Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Lahirkan Intelektual Progresif, 11 Mahasiswa IPAI UPI Sukses Pertahankan Riset Kontemporer di Sidang Sarjana

BANDUNG — Program Studi Ilmu Pendidikan Agama Islam (IPAI), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sukses menyelenggarakan Ujian Sidang Sarjana (S-1) pada Selasa, 19 Mei 2026. Berdasarkan Keputusan Dekan FPIPS UPI Nomor T-2360/UN40.A2/HK.00.03/2026, kegiatan akademik ini dilaksanakan di lingkungan kampus UPI Bumi Siliwangi, Bandung, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB. Sebanyak 11 mahasiswa tingkat akhir dinilai oleh dewan penguji dan seluruhnya dinyatakan lulus setelah berhasil mempertahankan karya tulis ilmiah keagamaan mereka yang objektif dan variatif. Forum pertanggungjawaban akademis ini dipimpin langsung oleh Dekan FPIPS UPI, Prof. Dr. Cecep Darmawan, S.H., S.I.P., S.A.P., S.Pd., M.Si., M.H., CPM. selaku Ketua Panitia, bersama Ketua Prodi IPAI, Prof. Dr. Aceng Kosasih, M.Ag. selaku Sekretaris.

Eksplorasi Teoretis Kurikulum dan Pedagogi Islam Kontemporer

Ujian Sidang Sarjana kali ini merefleksikan kedalaman asimilasi teoretis antara nilai-nilai keagamaan profetik dan dinamika sosiologis pendidikan modern. Berbagai topik riset orisinil yang diangkat oleh para peserta mencakup ranah metode pengajaran, penilaian afektif, hingga tantangan mendidik Generasi Alpha di era digital. Fenomena adaptasi pembelajaran ini sejalan dengan kerangka teoretis dalam jurnal ilmiah bereputasi Sinta 2 yang menegaskan bahwa rekonstruksi kompetensi pedagogik guru agama yang fleksibel dan kontekstual menjadi faktor linear dalam memperkuat ketahanan moral (moral resilience) peserta didik di ruang publik digital. Melalui pendekatan riset ilmiah teoretis tersebut, para lulusan baru ini dipersiapkan untuk bertindak sebagai pemateri yang bijaksana sekaligus agen perubahan yang inklusif di tengah masyarakat.

Penguatan Karakter, Moderasi Beragama, dan Kurikulum Berbasis Nilai

Sebelas riset yang diujikan dalam sidang ini mengupas tuntas tipologi strategi hibrida, implementasi kurikulum tersembunyi (hidden curriculum), hingga persepsi pendidik mengenai nilai moderasi beragama di sekolah. Mahasiswa seperti Helmy Abdullah Helmy menyajikan studi mengenai strategi adaptif guru dalam asesmen holistik PAI, sementara Hayatunnisa membedah persepsi guru tentang praktik moderasi beragama di tingkat SMP. Keberagaman objek riset ini membuktikan kemampuan mahasiswa prodi IPAI UPI dalam mendiagnosis masalah pendidikan secara makro dan memberikan tawaran solusi instruksional yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kontribusi Nyata Terhadap Pencapaian Target Pembangunan Global (SDGs)

Pelaksanaan ujian sidang sarjana yang terstruktur dan akuntabel ini menjadi manifestasi autentik dari komitmen prodi IPAI UPI terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, hilirisasi riset mahasiswa ini berkontribusi langsung pada SDG Poin 4 mengenai Pendidikan Berkualitas (Quality Education) melalui penyediaan inovasi pembelajaran agama yang bermutu tinggi dan inklusif. Selain itu, kajian mengenai moderasi beragama dan kultur sekolah berbasis karakter secara substantif berkelindan erat dengan SDG Poin 16 mengenai Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (Peace, Justice, and Strong Institutions) demi mencetak tatanan sosial masyarakat yang damai dan harmonis.

Daftar Lulusan Sarjana dan Judul Riset yang Diujikan:

Berikut adalah daftar sebelas cendekiawan muda prodi IPAI UPI yang dinyatakan lulus dalam Ujian Sidang Sarjana periode 19 Mei 2026:

  1. Helmy Abdullah Helmy (NIM 2202540): "Strategi Adaptif Guru Dalam Asesmen Holistik Pendidikan Agama Islam Di Tengah Ketegangan Struktural-Ekologis: Studi Kasus Pada Sekolah Dasar Negeri Di Kota Bandung".
  2. Raden Muhammad Faris Rizky Rabbani (NIM 2203214): "Eksplorasi Hidden Curriculum Dalam Ekosistem Masjid: Experiential Learning Mahasiswa IPAI Sebagai Takmir".
  3. Salma Rahma Dina (NIM 2204652): "The Implementation of the Islamic Personal Development Program in Cultivating Students' Noble Character at SMP IT Fitrah Hanniah".
  4. Aulia Tegar Wicaksono (NIM 2205238): "Tipologi Strategi Hibrida dalam Membentuk Karakter Sahabat Al-Qur'an di Madrasah Aliyah".
  5. Muhammad Ridho Ramadhan (NIM 2207588): "Affective Assessment Dynamics in Islamic Education: A Public and Private High School Comparative Study".
  6. Elsa Salsabila (NIM 2207959): "A Model of Religious Character Education Through Islamic Scouting: Insights from the Hizbul Wathan Scout Movement".
  7. Shahrul Haikal (NIM 2204490): "Revitalisasi Peran Guru PAI dalam Membangun Ketahanan Spiritual Siswa Generasi Alpha di Era Digital".
  8. Hayatunnisa (NIM 2207338): "Persepsi Guru Pendidikan Agama Islam tentang Praktik Moderasi Beragama di Sekolah Menengah Pertama".
  9. Muhammad Aldam (NIM 2202270): "Merekonstruksi Pengalaman Dakwah Siswa SMA melalui Model Integrasi Kontrol Diri dan Ilmu Jiwa Agama dalam Pembelajaran PAI". PDF
  10. Shaka Pradipta Melinda Khaila Nurfadilla Tjian (NIM 2207062): "Internalisasi Nilai Harapan: Strategi Integratif Guru PAI dalam Mengembangkan Kultur Sekolah Berbasis Karakter di Sekolah Dasar Negeri".
  11. Syifa Fatihatul Mubarokah (NIM 2208009): "Integrasi Keterampilan Abad 21 (4C) dalam Pembelajaran PAI: Strategi Guru dalam Membangun Karakter Adaptif dan Religius".

Pencapaian gemilang yang diraih oleh kesebelas sarjana baru ini harus menjadi pemantik inspirasi bagi seluruh mahasiswa prodi IPAI UPI lainnya untuk tidak lelah mengasah potensi diri, menguasai literasi riset, serta konsisten melahirkan karya-karya akademik yang berdampak nyata bagi umat dan bangsa. Mari jadikan keberhasilan ini sebagai momentum untuk terus melangkah maju, memperkuat tradisi kepenulisan ilmiah, dan membuktikan diri sebagai pelopor kependidikan Islam yang unggul di kancah nasional maupun global. Informasi dan pembaruan agenda akademik prodi dapat terus dipantau melalui laman resmi www.ipai.upi.edu atau via akun Instagram @ipai_official. Pemuda IPAI adalah penggerak peradaban yang membawa maslahat bagi semesta alam. Salam Pelopor dan Unggul!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *