Jl. Dr. Setiabudi No.276A, Kota Bandung 40143
UPI-FPIPS-Logo-blok
Prodi PKn UPI Bahas Persiapan Perkuliahan Semester Ganjil 2026/2027

Bandung, 20 Agustus 2026 — Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melaksanakan rapat persiapan perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang 309 Lantai 3 FPIPS UPI dan diikuti oleh dosen Program Studi PKn pada jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor Terintegrasi.

Rapat ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan penyelenggaraan perkuliahan pada semester mendatang. Berdasarkan bahan rapat, terdapat sejumlah agenda utama yang menjadi fokus pembahasan, meliputi penyusunan jadwal perkuliahan, penerapan pembelajaran hybrid pada jenjang S3, pengembangan program fast-track, serta rencana penyelenggaraan atau keikutsertaan dalam konferensi internasional program studi.

Pada aspek jadwal perkuliahan, Program Studi PKn menyiapkan penyelenggaraan perkuliahan untuk jenjang S1, S2, dan S3 yang direncanakan mulai pada 24 Agustus 2026. Bahan rapat menunjukkan bahwa perkuliahan S1 dirancang dengan mode luring secara dominan, sedangkan jenjang S2 menggunakan pendekatan hybrid dan jenjang S3 menerapkan komposisi pembelajaran hybrid 40:60.

Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah penerapan pembelajaran hybrid pada Program Doktor. Pendekatan ini dipandang sebagai respons terhadap perubahan lingkungan belajar mahasiswa yang semakin terhubung dengan teknologi digital. Bahan rapat menekankan bahwa ruang belajar, akses informasi, dan partisipasi warga negara kini semakin banyak berlangsung di ruang daring, termasuk dalam isu-isu yang berkaitan dengan Pendidikan Kewarganegaraan.

Komposisi 40 persen daring dan 60 persen luring dirancang sebagai titik keseimbangan antara fleksibilitas pembelajaran digital dan pentingnya interaksi tatap muka. Porsi luring diarahkan untuk memperkuat deliberasi, diskusi secara langsung, keteladanan nilai, pembentukan karakter, serta interaksi akademik. Sementara itu, pembelajaran daring memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar secara mandiri, membangun jejaring pengetahuan yang lebih luas, serta mengembangkan literasi dan kewarganegaraan digital.

Usulan pembelajaran hybrid tersebut juga dilandasi pertimbangan filosofis, sosiologis, historis-yuridis, dan akademis. Dalam bahan rapat dijelaskan bahwa pembelajaran di era digital berkaitan dengan pembangunan jejaring pengetahuan, sementara mahasiswa hidup dalam masyarakat jaringan yang menuntut penguatan kompetensi kewarganegaraan digital. Dari sisi akademis, pembelajaran bauran dipandang memiliki potensi untuk meningkatkan capaian, sikap, dan keterlibatan mahasiswa.

Selain penguatan inovasi pembelajaran, rapat juga membahas Program Fast-track sebagai upaya memberikan peluang percepatan studi bagi mahasiswa berprestasi. Skema yang dibahas mencakup jalur S1 menuju S2 serta S2 menuju S3. Mahasiswa S1 yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh kesempatan menempuh sebagian mata kuliah S2 pada tahun akhir studinya, sedangkan mahasiswa S2 berprestasi dapat mulai mengambil mata kuliah S3 lebih awal.

Program fast-track tersebut dirancang dengan sejumlah ketentuan umum, antara lain capaian IPK yang tinggi, rekomendasi pembimbing, batas jumlah SKS per semester, serta proses seleksi oleh program studi. Skema ini diarahkan untuk memberikan jalur akademik yang lebih efisien sekaligus tetap mempertahankan kualitas dan kesiapan mahasiswa pada jenjang pendidikan berikutnya.

Agenda lain yang turut menjadi perhatian adalah rencana penyelenggaraan atau keikutsertaan dalam konferensi internasional sebagai bagian dari penguatan aktivitas akademik dan reputasi Program Studi PKn.

Secara keseluruhan, rapat persiapan perkuliahan Semester Ganjil 2026/2027 menunjukkan komitmen Program Studi PKn FPIPS UPI untuk terus menyesuaikan penyelenggaraan pendidikan dengan perkembangan kebutuhan mahasiswa dan perubahan lingkungan akademik. Pengembangan pembelajaran hybrid, program fast-track, serta penguatan jejaring akademik internasional menjadi bagian dari upaya menyiapkan pendidikan kewarganegaraan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Bahan rapat juga menempatkan penerapan pembelajaran hybrid 40:60 sebagai langkah awal yang terukur dan dapat dievaluasi secara berkala. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi dosen, mahasiswa, maupun program studi tanpa menghilangkan nilai penting interaksi tatap muka dalam proses pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *