Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Menilik Realita Data Geospasial di BPS Kabupaten Bandung Barat

Penulis: Klafinova (SaIG, 2407974) & Syifa Fadhilah Az Zahra (SaIG, 2410390)

Penyunting: Felicia Syifa, Hermanu Putri (SaIG, 2504208)

Pada hari Kamis, 30 Juli, kelompok kami yang beranggotakan Klafinova, Haikal, Alfirdaus, Sri Dewi, Pira, dan Syifa berkunjung ke salah satu instansi pemerintahan di wilayah Kabupaten Bandung Barat, yaitu Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bandung Barat. Kami berangkat dari UPI menuju Kabupaten Bandung Barat dengan waktu perjalanan kurang lebih satu jam.

Dok. Penulis

Selama perjalanan, kami melewati beberapa kawasan yang cukup ramai dengan aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi. Di sepanjang jalan terlihat banyak pabrik dan kawasan industri, terutama di sekitar wilayah Padalarang dan sekitarnya. Aktivitas kendaraan juga cukup padat, dengan banyaknya truk dan kendaraan besar yang melintas untuk mendukung kegiatan industri dan distribusi barang. Perjalanan tersebut secara tidak langsung memberikan gambaran mengenai karakteristik wilayah yang kami lewati, mulai dari kawasan perkotaan hingga kawasan yang didominasi oleh aktivitas industri.

Perubahan kondisi wilayah mulai terlihat dari banyaknya bangunan pabrik, kendaraan besar, serta aktivitas masyarakat di sepanjang jalan. Hal tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Bandung Barat memiliki aktivitas ekonomi dan transportasi yang cukup tinggi, terutama pada kawasan yang menjadi jalur utama pergerakan barang dan masyarakat. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, akhirnya kami sampai di BPS Kabupaten Bandung Barat yang berada di kawasan Jalan Padalarang. Lokasinya cukup mudah dijangkau dan berada di wilayah dengan aktivitas masyarakat serta lalu lintas yang cukup ramai.

Dok. Penulis

Sesampainya di lokasi, kami mempersiapkan diri sebelum memasuki kantor BPS untuk melaksanakan kegiatan wawancara. Kedatangan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mengenal secara langsung lingkungan kerja instansi pemerintahan, khususnya lembaga yang berperan dalam menyediakan dan mengelola berbagai data statistik yang menggambarkan kondisi suatu wilayah, termasuk aspek geospasial, ekonomi, dan kependudukan.

Selama berkunjung ke Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bandung Barat, kami mendapatkan banyak insight dan informasi baru yang sebelumnya belum kami ketahui. Kegiatan wawancara menjadi salah satu bagian utama dari kunjungan karena kami dapat memperoleh informasi secara langsung dari pihak yang terlibat dalam pengelolaan data di BPS Kabupaten Bandung Barat. Dalam kesempatan tersebut, kami mewawancarai tim teknis BPS KBB yang dipimpin oleh Bapak Surya selaku koordinator kegiatan statistik dan didampingi oleh beberapa rekan lainnya.

Dari wawancara tersebut, kami mengetahui bahwa BPS Kabupaten Bandung Barat memiliki tugas dalam menyelenggarakan kegiatan statistik nasional sekaligus mendukung penyusunan kerangka geospasial statistik. Data yang dikelola antara lain mencakup Batas Wilkerstat dan SLS (RT/RW). Informasi tersebut cukup menarik bagi kami karena berkaitan dengan bidang yang kami pelajari, khususnya mengenai data spasial dan pemanfaatannya dalam menggambarkan kondisi suatu wilayah.

Dalam proses pengolahan data geospasial, BPS Kabupaten Bandung Barat menggunakan QGIS sebagai salah satu software utama. Penggunaan QGIS menunjukkan bahwa pengelolaan data geospasial tidak hanya berkaitan dengan pengumpulan data, tetapi juga membutuhkan proses pengolahan, analisis, dan visualisasi agar data tersebut dapat digunakan untuk mendukung kegiatan statistik.

Selain mengetahui tugas dan teknologi yang digunakan, kami juga mendapatkan informasi mengenai tata kelola dan sumber daya manusia di BPS Kabupaten Bandung Barat. Dalam pengelolaan data geospasial, belum terdapat staf yang secara khusus didedikasikan untuk menangani bidang tersebut. Pekerjaan geospasial dilakukan secara multitasking oleh tim fungsional sesuai dengan kebutuhan kegiatan. Dari sisi anggaran, kami juga memperoleh informasi mengenai anggaran sebesar Rp18,02 juta yang bersumber dari APBN melalui DIPA Pemutakhiran Wilkerstat 2026.

Dok. Penulis

Dari hasil wawancara tersebut, kami menyadari bahwa dalam pelaksanaan kegiatan geospasial terdapat beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh BPS Kabupaten Bandung Barat. Beberapa di antaranya adalah belum adanya unit atau sumber daya manusia khusus untuk menangani data geospasial, keterbatasan anggaran, serta keterbatasan lisensi software. Meskipun demikian, berbagai keterbatasan tersebut tetap diupayakan untuk diatasi melalui pembagian tugas dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia.

Bagi kami, wawancara ini memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai bagaimana ilmu geospasial diterapkan di dunia kerja. Selama ini kami lebih banyak mengenal pengolahan data spasial melalui kegiatan perkuliahan dan praktikum, sedangkan melalui kunjungan ini kami dapat melihat bagaimana data tersebut digunakan dalam kebutuhan instansi pemerintahan.

Setelah kegiatan wawancara di BPS Kabupaten Bandung Barat selesai, kami melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi IKEA. Kunjungan ini menjadi bagian yang lebih santai setelah sebelumnya kami melakukan kegiatan wawancara. Kelompok 8B memanfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat sekaligus bekerja sama dalam menyusun laporan hasil kunjungan.

Selain mengerjakan laporan, kami juga berkeliling untuk melihat berbagai produk yang dijual di IKEA. IKEA sendiri merupakan perusahaan ritel multinasional asal Swedia yang dikenal dengan produk furnitur siap rakit, perlengkapan, dan aksesori rumah tangga dengan desain minimalis bergaya Skandinavia. Kami juga sempat mencicipi salah satu menu dari restoran IKEA dan mencoba es krim yang menjadi salah satu makanan yang cukup populer karena harganya yang terjangkau, yaitu sekitar Rp4.000.

Tidak hanya makan dan mengerjakan laporan, kami juga menyempatkan diri untuk berfoto di salah satu spot yang cukup populer di dalam IKEA. Momen tersebut menjadi bagian yang menyenangkan dari perjalanan kami karena setelah menjalani kegiatan yang cukup serius di BPS, kami dapat menghabiskan waktu bersama sambil tetap menyelesaikan tugas kelompok.

Dok. Penulis

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, kami kemudian bersiap untuk kembali menuju UPI. Sebelum meninggalkan lokasi, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak BPS Kabupaten Bandung Barat yang telah menerima kami dan memberikan berbagai informasi selama kegiatan berlangsung. Kunjungan tersebut memberikan pengalaman baru bagi kami, terutama dalam memahami bagaimana data statistik dikumpulkan, dikelola, dan dimanfaatkan untuk menggambarkan kondisi suatu wilayah.

Perjalanan pulang dari kawasan Padalarang menuju UPI kembali melewati beberapa wilayah yang sebelumnya kami lalui saat perjalanan berangkat. Kondisi lalu lintas masih cukup ramai dengan aktivitas kendaraan, terutama truk dan kendaraan besar yang melintas di jalur utama. Kami juga kembali melihat berbagai aktivitas masyarakat serta kawasan industri yang menjadi salah satu karakteristik wilayah Bandung Barat.

Setelah menempuh perjalanan, akhirnya kami tiba kembali di UPI dengan membawa pengalaman dan pengetahuan baru dari kegiatan kunjungan tersebut. Secara keseluruhan, perjalanan ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi kami untuk memperoleh informasi secara langsung dari instansi pemerintahan, tetapi juga menjadi pengalaman yang membantu kami menghubungkan materi yang dipelajari di perkuliahan dengan penerapannya di dunia kerja. Selain mendapatkan wawasan mengenai pengelolaan data geospasial di BPS, kegiatan ini juga menjadi momen bagi kami untuk belajar bekerja sama, berbagi tugas, dan membangun pengalaman bersama sebagai satu kelompok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *