Penulis : Taufiq Muhamad Ridwan (SaIG, 2209390)
Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)
Tanggal : 23 Agustus 2026
Memasuki semester akhir menjadi salah satu fase yang paling berbeda selama perjalanan saya sebagai mahasiswa. Pada tahap ini, saya mulai menyadari bahwa perjalanan perkuliahan tidak lagi hanya tentang mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas, mengerjakan tugas, ataupun mendapatkan nilai dari setiap mata kuliah. Ada satu hal yang jauh lebih besar yang harus saya hadapi, yaitu tugas akhir atau skripsi. Bagi saya, skripsi merupakan salah satu titik penting sekaligus ujian sebenarnya dalam dunia perkuliahan. Di dalam prosesnya, bukan hanya pengetahuan yang diuji, tetapi juga mental, kesabaran, konsistensi, keberanian, dan semangat untuk terus melangkah meskipun terkadang muncul rasa lelah dan ingin menyerah. Memulai skripsi pada awalnya bukan sesuatu yang mudah. Ada rasa bingung mengenai apa yang harus dikerjakan, bagaimana memulai penelitian, menentukan arah pembahasan, hingga menyusun tulisan yang sesuai dengan kaidah ilmiah. Namun, saya mulai memahami bahwa keberanian tidak selalu hadir sebelum kita memulai. Terkadang, keberanian justru tumbuh setelah kita mengambil langkah pertama. Saya belajar bahwa tidak perlu menunggu semuanya sempurna untuk mulai bergerak. Cukup dengan membuka laptop, menulis satu paragraf, membaca satu referensi, atau menyelesaikan satu bagian kecil dari skripsi, ternyata itu sudah menjadi sebuah kemajuan. Dari langkah-langkah kecil itulah perjalanan panjang menuju gelar S.Geo. perlahan dimulai.

Dok. Penulis
Keberanian untuk menyelesaikan skripsi pada akhirnya tumbuh seiring dengan proses yang saya jalani. Saya belajar bahwa menyelesaikan sesuatu yang besar tidak harus dilakukan dengan langkah yang besar pula. Terkadang, kemajuan kecil yang dilakukan secara konsisten justru menjadi jalan untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Saya mulai membiasakan diri untuk terus berprogres, meskipun hanya sedikit demi sedikit. Menulis beberapa paragraf, memperbaiki satu bagian, mencari referensi, melakukan pengolahan data, hingga membaca kembali hasil penelitian menjadi bagian dari perjalanan yang harus saya lalui. Tentu saja perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Ada banyak godaan yang membuat saya malas, menunda pekerjaan, berleha-leha, bahkan terkadang muncul pikiran untuk berhenti sejenak terlalu lama. Namun, di tengah perjalanan tersebut saya mendapatkan semangat awal dari seseorang yang saya kenal pertama kali sekaligus saya anggap sebagai salah satu orangtua saya di kampus, yaitu Bapak Dr. Lili Somantri, S.Pd., M.Si. Beliau selalu memberikan motivasi agar saya terus mengerjakan skripsi dan tidak terlalu memikirkan seberapa banyak yang telah diselesaikan, tetapi lebih kepada bagaimana saya tetap bergerak dan menghasilkan sesuatu. Nasihat untuk terus berprogres, walaupun sedikit, menjadi salah satu hal yang saya pegang selama perjalanan ini. Dari sana saya belajar bahwa keberhasilan bukan hanya tentang siapa yang paling cepat sampai, tetapi tentang siapa yang mampu terus berjalan ketika perjalanan terasa berat. Sedikit demi sedikit, halaman skripsi pun bertambah, dan keberanian yang awalnya kecil perlahan berubah menjadi keyakinan bahwa saya mampu menyelesaikannya.

