
Jakarta, 3 Agustus 2025 – Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (HISPISI) menyelenggarakan Seminar Nasional sekaligus melantik Pengurus Pusat periode 2024-2028. Kegiatan ini berlangsung di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada 1-2 Agustus 2025.
Acara bertajuk "Krisis Ilmu Sosial dan Paradoks Pembangunan Nasional: Transformasi Pendidikan Ilmu Sosial untuk Pendidikan Tinggi Berdampak" itu menghadirkan Prof. Dr. Cecep Darmawan sebagai pembicara kunci. Dalam paparannya, ia mengkritisi krisis relevansi ilmu sosial dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional di era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity).
Transformasi pendidikan ilmu sosial dinilai mendesak untuk menjawab kompleksitas isu global 2045, kesenjangan akademik, dan tuntutan lulusan yang kritis-solutif. Hal ini menjadi respons atas megatrend global seperti geopolitik kompetitif, perubahan iklim, dan disrupsi teknologi yang membutuhkan pendekatan interdisipliner.

Secara resmi, HISPISI melantik Pengurus Pusat periode 2024-2028 berdasarkan Keputusan Ketua Umum Nomor 01/Kep.PP.HISPISI/VI/2025. Pelantikan ini menegaskan komitmen organisasi memimpin transformasi pendidikan ilmu sosial dan merespons agenda pembangunan Indonesia 2045.
Dipimpin Ketua Umum Prof. Dr. Komarudin (UNJ) dan Sekjen Dr. Witwik Sri Utami (UNESA), HISPISI akan menjalankan strategi melalui empat pilar: redesain kurikulum berbasis isu kontekstual, pembelajaran kolaboratif, riset terapan, serta kolaborasi dengan komunitas. Harapannya, lulusan ilmu sosial mampu menjadi agen perubahan yang Pancasilais, kritis, dan berdaya saing global. Transformasi ini juga diarahkan untuk berkontribusi nyata pada pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs) Indonesia.