Tanggal Kegiatan: 1-2 Agustus 2026
Penulis: Muhammad Azri (SaIG, 2508445), & Nazwa Yahya Safira (SaIG, 2504440)
Penyunting: Muhammad Naufal Rifasyah (SaIG, 2500436)
Dinamika perubahan bumi akan selalu terjadi seiring berjalannya waktu, salah satunya perubahan rupa fisik bumi. Manusia dan alam tentunya berperan signifikan atas seluruh perubahan yang terjadi, sejumlah hubungan sebab akibat telah memengaruhi bagian bagian pada bumi, terlebih pada bidang terrestrial, fenomena-fenomena alam yang telah terjadi seiring laju waktu menuntut adanya transformasi fisik bumi, peralihan pun kian diiringi oleh kebutuhan manusia dalam melanjutkan kehidupan mereka, semakin berevolusi manusia semakin kompleks pula kebutuhan yang dibutuhkan mereka, dengan demikian manusia menyulap lahan-lahan tersebut untuk dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mereka. Jauh dari permukaan bumi dimana manusia hidup berada, pada lapisan puncak atmosfer, terdapat stasiun luar angkasa yang secara krusial berperan dalam monitoring seluruh dinamika yang telah terjadi pada fisik bumi, kemampuan sensor pada setiap wahana satelit memberikan visualisasi atas seluruh perubahan yang disebabkan oleh manusia maupun alam, di sisi lain kecakapan teknologi yang telah berkembang secara unggul, salah satunya teknologi geospasial yang berkembang pesat menciptakan sinergitas yang baik dalam proses monitoring antara visual hasil sensor satelit dengan teknologi geospasial. Hasil dari kolaborasi tersebut menciptakan berbagai bentuk informasi keruangan, salah satunya informasi tutupan lahan dan penggunaan lahan atau biasa disebut Land Use Land Cover (LULC). Program studi Sains Informasi Geografi merupakan salah satu program studi yang menekankan akan pentingnya perubahan-perubahan LULC dalam pengkajian keruangan.
Proses yang dilakukan menggunakan beberapa metode yang terkenal unggul dalam identifikasi LULC pada suatu hasil citra, kelompok 5A menggunakan algoritma Random Forest untuk pemodelan LULC serta indeks-indeks vegetasi yang digunakan untuk membantu dalam menginterpretasikan titik sampel yang akurat untuk proses machine learning tutupan lahan ataupun penggunaan lahan pada dua desa sekaligus yaitu Desa Kayuambon dan Desa Langensari, proses tersebut dilakukan pada dua citra satelit popular Sentinel-2A dan Landsat 8, selain penggunaan machine learning dalam pemodelan LULC, kelompok 5A juga menggunakan metode digitasi manual pada citra Bing Maps, kualitas citra dengan resolusi yang tajam memberikan kemudahan dalam menginterpretasikan serta pengelompokan kelas lahan dalam proses digitasi. Ketika seluruh proses telah diproses, proses selanjutnya yang perlu dilakukan adalah validasi lapangan atau ground checking, kami kelompok 5A melaksanakan proses tersebut selama dua hari pada tanggal 1 hingga 2 agustus 2026, selama kegiatan berlangsung, tentunya terjadi juga beberapa tantangan yang perlu dihadapi seperti transportasi, kualitas jalan yang bermacam-macam, interaksi dengan warga sekitar untuk mengakses titik lokasi, serta beberapa lokasi yang telah menunjukan adanya perubahan terkini. Sejumlah tantangan tersebut dilakukan untuk mendapatkan validasi data lapangan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan
Ground checking bukan hanya menjadi tahap akhir dalam proses pemetaan, tetapi juga menjadi momen penting untuk memastikan bahwa hasil interpretasi citra satelit benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Melalui kegiatan ini, Kelompok 5A memperoleh pengalaman berharga dalam menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan praktik langsung di lapangan. Berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari akses menuju lokasi hingga perubahan kondisi lahan yang terjadi secara dinamis, menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memperkaya wawasan dan kemampuan dalam analisis geospasial.
Harapannya, hasil validasi lapangan yang telah dilakukan dapat meningkatkan kualitas data Land Use Land Cover (LULC) yang telah disusun, sehingga mampu menghasilkan informasi keruangan yang lebih akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi berbagai kebutuhan, baik dalam bidang penelitian, perencanaan wilayah, maupun pengelolaan sumber daya alam. Praktikum ini juga menjadi bukti bahwa pemanfaatan teknologi geospasial akan memberikan hasil yang lebih optimal ketika dipadukan dengan pengamatan langsung di lapangan.
Quote
Dari piksel hingga lokasi nyata, setiap langkah di lapangan membawa kita lebih dekat pada kebenaran.

Dok. Penulis

Dok. Penulis

Dok. Penulis