Dok. Penulis
Perjalanan menyelesaikan tugas akhir tentu tidak dapat saya lalui seorang diri. Di balik setiap halaman skripsi yang berhasil diselesaikan, terdapat arahan, koreksi, masukan, dan ilmu dari dosen pembimbing yang telah dengan sabar mendampingi saya. Saya sangat bersyukur dipertemukan dengan dua dosen pembimbing yang tidak pernah lelah membimbing anak bimbingannya hingga sampai pada tahap akhir. Terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada Bapak Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si. selaku dosen pembimbing pertama dan Bapak Achmad Fadhilah, S.Pd., M.Sc. selaku dosen pembimbing kedua. Selama proses bimbingan, saya tidak hanya mendapatkan arahan mengenai bagaimana menyusun sebuah penelitian yang baik, tetapi juga mendapatkan banyak ilmu, pengetahuan, pengalaman, serta pelajaran mengenai bagaimana menjadi seorang mahasiswa yang bertanggung jawab terhadap apa yang telah dimulai. Ada kalanya revisi terasa melelahkan, ada bagian yang harus diperbaiki berkali-kali, dan ada saat ketika hasil yang telah dikerjakan ternyata masih belum sesuai dengan harapan. Namun, dari proses tersebut saya justru belajar bahwa revisi bukanlah tanda bahwa saya gagal, melainkan bagian dari proses untuk menjadi lebih baik. Kesabaran kedua pembimbing dalam mengarahkan saya menjadi salah satu alasan saya mampu terus bertahan sampai akhir. Setiap masukan yang diberikan menjadi bekal yang sangat berarti, bukan hanya untuk menyelesaikan skripsi, tetapi juga untuk menghadapi perjalanan kehidupan setelah menjadi seorang sarjana. Untuk segala waktu, kesabaran, ilmu, dan perhatian yang telah diberikan, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua dosen pembimbing saya.

Dok. Penulis

Dok. Penulis
Setelah melalui proses penelitian, pengolahan data, penulisan, dan berbagai revisi, perjalanan saya belum benar-benar selesai. Masih ada satu tahap yang begitu ditunggu sekaligus menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan tugas akhir, yaitu ujian sidang skripsi. Bagi sebagian mahasiswa, sidang mungkin menjadi sesuatu yang menakutkan karena pada tahap inilah hasil kerja keras selama berbulan-bulan harus dipertanggungjawabkan di hadapan para penguji. Namun, bagi saya, sidang justru menjadi kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana perjalanan yang telah saya tempuh. Rasa gugup tentu ada, tetapi saya mencoba menjalaninya dengan tenang dan menjadikan setiap pertanyaan sebagai kesempatan untuk belajar. Sidang bukan hanya tentang mempertahankan apa yang telah saya tuliskan dalam skripsi, tetapi juga tentang menerima sudut pandang dan pengetahuan baru yang sebelumnya belum saya dapatkan selama proses bimbingan. Oleh karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Lili, Ibu Tania, dan Ibu Alnidi selaku dosen penguji yang telah memberikan arahan, masukan, ilmu, serta semangat dengan begitu baik. Saya bersyukur mendapatkan penguji yang tidak hanya memberikan kritik, tetapi juga membantu saya memahami kekurangan dan memberikan kesempatan untuk memperbaikinya. Dari sidang tersebut saya belajar bahwa setiap kritik tidak selalu berarti kesalahan, melainkan dapat menjadi jalan untuk berkembang. Ketika sidang akhirnya selesai, ada rasa lega yang sulit digambarkan. Salah satu tahapan besar telah terlewati, dan saya semakin dekat dengan satu tujuan yang sejak awal saya perjuangkan: menyelesaikan perjalanan menuju gelar S.Geo.
Setelah ujian sidang selesai, perjalanan kembali dilanjutkan dengan menyelesaikan berbagai revisi dan persyaratan yang harus dipenuhi. Sampai akhirnya tibalah pada satu momen yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu yudisium. Pada saat itu, perasaan yang muncul begitu bercampur antara haru, bangga, lega, dan bahagia. Saya kembali mengingat bagaimana perjalanan ini dimulai dari rasa takut untuk memulai, kemudian perlahan belajar untuk berprogres, menghadapi berbagai revisi, melewati rasa lelah, hingga akhirnya sampai pada tahap kelulusan. Ketika pengumuman kelulusan disampaikan, ada rasa bangga yang tidak hanya saya rasakan karena berhasil menyelesaikan skripsi, tetapi juga karena saya berhasil membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya mampu bertahan sampai akhir. Alhamdulillah, saya diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan dengan predikat cumlaude. Bagi saya, predikat tersebut bukan hanya sebuah pencapaian akademik, tetapi juga menjadi simbol dari perjuangan yang telah saya lalui selama menjadi mahasiswa. Saya menyadari bahwa perjalanan menuju titik ini tidak selalu mudah. Ada malam-malam panjang, rasa lelah, kebingungan, revisi yang datang berkali-kali, serta berbagai keadaan yang terkadang membuat saya meragukan kemampuan diri sendiri. Namun, semua itu akhirnya menjadi bagian dari cerita yang membuat pencapaian ini terasa lebih berarti. Menjadi seorang sarjana bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari perjalanan baru dengan tanggung jawab yang lebih besar. Gelar S.Geo. yang akhirnya saya dapatkan akan selalu mengingatkan saya bahwa setiap perjuangan yang dijalani dengan keberanian, kesabaran, dan ketekunan pada akhirnya akan menemukan titik akhirnya. Hari itu menjadi salah satu hari yang akan selalu saya ingat sebagai bukti bahwa saya pernah berjuang dan berhasil menyelesaikannya.

