Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
PKn UPI Gelar Workshop Internasional Internalisasi Nilai Pancasila bagi Mahasiswa Indonesia Diaspora di Malaysia

Bandung/Malaysia, September 2026 - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Luar Negeri menyelenggarakan program “Internalisasi Nilai Pancasila dalam Konteks Global bagi Mahasiswa Indonesia Diaspora di Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia.” Program ini menjadi ruang edukasi dan refleksi bagi mahasiswa Indonesia diaspora untuk memperkuat identitas kebangsaan sekaligus mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan lintas budaya.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh semakin luasnya mobilitas mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di luar negeri. Dalam lingkungan global dan multikultural, mahasiswa Indonesia tidak hanya berperan sebagai peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari representasi identitas dan budaya Indonesia di negara tempat mereka menempuh pendidikan.

Di sisi lain, interaksi lintas budaya, perkembangan teknologi digital, serta derasnya arus informasi global menghadirkan tantangan terhadap penguatan identitas kebangsaan. Oleh karena itu, internalisasi nilai Pancasila perlu dikembangkan tidak hanya melalui pemahaman konseptual, tetapi juga melalui dialog, refleksi, dan pengalaman nyata dalam kehidupan global.

Program PkM ini secara khusus menyasar Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia (PPI Malayasia), dengan melibatkan mahasiswa Indonesia di UPSI serta jejaring masyarakat Indonesia diaspora. Lingkungan UPSI yang multikultural menjadi ruang strategis untuk mengembangkan pemahaman Pancasila dalam perspektif global dan lintas budaya.

Program pengabdian ini diketuai oleh Dr. Sri Wahyuni Tanshzil, M.Pd., dengan anggota tim Dr. Leni Anggraeni, M.Pd. dan Dr. Syaifullah, S.Pd., M.Si. dari Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan FPIPS UPI, serta Dr. Marshelayanti binti Muhamad Razali dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) selaku mitra kolaborasi. Program ini juga melibatkan tim mahasiswa yang terdiri atas Junaidi, M.Pd., Ifan Kiki Kurniawan, Rizqi Kajayaan, Rahma Nur Maulida, dan Siti Syarifah, yang turut berperan aktif dalam pelaksanaan setiap rangkaian kegiatan workshop.

Internasional workshop  “ Pancasila sebagai Jangkar Identitas di Era Digital”

Rangkaian kegiatan diawali dengan Workshop Sesi 1 yang dilaksanakan secara online pada 21 Agustus 2026. Kegiatan diawali dengan pematerian bertajuk “Pancasila sebagai Jangkar Identitas di Era Global” yang disampaikan oleh Dr. Syaifullah, S.Pd., M.Si. Materi ini mengajak peserta untuk memahami pentingnya Pancasila sebagai fondasi identitas kebangsaan di tengah perubahan global dan perjumpaan dengan berbagai budaya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pematerian “Globalisasi dan Tantangan Identitas Bangsa” yang disampaikan oleh Dr. Leni Anggraeni, M.Pd. Peserta diajak untuk melihat bagaimana globalisasi saat ini memberi dua ruang yang berbeda, satu sisi menguatkan esensi kebangsaan diruang lainnya memporak-porandakannya.

Tidak berhenti pada pematerian, peserta kemudian terlibat dalam diskusi kelompok mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi diaspora Indonesia di Malaysia. Peserta membahas berbagai persoalan dan pengalaman yang mereka temui dalam kehidupan akademik maupun sosial sebagai mahasiswa Indonesia di luar negeri. Hasil diskusi selanjutnya dipresentasikan melalui showcase, sebagai ruang bagi peserta untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, serta alternatif solusi terhadap berbagai tantangan diaspora.

Rangkaian program kemudian dilanjutkan melalui Workshop Sesi 2 pada 3 September 2026 yang dilaksanakan secara hybrid, dengan mempertemukan peserta secara luring dan daring. Kegiatan diawali dengan pematerian “Internalisasi Nilai dalam Konteks Lintas Budaya” sebagai penguatan terhadap proses pembelajaran dan refleksi yang telah dilakukan pada sesi pertama.

Selanjutnya kegiatan dilaksanakan dengan Showcase Project Infografis bertema “Tantangan dan Solusi Diaspora Malaysia dalam Berbagai Bidang Kehidupan.” Showcase ini menghadirkan berbagai perspektif dari masyarakat Indonesia yang berada di Malaysia. Perwakilan Mahasiswa Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia, guru Indonesia diaspora serta pengajar pada Universiti Malayasia Sabah (UMS) turut menyampaikan gagasan dan pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi diaspora serta solusi yang dapat dikembangkan dalam berbagai bidang kehidupan. Kegiatan juga diikuti oleh mahasiswa UPSI dan mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Pertemuan berbagai elemen tersebut menciptakan ruang dialog dan kolaborasi antara mahasiswa, organisasi pelajar Indonesia, serta pengajar  diaspora Malayasia.

Penyerahan dan Penyematan Duta Pancasila Global

Salah satu momen penting dalam rangkaian kegiatan International Workshop Sesi 2 adalah penyerahan dan penyematan Duta Pancasila Global. Penyematan tersebut menjadi simbol komitmen generasi muda Indonesia untuk membawa dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan global dan lintas budaya. Setidaknya terdapat 5 duta terpilih, yaitu, pertama Saudari Edah Runengsih, M.Pd., Ph.D. (pengajar di Universiti Malayasia Sabah), Mohammad Alwi Lutfi, M.Pd. (Guru Sekolah Indonesia Johor Bahru), Mashudi, S.Pd. (Guru Sekolah Indonesia Kuala Lumpur), Nada Rahmatika, S.Pd., M.Ed. (Ketua PPI UPSI Malayasia), dan Badar Alam Kalasumba, S.Ag., M.H.U, M.Ed., (Wakil Ketua PPI UPSI Malayasia).

Duta Pancasila tersebut diharapkan mampu menjadi penggerak, teladan, sekaligus representasi nilai-nilai Pancasila di lingkungan internasional. Peran tersebut tidak hanya diwujudkan melalui pemahaman terhadap Pancasila, tetapi juga melalui sikap toleransi, persatuan, gotong royong, dialog lintas budaya, serta kontribusi positif bagi masyarakat.

Kehadiran Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Malaysia, guru diaspora, mahasiswa UPSI, dan mahasiswa UPI dalam kegiatan ini semakin memperkuat semangat kolaborasi dan jejaring masyarakat Indonesia di luar negeri.

Menghasilkan Luaran dan Keberlanjutan Program

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini tidak berhenti pada pelaksanaan workshop. Kegiatan diarahkan untuk menghasilkan sejumlah luaran yang dapat memberikan manfaat dan mendukung keberlanjutan program. Luaran yang ditargetkan meliputi Jurnal Nasional Terakreditasi, Hak Kekayaan Intelektual (HKI) PkM, publikasi di media massa, video kegiatan yang dipublikasikan melalui YouTube, serta produk PkM yang dimanfaatkan oleh mitra dalam bentuk pernyataan mitra.

Melalui program ini, internalisasi nilai Pancasila diharapkan dapat menjadi proses yang berkelanjutan. Mahasiswa Indonesia diaspora tidak hanya mampu mempertahankan identitas kebangsaan, tetapi juga mampu menjadi bagian dari masyarakat global yang terbuka, kritis, toleran, dan berkontribusi positif.

Program ini menegaskan bahwa berada di tengah masyarakat global bukan berarti kehilangan jati diri. Sebaliknya, nilai-nilai Pancasila dapat menjadi pijakan bagi generasi muda Indonesia untuk berinteraksi dengan dunia sekaligus tetap membawa identitas dan karakter keindonesiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *