Tanggal Kegiatan: Jumat, 31 Juli 2026
Penulis: Kelompok 7B
Penyunting: Felicia Syifa’ Hermanu Putri (SaIG, 2504208)
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, pemanfaatan Sistem Informasi Geospasial (SIG) semakin krusial dalam mendukung pengambilan keputusan, tidak hanya di sektor pemerintahan tetapi juga swasta. Untuk menjembatani pemahaman konseptual dan praktik nyata di dunia kerja, mahasiswa Program Studi Sains Informasi Geografi (SaIG) UPI melaksanakan kegiatan kunjungan instansi ke PT Multi Areal Planning Indonesia (MAPID) secara virtual pada tanggal 31 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran kelembagaan swasta dalam pengelolaan data spasial serta memahami langsung alur kerja SIG dalam ekosistem bisnis profesional. MAPID sendiri merupakan perusahaan swasta di Kabupaten Bandung yang berfokus pada penyediaan solusi geospasial berbasis Location Intelligence, WebGIS, dan analisis spasial.

Dok. Penulis
PT MAPID memiliki visi untuk menjadi ekosistem data lokasi yang paling komprehensif dan dapat diandalkan bagi semua pihak. Berbeda dengan instansi pemerintah yang banyak mengelola Informasi Geospasial Dasar (IGD), operasional MAPID lebih difokuskan pada pengelolaan Informasi Geospasial Tematik (IGT) berupa data vektor seperti Points of Interest (POI) dan batas administratif demografi. Data POI yang berjumlah sangat masif ini diperbarui secara berkala setiap 6 bulan hingga satu tahun sekali guna menjaga kebaruan dan akurasi informasi ruang. Dalam mendukung pertukaran data yang optimal, MAPID mengacu pada standar Open Geospatial Consortium (OGC) serta mengadaptasi prinsip dasar ISO 19115 untuk pembuatan metadata dan ISO 19157 untuk kualitas data.

Dok. Penulis
Dari segi infrastruktur, MAPID telah sukses mengembangkan platform geoportal mandiri bernama GeoMAPID yang dapat diakses oleh publik secara user-friendly. Pengelolaan sistem berskala besar ini dijalankan oleh tim dari divisi Tech dan Business, dengan struktur inti SDM yang mencakup Head of Data, Spatial Data Strategist, Spatial Data Analyst, dan GIS Specialist, serta turut didukung oleh tenaga freelance untuk keperluan pengumpulan dan validasi survei lapangan. Hal yang sangat menggembirakan adalah PT MAPID menilai lulusan SaIG memiliki peluang yang sangat besar untuk berkarier di industri geospasial swasta. Posisi-posisi strategis, seperti GIS Analyst, menuntut mahasiswa untuk menguasai perangkat lunak pemetaan seperti QGIS dan ArcGIS, bahasa pemrograman spasial seperti Python, dan juga memiliki kemampuan komunikasi publik yang prima sebagai seorang konsultan.

Dok. Penulis
Kunjungan industri ke PT MAPID ini memberikan wawasan baru yang sangat berharga bagi mahasiswa mengenai penerapan SIG secara nyata di ranah komersial. Mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana sebuah perusahaan swasta beroperasi secara independen dalam membangun
infrastruktur data spasial yang andal di tengah berbagai tantangan industri. Harapannya, pemahaman teknis maupun dinamika kelembagaan yang diperoleh dari kunjungan ini dapat menjadi bekal krusial bagi mahasiswa SaIG untuk terjun ke dunia kerja, serta mempererat kolaborasi nyata antara UPI dan PT MAPID melalui beragam peluang riset maupun program magang di masa depan.
"Masa depan tata ruang dan pembangunan ada di tangan mereka yang mampu mengolah dan membaca data lokasi dengan cerdas dan kolaboratif."
