VAR) protocol. IFAB. IFAB – Video Assistant Referee (VAR) Protocol
Union of European Football Associations. (2024, April 5). About performance analysis. UEFA. UEFA – About Performance Analysis
Union of European Football Associations. (n.d.). Technical reports. UEFA. UEFA – Technical Reports