Penulis: Aini Nur Sadila (2408967) dan Dien Ajeng Nurjanah (2401743)
Penyunting: Reva laelatul Zahra (2409434)
Di tengah derasnya arus globalisasi dan tuntutan akademik yang semakin kompleks, kemampuan berbahasa Inggris telah menjadi kebutuhan utama bagi mahasiswa, terutama bagi mereka yang tengah bersiap menghadapi tantangan tugas akhir, magang, bahkan dunia kerja profesional. Hal ini diperkuat dengan syarat kelulusan Sarjana UPI yang mengharuskan mahasiswa memiliki sertifikat kemampuan berbahasa Inggris. Kesadaran inilah yang melandasi lahirnya NAVIGATE, sebuah program kerja baru yang berfokus pada pelatihan bahasa Inggris, digagas oleh komunitas Graphein di bawah naungan Departemen PHI Himpunan Mahasiswa Sains Informasi Geografi. Program ini dilaksanakan selama bulan Juli 2025, tepatnya setiap hari Sabtu pada tanggal 5, 12, 19, dan 26 Juli, sebagai respon konkret terhadap kebutuhan penguasaan bahasa Inggris dalam menghadapi ujian berstandar internasional.
NAVIGATE bukan sekadar program kerja biasa. Ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap kesiapan akademik mahasiswa, khususnya dalam menghadapi ujian bahasa Inggris berstandar internasional seperti TOEFL. Dalam pelaksanaannya, program ini dirancang secara sistematis dan berkelanjutan, dengan fokus pada aspek-aspek krusial seperti tata bahasa (grammar), penguasaan kosakata akademik, hingga strategi penyelesaian soal-soal TOEFL secara efisien. Tak hanya itu, NAVIGATE juga berupaya menciptakan atmosfer belajar yang kolaboratif, di mana setiap peserta bisa saling berdiskusi, berbagi pengalaman, dan tumbuh bersama.
Selama satu bulan penuh pada Juli 2025, NAVIGATE hadir setiap hari Sabtu melalui ruang daring di Google Classroom. Sebanyak 75 mahasiswa aktif dari Program Studi Sains Informasi Geografi dari berbagai angkatan turut ambil bagian dalam program ini. Setiap pertemuan mengusung tema pembelajaran yang berbeda dan dirancang agar selaras dengan struktur serta format TOEFL.
Pertemuan pertama membuka perjalanan dengan materi writing yang membedah struktur kalimat akademik dan penggunaan tata bahasa yang tepat—bekal penting untuk menghasilkan tulisan ilmiah yang kuat. Minggu berikutnya berfokus pada penguasaan reading dan listening. Peserta diajak memahami strategi membaca cepat dan kritis, mengenali ide utama, serta melatih ketajaman dalam menyerap informasi dari rekaman audio. Memasuki minggu ketiga, NAVIGATE mengajak peserta menyelami aspek speaking. Di sini, pembelajaran tidak hanya menekankan pelafalan yang benar, tetapi juga kemampuan menyampaikan ide secara logis, terstruktur, dan meyakinkan dalam konteks akademik.
Program ini ditutup dengan post-test menggunakan platform Duolingo English Test, sebuah simulasi yang tidak hanya mengukur sejauh mana pemahaman peserta, tetapi juga memberi gambaran mengenai ujian kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional.
NAVIGATE tidak berhenti pada proses belajar saja. Untuk menambah semangat dan membangun budaya apresiasi, panitia memberikan reward kepada peserta dengan hasil terbaik pada post-test. Penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas usaha dan progres yang dicapai selama pelatihan—bukan hanya dari segi angka, tetapi juga dari dedikasi dan konsistensi.
Program ini secara khusus menyasar mahasiswa angkatan 2022, mengingat posisi mereka yang berada di ambang fase transisi menuju akhir studi. Namun, lebih dari sekadar target angkatan, NAVIGATE hadir sebagai jembatan bagi siapa pun yang ingin membekali diri dengan kompetensi bahasa Inggris yang aplikatif dan relevan. Melalui NAVIGATE, harapannya bukan hanya skor TOEFL yang meningkat, tetapi juga keberanian untuk berpikir dan berbicara lintas bahasa, kesiapan menghadapi situasi akademik maupun profesional internasional, serta tumbuhnya rasa percaya diri dalam komunikasi ilmiah.
Lebih jauh dari itu, NAVIGATE ingin menjadi ruang yang aman dan suportif—tempat mahasiswa bisa belajar tanpa takut salah, tumbuh tanpa merasa sendiri, dan berproses bersama dalam semangat kemajuan.




Dok. Penulis
