Desa wisata berbasis komunitas saat ini menjadi salah satu model pengembangan pariwisata yang paling relevan di Indonesia, terutama dalam konteks mendekatkan wisatawan dengan kehidupan authentic masyarakat lokal. Salah satu desa yang memiliki potensi besar namun masih membutuhkan sentuhan pengembangan adalah Desa Lembur Katumbiri, yang lebih dikenal dengan nama Kampung Pelangi, di RW 12, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
Menjawab tantangan tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Manajemen Resort dan Leisure (BEM KM MRL) FPIPS UPI menyelenggarakan program kerja “MRL Social Project 2026” pada hari Sabtu-Minggu, 25-26 Juli 2026, yang mengusung tema “Harmony In Action Small Steps, Lasting Impact”. Tema ini bermakna bahwa keharmonisan dan kebersamaan tidak hanya menjadi harapan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan keberlanjutan desa wisata.
Rangkaian kegiatan MRL Social Project 2026 sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11: Sustainable Cities and Communities, yang menekankan pentingnya menciptakan permukiman dan komunitas yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Melalui program pemetaan aksesibilitas kawasan, edukasi pengelolaan sampah, aksi bersih lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi seni dan partisipasi anak-anak, kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan desa wisata berbasis komunitas yang lebih tertata, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Hari Pertama : Sosialisasi Pemilahan Sampah dan Aksi Bersih Lingkungan
Rangkaian kegiatan di hari pertama dibuka di Aula Payung dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua BEM KM MRL dan Dosen Kemahasiswaan MRL. Rangkaian sambutan ini menegaskan dukungan penuh dari pihak program studi terhadap keberlangsungan kegiatan.

Pematerian oleh Komunitas Cika Cika
Sumber : Dokumentasi Tim PDD Social Project, 2026

Kegiatan Urban and River Clean Up
Sumber : Dokumentasi Tim PDD Social Project, 2026
Menariknya, kegiatan ini tidak berhenti pada aksi bersih-bersih semata. Seluruh sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian dikelola oleh pihak desa setempat akan dipilah sesuai dengan jenisnya dan dikelola melalui mekanisme yang berlaku bersama masyarakat setempat. Selanjutnya, area bantaran sungai yang sebelumnya dipenuhi sampah akan dibersihkan dan dirapihkan sehingga ruang yang semula tidak termanfaatkan dapat menjadi lebih tertata. Penataan awal ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat dalam mengembangkan ruang terbuka yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai area aktivitas maupun atraksi sederhana yang memberikan nilai tambah bagi lingkungan Desa Lembur Katumbiri. Lalu sebagai bentuk reward kepada masyarakat, BEM KM MRL memberikan suatu sembako kepada masyarakat karena telah antusias untuk tetap melestarikan lingkungan dan bekerja sama dalam merawat serta memanfaatkan sampah dengan baik.
Hari kedua : Kolaborasi Seni dan Komitmen Anak-Anak Desa

Pohon Komitmen Katumbiri
Sumber : Dokumentasi Tim PDD Social Project, 2026
Pada sesi games dan Pohon Komitmen Katumbiri, anak-anak Desa Lembur Katumbiri diajak berkomitmen kepada diri sendiri untuk dapat menjaga lingkungan dengan bentuk cap jempol yang kemudian ditempelkan pada papan berbentuk ranting pohon. Secara filosofis, setiap janji yang dicapkan anak-anak ibarat sebagai “daun-daun” berharga yang memberi warna pada pohon masa depan desa. Program ini menjadi wadah aman bagi anak-anak untuk melatih keberanian, menumbuhkan rasa percaya diri, dan menyuarakan komitmen mereka.

Panggung Harmoni
Sumber : Dokumentasi Tim PDD Social Project, 2026
Rangkaian kegiatan berlanjut ke Panggung Harmoni Warga, festival yang menjadi puncak dari MRL Social Project 2026. Panggung ini menampilkan kolaborasi seni antara Unik Kegiatan Mahasiswa (UKM) Manajemen Resort dan Leisure Arumba dan Voices, dengan penampilan dari warga desa sendiri. Suasana semakin meriah dengan sesi Ice Breaking yang melibatkan mahasiswa dan warga secara bersama-sama, mempererat interaksi lintas generasi antara kedua belah pihak.

Foto Bersama Seluruh Panitia dan Warga Desa
Sumber : Dokumentasi Tim PDD Social Project, 2026
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia menyerahkan plakat apresiasi kepada Warga RW 12, menyerahkan produk hasil program peta Aksesibilitas Kawasan serta menyerahkan sembako kepada warga. Rangkaian kegiatan MRL Social Project 2026 resmi ditutup dengan sesi foto bersama seluruh panitia dan warga Desa Lembur Katumbiri.
Dampak Jangka Panjang bagi Desa Wisata
Selain aksi bersih-bersih dan festival seni, salah satu capaian penting dari kegiatan ini adalah tersedianya Peta Aksesibilitas Kawasan Desa Lembur Katumbiri, yang meliputi papan petunjuk arah dan peta kawasan berukuran besar yang dirancang informatif dan mudah dipahami oleh wisatawan. Sebelumnya, minimnya signage menjadi salah satu kendala utama yang menyebabkan wisatawan kesulitan menjelajahi kawasan desa secara optimal. Melalui program ini, wisatawan diharapkan dapat mengeksplorasi Kampung Pelangi secara lebih mandiri dan terstruktur.
Ketiga program utama “Pemetaan Aksesibilitas Kawasan, Sosialisasi Pemilahan Sampah dan Aksi Bersih Lingkungan, serta Panggung Harmoni Warga” dirancang sebagai intervensi nyata yang diharapkan meninggalkan dampak keberlanjutan bagi masyarakat Desa Lembur Katumbiri, baik dari sisi infrastruktur pariwisata, kesadaran lingkungan, maupun kedekatan emosional antara mahasiswa dan warga desa.
Acara pengabdian masyarakat di Lembur Katumbiri ini terselenggara berkat dukungan Ketua Program Studi Manajemen Resort dan Leisure
"Pemilihan Lembur Katumbiri sangat tepat karena selaras dengan visi keilmuan prodi kami. Selain mengedukasi masyarakat dari anak-anak hingga dewasa mengenai pemilahan sampah demi mewujudkan kawasan yang sustainable, kegiatan ini menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengasah kepedulian lingkungan dan empati sosial. Melalui interaksi langsung ini, mahasiswa dapat melihat gambaran pasti bagaimana hilir keilmuan pariwisata memberi dampak nyata bagi masyarakat" ujar Ibu Dr. Erry Sukriah, SF., M.SE. selaku Ketua Program Studi Manajemen Resort dan Leisure.
"Kami memilih Lembur Katumbiri sebagai lokasi pengabdian karena sangat selaras dengan program studi kami di bidang kepariwisataan. Melalui sosialisasi pengelolaan sampah yang disampaikan langsung oleh para praktisi ahli, kami ingin edukasi ini menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak-anak, agar pemikiran untuk memilah sampah tertanam sejak dini. Setelah diadakannya kegiatan ini, kami berharap pembelajaran terkait pemilahan sampah akan terus berlanjut sehingga kampung ini dapat tumbuh secara berkelanjutan (sustain) di masa depan," Dilanjut oleh Bapak Hyldan Natawiguna, S.T.P., M.Sc. selaku Dosen Pembimbing.
Ingin tahu lebih banyak tentang Manajemen Resort dan Leisure UPI? Cek Sosial Media Kami!
Instagram | YouTube | Line | TikTok | Situs web
#SOCIALPROJECTMRL20226 #P2MKMMRL #MRLUPI #SDGs11 #VivaTourismus #VivaMRL