Penulis: Bunga Meidiana Azhar (SaIG, 2506668)
Penyunting: Muhammad Naufal Rifasyah (SaIG, 2500436)

Dok. Penulis
Tanggal Kegiatan :27 April - 2 Mei 2026
Teori yang dipelajari di ruang perkuliahan tidak hanya dimaksudkan untuk dipahami secara konseptual, tetapi juga perlu diuji melalui pengalaman empiris di lapangan. Berangkat dari pemahaman tersebut, kegiatan praktikum Meteorologi Klimatologi (Metklim) pada hari pertama dilaksanakan di kawasan Gunung Slamet sebagai ruang belajar terbuka untuk mengamati langsung dinamika atmosfer. Praktikum ini berfokus pada pembuktian salah satu konsep dasar meteorologi, yaitu pengaruh ketinggian tempat terhadap perubahan tekanan udara.
Perjalanan menuju kawasan Gunung Slamet membuka kesempatan bagi kami untuk mengamati perubahan kondisi lingkungan secara bertahap, Kami dibagi menjadi 10 kelompok yang disebar pada 10 titik dengan elevasi yang berbeda beda. Mulai dari wilayah dengan elevasi lebih rendah hingga kawasan pegunungan yang memiliki karakteristik atmosfer berbeda. Lanskap pegunungan yang didominasi vegetasi hijau, suhu udara yang semakin sejuk, serta kabut tipis yang mulai tampak di beberapa titik menjadi indikator nyata perubahan unsur cuaca akibat peningkatan ketinggian.
Pada kegiatan praktikum, pengukuran dilakukan menggunakan instrumen meteorologi guna memperoleh data tekanan udara pada beberapa titik dengan elevasi berbeda. Menggunakan alat Barometer, Thermometer, GPS handheld untuk mengetahui koordinat dari titik pengukuran, Anemometer, dan Thermohygrometer dalam melakukan praktikum ini. Tiap titik harus mencatat hasil dari alat yang digunakan secara serempak, setiap 15 menit sekali. Observasi dilakukan secara sistematis untuk membandingkan hasil pengukuran dan menghubungkannya dengan teori yang telah dipelajari sebelumnya. Dari hasil pengamatan lapangan, ditemukan adanya kecenderungan penurunan tekanan udara seiring bertambahnya ketinggian tempat. Fenomena ini terjadi karena semakin tinggi suatu wilayah dari permukaan laut, lapisan udara di atasnya semakin tipis sehingga gaya tekan atmosfer yang diterima menjadi lebih kecil.
Selain menjadi sarana pembuktian ilmiah, praktikum ini juga memberikan pemahaman bahwa unsur-unsur atmosfer memiliki keterkaitan erat dengan kondisi geografis suatu wilayah. Gunung Slamet sebagai kawasan dengan variasi topografi yang signifikan menjadi laboratorium alam yang ideal untuk memahami bagaimana perubahan elevasi dapat memengaruhi karakteristik meteorologis. Dengan melakukan pengamatan langsung, teori mengenai hubungan ketinggian dan tekanan udara tidak lagi hanya dipahami sebagai konsep abstrak di kelas, tetapi hadir sebagai pengalaman nyata yang memperkuat pemahaman kami terhadap proses-proses atmosfer di lingkungan sekitar.
DOKUMENTASI

Dok. Penulis

Dok. Penulis

Dok. Penulis

Dok. Penulis