Dok. Penulis

Dok. Penulis

Dok. Penulis
Di balik keberhasilan menyelesaikan perjalanan ini, ada begitu banyak orang yang tidak dapat saya lupakan. Terutama kedua orangtua dan kakak tercinta yang selalu menjadi sumber semangat, motivasi, dan kekuatan bagi saya. Terima kasih karena selalu memberikan dukungan, menguatkan ketika saya merasa lelah, dan mengingatkan saya untuk terus berjalan ketika perjalanan terasa berat. Sejak awal kuliah hingga hari ini, mereka menjadi salah satu alasan terbesar bagi saya untuk terus berusaha menjadi manusia yang lebih baik. Tidak lupa, terima kasih juga kepada teman-teman seperjuangan Angkatan 2022 Program Studi Sains Informasi Geografi. Empat tahun perjalanan terasa begitu panjang, tetapi ketika dijalani bersama, semua kenangan menjadi sesuatu yang sangat berarti. Kita pernah merasakan lelah bersama, mengeluh tentang tugas, tertawa di sela kesibukan, berdiskusi, saling membantu, hingga akhirnya dapat berdiri bersama di titik ini. Rasanya sulit membayangkan perjalanan perkuliahan tanpa kehadiran kalian. Saya berharap setelah perjalanan ini selesai, hubungan dan silaturahmi yang telah dibangun tidak berhenti hanya karena kita telah menyelesaikan pendidikan. Semoga di mana pun kita berada nantinya, kita tetap dapat saling mengingat dan mendukung satu sama lain.

Dok. Penulis
Terakhir, terima kasih kepada diri saya sendiri. Terima kasih karena sudah berani memulai ketika masih banyak keraguan, tetap bertahan ketika lelah datang berkali-kali, dan tidak memilih menyerah ketika semuanya terasa berat. Perjalanan ini mungkin tidak sempurna, tetapi saya bangga pernah menjalaninya. Hari ini saya akhirnya memahami bahwa S.Geo. bukan sekadar gelar di belakang nama, melainkan sebuah pengingat tentang keberanian untuk memulai, kekuatan untuk bertahan, dan keberhasilan untuk menyelesaikan apa yang telah dimulai.
