Penulis: Agung Mi'raj Fajar (SaIG, 2004257)
Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)
Maret 2024 menjadi awal perjalanan saya dalam menyelesaikan tugas akhir sebagai mahasiswa Program Studi Sains Informasi Geografi Universitas Pendidikan Indonesia. Pada saat itu, saya mulai memikirkan topik penelitian yang tidak hanya sesuai dengan bidang keilmuan yang saya pelajari, tetapi juga selaras dengan minat pribadi. Ketertarikan saya terhadap bidang perencanaan wilayah dan kota akhirnya membawa saya pada sebuah topik mengenai evaluasi kesesuaian penggunaan lahan terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Palembang.
Ide tersebut tidak muncul begitu saja. Melalui berbagai diskusi bersama Bapak Haikal Muhammad Ihsan, S.Pd., M.Sc. selaku dosen pembimbing, saya mulai memahami pentingnya evaluasi penggunaan lahan sebagai salah satu upaya untuk melihat apakah perkembangan suatu wilayah masih sesuai dengan rencana tata ruang yang telah ditetapkan. Dari proses diskusi itulah arah penelitian saya mulai terbentuk.
Perjalanan menentukan judul penelitian ternyata tidak sesederhana yang saya bayangkan. Judul skripsi saya mengalami dua kali perubahan. Judul awal yang saya ajukan adalah Evaluasi Kesesuaian Penggunaan Lahan Tahun 2025 terhadap Pola Ruang RTRW Kota Palembang Menggunakan Overlay Berbasis Penginderaan Jauh dan SIG. Seiring berjalannya proses bimbingan, judul tersebut disesuaikan kembali agar lebih menggambarkan metode penelitian yang digunakan. Perubahan itu membuat saya memahami bahwa sebuah judul harus mampu merepresentasikan isi penelitian secara tepat dan jelas.
Memasuki tahap penyusunan proposal, tantangan terbesar ternyata bukan berasal dari teori ataupun metode penelitian, melainkan dari diri saya sendiri. Rasa malas sering kali menjadi hambatan yang paling sulit dihadapi. Tidak ada penolakan proposal ataupun revisi besar pada tahap awal, tetapi menjaga konsistensi untuk terus mengerjakan sedikit demi sedikit setiap hari menjadi tantangan yang nyata. Saya menyadari bahwa dalam proses penelitian, musuh terbesar sering kali bukan kesulitan teknis, melainkan kemampuan untuk mengendalikan diri.
Setelah proposal selesai dan seminar proposal dilaksanakan pada Agustus 2024, saya mulai memasuki tahap pengumpulan data. Fokus utama penelitian saya adalah memperoleh data penggunaan lahan Kota Palembang tahun 2025. Selanjutnya, seluruh data tersebut diolah menggunakan ArcGIS untuk menghasilkan informasi mengenai tingkat kesesuaian penggunaan lahan terhadap pola ruang RTRW Kota Palembang. Proses pengolahan data berlangsung selama kurang lebih tiga bulan. Syukurnya, dari sisi teknis saya tidak mengalami kendala yang berarti karena tahapan analisis telah direncanakan dengan baik sejak awal.
Salah satu pengalaman yang paling berkesan selama menyusun skripsi adalah kesempatan untuk dibimbing oleh Prof. Dr. rer.nat. Nandi, S.Pd., M.Sc., M.T. dan Bapak Haikal Muhammad Ihsan, S.Pd., M.Sc. Banyak ilmu dan pengalaman yang saya peroleh selama proses bimbingan. Salah satu momen yang paling saya ingat adalah ketika Prof. Nandi meminta saya untuk menyusun ulang Bab I dari awal. Saat itu tentu saya merasa cukup terkejut karena harus mengulang bagian yang sudah selesai. Namun, setelah melewati proses tersebut, saya menyadari bahwa revisi bukanlah bentuk kesalahan, melainkan bagian dari proses pembelajaran agar penelitian menjadi lebih baik dan memiliki landasan yang lebih kuat.
Perjalanan skripsi saya memang tidak dipenuhi dengan berbagai kendala teknis yang rumit. Namun, saya belajar bahwa mempertahankan semangat dalam jangka waktu yang panjang jauh lebih menantang. Hampir dua tahun saya menjalani proses penelitian, mulai dari penyusunan proposal hingga akhirnya mengikuti sidang akhir pada Januari 2026. Selama perjalanan tersebut, saya semakin memahami bahwa konsistensi jauh lebih penting daripada bekerja dengan semangat yang hanya muncul sesekali.
Hari sidang menjadi salah satu momen yang tidak akan saya lupakan. Setelah seluruh rangkaian proses selesai, perasaan yang muncul bukan hanya rasa lega, tetapi juga rasa syukur karena akhirnya saya mampu menuntaskan perjalanan yang telah dimulai sejak Maret 2024. Semua revisi, proses bimbingan, serta waktu yang telah dicurahkan akhirnya terbayarkan pada hari itu.
Bagi saya, skripsi bukan hanya syarat untuk memperoleh gelar sarjana. Skripsi adalah perjalanan untuk mengenal diri sendiri. Saya belajar bahwa tantangan terbesar bukanlah metode penelitian, perangkat lunak, ataupun pengolahan data, melainkan bagaimana mengalahkan rasa malas dan tetap melangkah ketika motivasi mulai menurun. Dari proses inilah saya memahami bahwa disiplin dan konsistensi merupakan kunci utama dalam menyelesaikan sebuah tanggung jawab besar.
Kepada teman-teman yang saat ini sedang berjuang menyelesaikan skripsi, saya ingin menyampaikan satu pesan sederhana. Jangan patah semangat. Setiap orang memiliki proses dan tantangannya masing-masing. Teruslah melangkah, meskipun hanya sedikit setiap harinya. Selama kita tidak berhenti, kita akan sampai pada garis akhir. Pada akhirnya, skripsi bukan hanya tentang menyelesaikan penelitian, tetapi juga tentang membuktikan kepada diri sendiri bahwa kita mampu melewati setiap proses hingga tuntas.

Dok. Penulis

Dok. Penulis
