Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Traffic Count Bandung: Kolaborasi Mahasiswa SPIG dan S2 Transportasi ITB dalam Pengumpulan Data Lalu Lintas (SDG Sustainable Cities and Communities)
Penulis : Tim Publikasi SPIG

Bandung,  April 2026 – Mahasiswa Program Studi Survei dan Pemetaan Informasi Geografis (SPIG) bersama mahasiswa S2 Transportasi Institut Teknologi Bandung melaksanakan kegiatan traffic count sebagai bagian dari dukungan terhadap penelitian transportasi berbasis data di Kota Bandung. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa sebagai volunteer yang ditempatkan di berbagai titik strategis guna melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi lalu lintas.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pengumpulan data primer yang digunakan untuk analisis transportasi, khususnya dalam memahami volume kendaraan, komposisi lalu lintas, serta pola pergerakan pada waktu tertentu. Pelaksanaan traffic count dilakukan secara terstruktur dengan metode yang telah ditentukan oleh tim peneliti, sehingga data yang dihasilkan memiliki tingkat akurasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Rangkaian Kegiatan

Kegiatan diawali dengan briefing teknis yang diberikan oleh tim S2 Transportasi ITB kepada seluruh mahasiswa volunteer. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai tujuan penelitian, metode pencatatan traffic count, serta standar operasional yang harus diterapkan selama pengambilan data di lapangan.

Mahasiswa kemudian dibagi ke dalam beberapa tim dan ditempatkan di titik-titik pengamatan yang telah ditentukan, seperti Bojongsoang, kawasan Gasibu, serta wilayah Bandung Selatan. Setiap lokasi memiliki karakteristik lalu lintas yang berbeda, sehingga memberikan variasi data yang dibutuhkan dalam penelitian.

Sumber : Dukomentasi Penulis

Pelaksanaan Traffic Count

Dalam pelaksanaan di lapangan, mahasiswa melakukan pencatatan jumlah kendaraan berdasarkan klasifikasi tertentu, seperti sepeda motor, mobil pribadi, angkutan umum, dan kendaraan berat. Pencatatan dilakukan dalam interval waktu tertentu guna menangkap dinamika lalu lintas, terutama pada jam sibuk dan non-sibuk.

Di kawasan Bojongsoang, mahasiswa mengamati dominasi pergerakan komuter harian dengan volume sepeda motor yang tinggi. Sementara itu, di kawasan Gasibu, pola lalu lintas dipengaruhi oleh aktivitas rekreasi masyarakat. Adapun di wilayah Bandung Selatan, mahasiswa menemukan variasi arus lalu lintas yang mencerminkan pergerakan antar kawasan.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa dihadapkan pada berbagai tantangan lapangan, seperti kondisi cuaca yang berubah-ubah, tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi, serta tuntutan untuk menjaga konsistensi pencatatan data dalam durasi waktu yang cukup panjang. Hal ini menuntut ketelitian, fokus, serta koordinasi tim yang baik.

Sumber : Dokumentasi Penulis

Peran Mahasiswa sebagai Volunteer

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menunjukkan peran aktif dalam mendukung penelitian transportasi. Mahasiswa tidak hanya berfungsi sebagai pengumpul data, tetapi juga sebagai bagian dari proses penelitian yang memahami bagaimana data lapangan dikonversi menjadi dasar analisis penelitian.

Pengalaman ini memberikan pemahaman langsung bahwa sistem transportasi perkotaan tidak dapat dilepaskan dari data empiris yang akurat. Mahasiswa juga memperoleh gambaran nyata mengenai kompleksitas pergerakan lalu lintas serta faktor-faktor yang mempengaruhinya di lapangan.

Penutup

Melalui kegiatan traffic count ini, mahasiswa SPIG dan S2 Transportasi ITB tidak hanya berkontribusi dalam penyediaan data penelitian, tetapi juga mengembangkan kompetensi teknis dan profesional di bidang transportasi dan geospasial. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara mahasiswa dan dunia akademik dalam menghasilkan data yang relevan untuk mendukung perencanaan transportasi yang lebih efektif dan berbasis bukti di masa depan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *